Pemahaman Ataman terhadap Keputusan Wasit dalam Laga Derbi Yunani
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Dalam laga derbi antara Panathinaikos dan Olympiacos, pelatih Panathinaikos AKTOR Athens, Engin Ataman, menunjukkan ketidakpuasan terhadap keputusan wasit. Ia tidak hanya mengkritik pemainnya tetapi juga secara sinis menyampaikan kritik terhadap ofisial pertandingan. Pernyataannya yang mengejutkan adalah, “Selamat kepada para wasit. Setiap kali mereka datang ke sini, mereka suka menunjukkan bahwa mereka adalah wasit terbaik. Saya pikir sekarang mereka pantas menjadi wasit final.”
Ataman mengeluhkan beberapa keputusan wasit yang menurutnya tidak adil. Salah satu insiden terjadi pada menit ke-2:14 di kuarter pertama saat Kostas Sloukas dinyatakan terkena pelanggaran oleh Kostas Papanikolaou. Meskipun wasit utama di bawah keranjang mungkin perlu menyesuaikan posisi untuk mendapatkan pandangan yang lebih baik, wasit luar juga seharusnya bisa masuk untuk membantu.
Pada akhir kuarter pertama, Donta Hall mencoba memblokir tembakan Sloukas, tetapi tindakannya dianggap sebagai pelanggaran karena menyentuh tangan Sloukas sebelum ia menyelesaikan tembakan. Hal ini menimbulkan ketidaksesuaian dalam penilaian wasit, karena beberapa waktu sebelumnya, situasi serupa tidak ditangani dengan cara yang sama.
Di kuarter kedua, Kendrick Nunn dinyatakan melakukan pelanggaran yang mirip dengan tindakan Hall. Namun, Nunn tidak hanya mengeluh tetapi juga mengapresiasi wasit, yang berpotensi menyebabkan teknis.
Ketidakseimbangan dalam Penilaian Wasit
Beberapa keputusan wasit menunjukkan ketidakseimbangan dalam penerapan aturan. Misalnya, pada menit ke-5:16 di kuarter kedua, Frank Ntilikina melanggar Nunn dengan jelas, tetapi keputusan tersebut tidak dianggap sebagai pelanggaran. Ini menunjukkan kesalahan yang jelas dan harus dihindari dalam pertandingan profesional.
Selain itu, dalam kuarter ketiga, Cedi Osman diberi 3 lemparan bebas setelah melanggar Papanikolaou, meskipun situasi tersebut tidak sesuai dengan aturan FIBA dan EuroLeague. Aturan menyatakan bahwa penilaian pelanggaran harus melibatkan dua aspek: pengumpulan bola (gather) dan gerakan naik (upward motion). Wasit cenderung fokus pada gather dan melewatkan upward motion.
Perbedaan dalam Penilaian Pelanggaran
Beberapa kasus menunjukkan ketidaksesuaian dalam penilaian pelanggaran. Misalnya, pada menit ke-9:13, Sloukas melanggar Tyler Dorsey, tetapi keputusan tersebut dianggap benar. Namun, pada kasus lain, seperti saat Vezenkov melanggar Nunn, keputusan dianggap benar. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian wasit tidak selalu konsisten.
Di akhir pertandingan, beberapa situasi sulit dihadapi oleh wasit. Pada menit ke-43, Kenneth Faried dinyatakan melakukan pelanggaran ofensif, tetapi keputusan tersebut dianggap benar. Selanjutnya, Dorsey dinyatakan melakukan pelanggaran perjalanan, meskipun situasi tersebut mungkin lebih cocok untuk jump ball.
Peran Wasit dalam Pertandingan
Dalam pertandingan ini, wasit menunjukkan kompetensi dalam menggunakan sistem replay. Crew chief memiliki kendali penuh atas sistem tersebut dan selalu menjadi penentu akhir dari keputusan, sesuai dengan manual EuroLeague. Meskipun Ataman merasa tidak puas dengan beberapa keputusan, ia juga menerima beberapa keuntungan dalam pertandingan.

>
>
>

Saat ini belum ada komentar