Pertamina Pastikan Kilang Tuban Masuk Tahap FID, Tetap Bermitra dengan Rosneft
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM.CO – PT Pertamina (Persero) memastikan proyek Kilang Tuban atau Grass Root Refinery (GRR) Tuban saat ini telah memasuki tahapFinal Investment Decision(FID) dan diharapkan selesai pada Desember 2025.
Kilang Tuban saat ini sedang dalam proses FID,Final Investment Decision,nanti setelah itu baru kita akan menilai apakahfeasibleUntuk melanjutkan, apakah ada rencana lainnya, tetapi hingga saat ini masih dalam proses,” kata Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri saat diwawancarai di Kantor Kementerian ESDM, Senin (10/11/2025).
Simon menambahkan, proses FID diharapkan selesai pada awal bulan Desember mendatang.
Kemungkinan FID kita akan melihat awal Desember, nanti kita akanupdate lagi,” katanya.
Selanjutnya, Simon memastikan bahwa proyek pabrik di Tuban, Jawa Timur, tetap berjalan dengan mitra lama, yaitu perusahaan energi asal Rusia, Rosneft.
“Masih bekerja sama dengan mitra lama,” tegasnya.
Sebelumnya, proyek GRR Tuban sempat mengalami hambatan karena ketidakpastian investasi dari pihak Rosneft, akibat sanksi Barat terhadap sektor energi Rusia. Meski begitu, Pertamina menegaskan kesiapan segi teknis dan non-teknis dari proyek tersebut.
Selanjutnya, proyek ini dikerjakan melalui kolaborasi antara PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), anak perusahaan Pertamina, dengan perusahaan anak dari Rosneft. Kilang Tuban termasuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) karena dianggap penting dalam memperkuat kemandirian energi nasional.
Sementara itu, Milla Suciyani, Pjs. Corporate Secretary KPI, menyampaikan bahwa saat ini usulan investasi untuk proyek GRR Tuban masih dalam proses penyelesaian.review dan finalisasi.
“Dan ditargetkan selesai pada kuartal keempat tahun 2025,” ujar Milla kepada DIAGRAMKOTA.COM, Selasa (15/7/2025).
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih melakukan penilaian mengenai kelanjutan investasi proyek kilang minyak di Tuban, Jawa Timur, yang dikerjakan oleh PT Pertamina (Persero) bekerja sama dengan mitranya dari Rusia, Rosneft.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pembahasan dengan Rosneft masih berlangsung. Ia menyebutkan besarnya investasi dalam proyek tersebut mencapai sekitar US$ 24 miliar dengan luas area lebih dari 800 hektare.
“Kemarin kita juga mengadakan diskusi dengan Rosneft. Sampai saat ini, kita sedang melakukan penilaian terhadap investasinya,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (24/6/2025).
Menurutnya, pemerintah dan pihak terkait masih melakukan evaluasi terhadap perhitungan ekonomi proyek tersebut.
Antara investasi dan nilai ekonominya masih terjadireview kembali. Belum tepat, belum sesuai,” tambahnya.

>
>
>

Saat ini belum ada komentar