Inovasi Pemkab Kulon Progo untuk Meningkatkan PAD Oleh-oleh Dari Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kini tengah menghadapi tantangan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). DPRD setempat menilai bahwa saat ini PAD masih berada di bawah ekspektasi, sehingga diperlukan strategi inovatif untuk memperbaikinya. Salah satu rekomendasi yang disampaikan adalah dengan mereplikasi kebijakan sukses dari Kota Surabaya.
Tiga Sektor Kunci yang Bisa Diterapkan
Ketua DPRD Kulon Progo, Aris Syarifuddin, menyebut tiga sektor utama yang bisa menjadi contoh dalam upaya peningkatan PAD. Ketiga sektor tersebut meliputi pariwisata, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan pengembangan industri. Menurutnya, potensi daerah Kulon Progo lebih besar dibandingkan dengan Kota Surabaya, sehingga penerapan kebijakan serupa bisa memberikan dampak signifikan.
Pariwisata sebagai Sumber Pendapatan
Salah satu contoh kebijakan yang berhasil diterapkan oleh Surabaya adalah sistem kunjungan pemerintahan yang ketat. Daerah yang ingin berkunjung ke Surabaya diwajibkan untuk menginap di hotel-hotel lokal. Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan hotel, tetapi juga berdampak positif pada pajak hotel, yang secara langsung meningkatkan PAD.
Selain itu, hotel-hotel di Surabaya juga diminta untuk mengakomodir tenaga kerja lokal. Hal ini menciptakan multiplier effect yang menguntungkan baik pemerintah maupun masyarakat sekitar. Dengan demikian, penerapan kebijakan serupa di Kulon Progo bisa membuka peluang baru bagi sektor pariwisata.
Peran BUMD dalam Peningkatan PAD
BUMD di Surabaya juga menjadi perhatian utama. Di sana, BUMD mengelola pasar tradisional dengan skema profesional. Kebijakan ini didukung oleh mobilisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membeli produk pasar tradisional. Sebagai contoh, Pemkot Surabaya menciptakan aplikasi E-Peken yang mewadahi pedagang pasar tradisional. ASN diwajibkan membeli produk dari pasar tersebut, dengan syarat minimal pembelian terkait dengan kinerja mereka.
Strategi untuk Meningkatkan PAD di Kulon Progo
Aris menjelaskan bahwa upaya peningkatan PAD sangat penting, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran. PAD menjadi salah satu solusi yang stabil dan tidak mudah terpengaruh oleh kebijakan pemerintah pusat. Saat ini, PAD Kulon Progo 2026 hanya berkisar pada Rp 424 miliar, sedangkan pendapatan APBD bertumpu pada pendapatan transfer senilai Rp 1,1 triliun.
Tantangan dan Peluang
Meski memiliki potensi yang besar, Kulon Progo masih harus bekerja keras untuk meningkatkan PAD. Dengan menerapkan strategi yang telah terbukti sukses di Surabaya, seperti pengembangan pariwisata, pengelolaan BUMD yang lebih profesional, serta kebijakan yang mendukung industri lokal, Kulon Progo dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Kebijakan yang Berdampak Jangka Panjang
DPRD Kulon Progo berharap pemerintah daerah dapat segera merancang kebijakan yang lebih proaktif. Dengan pendekatan yang lebih inovatif dan kolaboratif, Kulon Progo dapat meningkatkan PAD secara signifikan, yang akan berdampak positif pada pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar