Dampak Abrasi Laut yang Menghancurkan Bangunan di Pesisir Lumajang
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Abrasi laut yang terjadi di kawasan pesisir selatan Jawa Timur, khususnya di Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, telah menyebabkan kerusakan parah pada 7 warung milik warga. Fenomena ini terjadi setelah gelombang tinggi dan cuaca ekstrem mengguncang wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Penyebab Abrasi yang Terjadi di Pantai Dampar
Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, fenomena abrasi mulai terjadi sejak dua hari sebelum peristiwa utama. Gelombang laut yang mencapai ketinggian hingga 2 hingga 3 meter membuat aktivitas di sekitar pantai menjadi tidak aman. Nelayan setempat, Sumali, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan semakin memburuk.
“Sudah beberapa hari ini ketinggian ombak mencapai 2 sampai 3 meter. Ya ini sangat membahayakan aktivitas di pinggir pantai,” ujarnya.
Peran Cuaca Ekstrem dalam Memperparah Abrasi
Selain gelombang laut yang tinggi, angin kencang juga turut berkontribusi dalam memperparah kondisi abrasi. Menurut Yudi Cahyono, Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Lumajang, cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak Rabu (21/1/2026) menjadi faktor utama terjadinya abrasi.
“Jadi, air laut disertai gelombang tinggi itu mulai menghantam warung warga itu malam hari. Nah, puncaknya dini hari itu (kamis, Red), bangunan yang berbahan kayu jadi rusak dihantam ombak,” jelas Yudi saat dikonfirmasi.
Kerusakan yang Terjadi di Kawasan Pesisir Selatan
Kondisi abrasi yang terjadi di Pantai Dampar menimbulkan dampak signifikan terhadap bangunan-bangunan yang berada di sepanjang garis pantai. Sebanyak 7 warung milik warga terkena dampak langsung dari gelombang tinggi. Bahkan, beberapa di antaranya hancur total akibat benturan kuat dengan air laut.
Menurut Yudi, abrasi ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas gelombang laut yang dimulai sejak beberapa hari sebelum peristiwa. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi alam di kawasan pesisir selatan Lumajang semakin rentan terhadap ancaman bencana alam.
Imbauan untuk Meningkatkan Kewaspadaan
Untuk mengantisipasi potensi abrasi susulan, BPBD Lumajang mengimbau kepada warga dan wisatawan agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi. Upaya pemantauan terus dilakukan di sepanjang pesisir selatan guna memastikan keselamatan masyarakat.
“Kami akan terus memantau situasi di sepanjang pesisir selatan dan mengimbau warga maupun wisatawan untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi,” tambah Yudi.
Dampak Jangka Panjang terhadap Masyarakat
Kerusakan yang terjadi di kawasan pesisir selatan Lumajang tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga berpengaruh pada kehidupan ekonomi masyarakat sekitar. Warung-warung yang hancur merupakan sumber penghidupan bagi banyak keluarga. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah jangka panjang untuk mencegah dan mengurangi risiko abrasi di masa depan.***

>

Saat ini belum ada komentar