Perempuan PNS Menangis, Suara Bergetar, Irjen Herry Keluarkan Perintah Khusus
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 4 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kondisi apel pagi diMapolda Riau, Pekanbaru, Rabu 3 Desember 2025 tiba-tiba berubah emosional.
Dimulai ketika Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bertanya apakah ada personel atau pegawai yang keluarganya terkena dampak bencana longsor danbanjir bandangdi Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, serta Aceh.
Dari barisan paling belakang, seorang pegawai negeri sipil perempuan bernama Yurnita yang akrab dipanggil Bu Yuni mengangkat tangannya dengan suara gemetar, berusaha menahan air mata yang selama ini ia sembunyikan.
Yurnita adalah pegawai negeri sipil di Polda Riau yang berasal dari Nagari Palembayan, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, wilayah yang paling terparah terkena dampak banjir bandang.
Sampai saat ini, ia masih belum mampu berbicara dengan kedua orang tuanya yang tinggal di kampung halamannya.
Selain itu, saudara perempuannya yang tinggal di Aceh Tamiang, wilayah lain yang juga terkena dampak bencana, masih sulit dihubungi.
Saat dipanggil maju ke depan barisan, Yurnita tidak mampu menahan air matanya.
Di hadapan ratusan anggota dan jajaran Polda Riau, ia menyampaikan kekhawatiran dan ketakutan terhadap kondisi keluarga yang hingga saat ini belum diketahui nasibnya.
Setelah upacara HUT Korpri yang ke-54, Kapolda Riau segera memanggil Yurnita untuk berdiskusi secara pribadi.
Dengan penuh rasa kasihan, Irjen Herry Heryawan berusaha menenangkan Yurnita dengan mengingatkannya bahwa ia tidak sendirian dalam menghadapi rasa cemas tersebut.
Tanpa membuang waktu, Kapolda langsung memberikan perintah khusus, yaitu mengirimkan Yurnita ke Sumatera Barat pada hari yang sama, untuk bertemu dengan keluarganya di Nagari Selaras Air Timur, Palembayan.
“Segera berangkat. Bergabung dengan tim Polda Riau di lokasi. Pastikan Bu Yuni tiba di kampungnya untuk bertemu keluarganya,” perintah Kapolda dengan tegas. Namun, penuh kehangatan.
Perintah tersebut direspon dengan haru oleh seluruh jajaran Polda Riau.
Banyak rekan-rekan Yurnita turut meneteskan air mata melihat perhatian pimpinan mereka.
Yurnita kemudian dipersiapkan untuk diberangkatkan menuju Padang, bergabung dengan tim Polda Riau yang sudah berada di lokasi bencana.
Dari sana, ia akan diantar langsung menuju nagarinya untuk mencari dan menemui keluarga yang hingga kini belum diketahui kondisi mereka.
Bagi Yurnita, keputusan Kapolda itu bukan sekadar izin dinas. Itu adalah bentuk nyata perhatian dan kepedulian seorang pemimpin kepada bawahannya yang tengah dilanda musibah.
“Terima kasih, Pak. Saya tidak tahu apa yang harus diucapkan,” kata Yurnita sambil menangis, lalu akhirnya dipeluk oleh beberapa temannya. ***

>

Saat ini belum ada komentar