Kritik Pedas Terhadap Pemain yang Pilih Klub Lain Sebelum Kembali ke FC Twente
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah wawancara terbaru mengungkapkan pandangan tajam dari mantan pelatih FC Twente, René Wagelaar, terhadap aksi Miliano Jonathans. Pemain ini dulu menjadi incaran dua klub besar, FC Twente dan FC Utrecht. Meski memiliki potensi, ia memilih untuk bergabung dengan FC Utrecht meskipun hanya bermain sedikit di sana.
Perjalanan Karier yang Tidak Menjanjikan
Jonathans awalnya berada di bawah naungan Vitesse, yang memiliki kontrak yang akan segera berakhir. Hal ini membuat transfernya ke FC Twente menjadi lebih murah. Namun, karena permintaan agennya yang terlalu tinggi, kesepakatan tidak tercapai. Akhirnya, ia memutuskan untuk pindah ke FC Utrecht, meski hanya bermain beberapa kali.
Perspektif Mantan Pelatih FC Twente
René Wagelaar menilai bahwa Jonathans tidak sepenuhnya layak mendapatkan kesempatan di FC Twente. Ia menyebut pemain tersebut sebagai “pemain yang merasa lebih hebat dari yang sebenarnya”. Menurut Wagelaar, jika Jonathans memilih FC Twente, ia bisa memberi tekanan pada pelatih saat itu, Daan Rots, dan melangkah lebih jauh dalam kariernya.
Kritik terhadap Prioritas Pemain
Wagelaar juga mengkritik cara Jonathans memilih klub. Menurutnya, pemain tersebut lebih mementingkan uang daripada kesempatan bermain. Ia menegaskan bahwa dulu, para pemain tidak perlu menunggu lama untuk bermain di akhir pekan.
Keputusan yang Membuat Banyak Orang Bertanya
Setelah bermain di FC Utrecht selama beberapa waktu, Jonathans akhirnya dipinjam oleh Excelsior. Dalam pertandingan debutnya melawan Telstar, ia hanya bermain selama 16 menit. Kini, ia akan kembali ke De Grolsch Veste untuk menghadapi FC Twente, namun kritik terhadap tindakannya tetap mengemuka.
Reaksi Publik dan Media
Banyak orang mulai bertanya-tanya apakah keputusan Jonathans benar-benar untuk karier atau hanya karena faktor finansial. Beberapa media juga mengangkat isu ini, menyoroti bagaimana pengambilan keputusan pemain bisa memengaruhi masa depannya.
Penutup
Meski kritik terus mengalir, Jonathans tampaknya tetap berkomitmen pada langkahnya. Baginya, setiap pilihan adalah bentuk strategi untuk meraih tujuan. Namun, bagi banyak orang, keputusan ini masih menjadi pertanyaan besar tentang prioritas seorang atlet.

>
>
>

Saat ini belum ada komentar