Drama Penuh Kartu Merah dan Gol Dramatis dalam Kemenangan Fiorentina atas Como
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 33 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pertandingan antara Fiorentina dan Como 1907 dalam lanjutan Serie A menjadi salah satu laga yang penuh dengan tensi tinggi. Laga yang digelar di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Sabtu, 14 Februari lalu, berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Fiorentina. Meski hasil ini terasa penting bagi kedua tim, pertandingan tersebut juga diwarnai oleh sejumlah insiden dramatis, termasuk beberapa kartu merah yang memperburuk situasi.
Dominasi Awal dari Tim Tujuan
Dalam babak pertama, Como 1907 tampil dominan dengan strategi serangan yang agresif. Pelatih Cesc Fabregas memberikan kepercayaan penuh kepada gelandang serang mereka, Nico Paz, yang beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Salah satu momen krusial terjadi pada menit ke-19 ketika Paz hampir membuka skor, namun penampilan gemilang kiper David de Gea berhasil menggagalkan upaya tersebut.
Gol Pembuka Fiorentina
Meski unggul dalam penguasaan bola, Como justru kehilangan kesempatan emas setelah melakukan kesalahan di lini belakang. Pada menit ke-26, Nicolo Fagioli memanfaatkan kesalahan tersebut dengan aksi individu yang luar biasa. Ia melewati tiga pemain bertahan sebelum melepaskan tembakan akurat yang tak mampu dijangkau kiper Jean Butez. Gol ini menjadi pembuka kemenangan Fiorentina yang berlangsung hingga babak pertama usai.
Penalti Kean Menggandakan Keunggulan
Memasuki babak kedua, pelatih Fabregas melakukan perubahan strategi dengan memasukkan dua pemain baru. Namun, alih-alih menyamakan kedudukan, Como justru kembali tertimpa petaka. Pada menit ke-54, pelanggaran Maximo Perrone terhadap Rolando Mandragora di kotak terlarang berbuah hadiah penalti bagi Fiorentina. Moise Kean yang dipercaya sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya, menggandakan keunggulan tim tamu menjadi 2-0.
Tensi Meningkat dan Kartu Merah
Tertinggal dua gol, Como meningkatkan intensitas serangan. Upaya dari Jesus Rodriguez, Martin Baturina, hingga Jacobo Ramon belum membuahkan hasil. Tensi pertandingan semakin memanas pada menit ke-69 ketika Rodriguez terjatuh di kotak penalti, namun wasit tidak menganggapnya sebagai pelanggaran. Keputusan ini memicu protes keras dari bangku cadangan Fiorentina, yang berujung pada kartu merah untuk pelatih Paolo Vanoli.
Gol Bunuh Diri dan Kesempatan Balasan
Harapan bagi Como sempat kembali menyala pada menit ke-77. Berawal dari umpan silang Rodriguez, bek Fiorentina Fabiano Parisi secara tidak sengaja membelokkan bola ke gawangnya sendiri, mengubah skor menjadi 1-2. Gol bunuh diri ini memberikan angin segar bagi Como untuk mengejar ketertinggalan.
Drama Akhir Pertandingan
Drama mencapai puncaknya menjelang akhir pertandingan. Pada menit ke-86, Como kembali menuntut penalti setelah dugaan handball oleh Mandragora, namun wasit tetap bergeming. Insiden ini memicu keributan besar di lapangan. Seorang staf Como diusir dari bangku cadangan, dan penyerang andalan Como, Alvaro Morata, harus menerima dua kartu kuning dalam waktu tiga menit akibat perselisihan dengan Mandragora dan Marin Pongracic, yang membuatnya diusir dari lapangan.
Dampak Hasil bagi Kedua Tim
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-2 untuk keunggulan Fiorentina tidak berubah. Hasil ini menahan laju Como 1907 di peringkat keenam klasemen sementara Serie A dengan 41 poin, gagal memangkas jarak lima angka dari AS Roma yang berada di posisi kelima. Sementara itu, bagi Fiorentina, tambahan tiga poin ini sangat krusial. Menurut AcehGround, kemenangan ini berhasil mengangkat posisi mereka keluar dari zona degradasi, menempati urutan ke-17 dengan koleksi 21 poin, memberikan dorongan moral yang signifikan dalam perjuangan mereka di liga.
Peran Kunci Pemain dan Pelatih
Beberapa pemain dan pelatih menunjukkan peran penting dalam laga ini. Moise Kean dengan penaltinya, serta Nicolo Fagioli dengan gol yang luar biasa, menjadi kunci kemenangan Fiorentina. Di sisi lain, pelatih Como, Cesc Fabregas, harus menghadapi tekanan setelah kekalahan ini, terlebih dengan adanya kartu merah yang dialami pelatihnya, Paolo Vanoli.
Reaksi dan Analisis
Pemain Como seperti Alvaro Morata dan Jesus Rodriguez menunjukkan kekecewaan terhadap keputusan wasit. Sementara itu, para penggemar Fiorentina bersorak untuk kemenangan yang didapat. Laga ini menjadi contoh bagaimana faktor-faktor eksternal seperti keputusan wasit bisa memengaruhi hasil akhir sebuah pertandingan.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar