Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Arsip "PEMERINTAHAN"

PEMERINTAHAN

Diagram kota berkomitmen menyajikan berita-berita segar seputar pembangunan kota khususnya di provinsi Jawa Timur tanpa meninggalkan isu-isu hangat di tingkat Nasional.

PEMKOT SURABAYA Wali Kota , Eri Cahyadi, Budaya ,Kemiskinan ,Surabaya

Pemkot Surabaya Komitmen Berikan Hunian Layak, Raih Penghargaan Terbaik I Program Rutilahu di Jawa Timur

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • account_circle Diagram Kota
  • visibility 19
  • 0Komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menyediakan hunian layak bagi warganya lewat Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) mendapatkan apresiasi dari tingkat Pemerintah Provinsi. Pemkot Surabaya berhasil menyabet penghargaan Terbaik I Kategori Pemerintah Daerah Dengan Dukungan APBD Program RTLH Tertinggi dalam ajang Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 yang digelar di Grand City Convex […]

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan tracing dan screening yang dilakukan secara rutin di sejumlah wilayah. Hingga Mei 2026, capaian pemeriksaan suspek TBC di Kota Pahlawan menunjukkan perkembangan yang signifikan dan menjadi bagian dari upaya mendukung target nasional eliminasi TBC pada 2030. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan saat ini terdapat lima area di Kota Pahlawan yang menjadi fokus kegiatan tracing dan screening setiap pekan. "Kita punya kegiatan untuk tracing dan screening. Di Surabaya ini ada lima area yang setiap minggu itu kita lakukan kegiatan untuk tracing dan screening," ujar dr Billy, Rabu (10/6/2026). Billy menjelaskan, tracing dilakukan terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC. Sedangkan screening menyasar masyarakat yang tidak bergejala maupun tidak memiliki riwayat kontak dengan penderita. "Jadi tracing ini untuk yang kontak erat. Sedangkan screening (untuk) yang tidak bergejala, dan tidak pernah kontak juga," katanya. Berdasarkan data Dinkes Surabaya periode Januari-Mei 2026, dari target penemuan 61.624 suspek atau terduga TBC, sebanyak 44.088 orang telah diperiksa atau mencapai 71,54 persen. Sementara capaian skrining telah menjangkau 644.201 penduduk atau 45,78 persen dari target 50 persen jumlah penduduk yang harus diskrining. Dari estimasi 11.412 kasus TBC pada 2026, sebanyak 4.191 kasus berhasil ditemukan, terdiri atas 4.078 kasus TBC sensitif obat (SO) dan 113 kasus TBC resistan obat (RO). Saat ini, sebanyak 4.166 pasien TBC tengah menjalani pengobatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Surabaya. Untuk kasus TBC SO, sebanyak 3.443 pasien atau 84,43 persen telah memulai pengobatan. Sedangkan dari 113 kasus TBC RO yang ditemukan, sebanyak 90 pasien atau 79,65 persen telah menjalani terapi. Tingkat keberhasilan pengobatan atau Treatment Success Rate (TSR) TBC SO di Surabaya tercatat mencapai 89,36 persen, sementara angka kematian pasien TBC selama menjalani pengobatan berada di angka 1,80 persen. Selain itu, Dinkes Surabaya juga mencatat sebanyak 2.461 investigasi kontak telah dilakukan dan 2.729 orang mendapatkan terapi pencegahan kontak serumah sebagai bagian dari upaya memutus rantai penularan. Menurut Billy, hasil kegiatan tracing dan screening yang dilakukan secara rutin tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Hingga Mei 2026, pemeriksaan telah dilakukan terhadap lebih dari separuh target temuan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. "Nah, sampai bulan Mei kemarin kita sudah lakukan pemeriksaan itu terhadap sekitar 50 persen lebih dari 68.000 estimasi (target penemuan) yang diberikan Kemenkes ke Kota Surabaya," ungkap dr Billy. Ia mengungkapkan, kegiatan tracing dan screening salah satunya digelar di Puskesmas Sawah Pulo, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir. Dalam kegiatan itu, Dinkes Surabaya melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), dokter spesialis paru, serta residen paru. "Di sana kita libatkan FK Unair dari dokter spesialis paru dan residen paru. Ada turun sekitar enam orang dan kepala Irna-nya (Instalasi Rawat Inap)," ujarnya. Selain dukungan tenaga medis, dr Billy menyebut kegiatan tersebut juga memanfaatkan teknologi pemeriksaan terbaru yang dinilai dapat mempermudah deteksi TBC. "Ada alat untuk pemeriksaan baru. Kalau selama ini kan kita harus pakai dahak. Nah, kesulitan untuk dapat dahak ini, ternyata ada alat yang bisa membantu kita, cukup saliva atau air liur saja kita bisa mendeteksinya," jelas dr Billy. Bahkan, dr Billy menuturkan bahwa pengembangan metode pemeriksaan tersebut mendapat dukungan dari tim ahli internasional. "Jadi, kegiatan itu didukung oleh tim ahli juga dari Cina dan Korea," imbuhnya. Billy menjelaskan, langkah penanganan TBC di Surabaya dilakukan segera setelah pasien terdiagnosis. Obat dan paket terapi telah tersedia di seluruh puskesmas untuk memastikan pasien dapat segera menjalani pengobatan. "Jadi langkah dari tracing dan screening ini begitu kita ketemu, langsung kita terapi. Setelah diagnostik selesai kita terapi. Paket-paket untuk terapi ini sudah ada di Puskesmas," bebernya. Untuk memastikan keberhasilan pengobatan, Dinkes Surabaya juga melibatkan Kader Surabaya Hebat (KSH), petugas puskesmas, dan tim Dinkes dalam memantau kepatuhan pasien mengonsumsi obat. "Jadi baik itu Kader Surabaya Hebat, tim dari Puskesmas setempat dan Dinas Kesehatan akan memantau memantau ketaatan minum obatnya," kata dr Billy. Menurutnya, durasi terapi yang cukup panjang kerap menjadi tantangan bagi pasien. Karena itu, pendampingan dan motivasi terus diberikan agar pasien tidak menghentikan pengobatan di tengah jalan. "Sehingga obat yang diberikan benar-benar diminum karena terapinya cukup banyak. Itu yang membuat kadang-kadang pasien lelah. Nah, kita motivasi terus sehingga mereka tetap semangat," tuturnya. Pihaknya berharap berbagai upaya yang dilakukan Pemkot Surabaya dapat membantu pencapaian target nasional eliminasi TBC pada 2030. "Kita harapkan paling tidak target dari Kementerian Kesehatan itu kita bisa dapat, sehingga angka eliminasi TB (tahun 2030) yang diharapkan itu tercapai," pungkasnya. Target tersebut sejalan dengan Perpres Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, yang menargetkan angka kejadian TBC turun menjadi 65 kasus per 100.000 penduduk dan angka kematian menjadi 6 kasus per 100.000 penduduk pada 2030. (*)

Pemkot Surabaya Perkuat Penanggulangan TBC, Pemeriksaan Suspek Capai 71,54 Persen

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • account_circle Diagram Kota
  • visibility 20
  • 0Komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan tracing dan screening yang dilakukan secara rutin di sejumlah wilayah. Hingga Mei 2026, capaian pemeriksaan suspek TBC di Kota Pahlawan menunjukkan perkembangan yang signifikan dan menjadi bagian dari upaya mendukung target nasional eliminasi TBC pada 2030. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota […]

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan tracing dan screening yang dilakukan secara rutin di sejumlah wilayah. Hingga Mei 2026, capaian pemeriksaan suspek TBC di Kota Pahlawan menunjukkan perkembangan yang signifikan dan menjadi bagian dari upaya mendukung target nasional eliminasi TBC pada 2030. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan saat ini terdapat lima area di Kota Pahlawan yang menjadi fokus kegiatan tracing dan screening setiap pekan. "Kita punya kegiatan untuk tracing dan screening. Di Surabaya ini ada lima area yang setiap minggu itu kita lakukan kegiatan untuk tracing dan screening," ujar dr Billy, Rabu (10/6/2026). Billy menjelaskan, tracing dilakukan terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC. Sedangkan screening menyasar masyarakat yang tidak bergejala maupun tidak memiliki riwayat kontak dengan penderita. "Jadi tracing ini untuk yang kontak erat. Sedangkan screening (untuk) yang tidak bergejala, dan tidak pernah kontak juga," katanya. Berdasarkan data Dinkes Surabaya periode Januari-Mei 2026, dari target penemuan 61.624 suspek atau terduga TBC, sebanyak 44.088 orang telah diperiksa atau mencapai 71,54 persen. Sementara capaian skrining telah menjangkau 644.201 penduduk atau 45,78 persen dari target 50 persen jumlah penduduk yang harus diskrining. Dari estimasi 11.412 kasus TBC pada 2026, sebanyak 4.191 kasus berhasil ditemukan, terdiri atas 4.078 kasus TBC sensitif obat (SO) dan 113 kasus TBC resistan obat (RO). Saat ini, sebanyak 4.166 pasien TBC tengah menjalani pengobatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Surabaya. Untuk kasus TBC SO, sebanyak 3.443 pasien atau 84,43 persen telah memulai pengobatan. Sedangkan dari 113 kasus TBC RO yang ditemukan, sebanyak 90 pasien atau 79,65 persen telah menjalani terapi. Tingkat keberhasilan pengobatan atau Treatment Success Rate (TSR) TBC SO di Surabaya tercatat mencapai 89,36 persen, sementara angka kematian pasien TBC selama menjalani pengobatan berada di angka 1,80 persen. Selain itu, Dinkes Surabaya juga mencatat sebanyak 2.461 investigasi kontak telah dilakukan dan 2.729 orang mendapatkan terapi pencegahan kontak serumah sebagai bagian dari upaya memutus rantai penularan. Menurut Billy, hasil kegiatan tracing dan screening yang dilakukan secara rutin tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Hingga Mei 2026, pemeriksaan telah dilakukan terhadap lebih dari separuh target temuan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. "Nah, sampai bulan Mei kemarin kita sudah lakukan pemeriksaan itu terhadap sekitar 50 persen lebih dari 68.000 estimasi (target penemuan) yang diberikan Kemenkes ke Kota Surabaya," ungkap dr Billy. Ia mengungkapkan, kegiatan tracing dan screening salah satunya digelar di Puskesmas Sawah Pulo, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir. Dalam kegiatan itu, Dinkes Surabaya melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), dokter spesialis paru, serta residen paru. "Di sana kita libatkan FK Unair dari dokter spesialis paru dan residen paru. Ada turun sekitar enam orang dan kepala Irna-nya (Instalasi Rawat Inap)," ujarnya. Selain dukungan tenaga medis, dr Billy menyebut kegiatan tersebut juga memanfaatkan teknologi pemeriksaan terbaru yang dinilai dapat mempermudah deteksi TBC. "Ada alat untuk pemeriksaan baru. Kalau selama ini kan kita harus pakai dahak. Nah, kesulitan untuk dapat dahak ini, ternyata ada alat yang bisa membantu kita, cukup saliva atau air liur saja kita bisa mendeteksinya," jelas dr Billy. Bahkan, dr Billy menuturkan bahwa pengembangan metode pemeriksaan tersebut mendapat dukungan dari tim ahli internasional. "Jadi, kegiatan itu didukung oleh tim ahli juga dari Cina dan Korea," imbuhnya. Billy menjelaskan, langkah penanganan TBC di Surabaya dilakukan segera setelah pasien terdiagnosis. Obat dan paket terapi telah tersedia di seluruh puskesmas untuk memastikan pasien dapat segera menjalani pengobatan. "Jadi langkah dari tracing dan screening ini begitu kita ketemu, langsung kita terapi. Setelah diagnostik selesai kita terapi. Paket-paket untuk terapi ini sudah ada di Puskesmas," bebernya. Untuk memastikan keberhasilan pengobatan, Dinkes Surabaya juga melibatkan Kader Surabaya Hebat (KSH), petugas puskesmas, dan tim Dinkes dalam memantau kepatuhan pasien mengonsumsi obat. "Jadi baik itu Kader Surabaya Hebat, tim dari Puskesmas setempat dan Dinas Kesehatan akan memantau memantau ketaatan minum obatnya," kata dr Billy. Menurutnya, durasi terapi yang cukup panjang kerap menjadi tantangan bagi pasien. Karena itu, pendampingan dan motivasi terus diberikan agar pasien tidak menghentikan pengobatan di tengah jalan. "Sehingga obat yang diberikan benar-benar diminum karena terapinya cukup banyak. Itu yang membuat kadang-kadang pasien lelah. Nah, kita motivasi terus sehingga mereka tetap semangat," tuturnya. Pihaknya berharap berbagai upaya yang dilakukan Pemkot Surabaya dapat membantu pencapaian target nasional eliminasi TBC pada 2030. "Kita harapkan paling tidak target dari Kementerian Kesehatan itu kita bisa dapat, sehingga angka eliminasi TB (tahun 2030) yang diharapkan itu tercapai," pungkasnya. Target tersebut sejalan dengan Perpres Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, yang menargetkan angka kejadian TBC turun menjadi 65 kasus per 100.000 penduduk dan angka kematian menjadi 6 kasus per 100.000 penduduk pada 2030. (*)

Pemkot Surabaya Perkuat Penanggulangan TBC, Pemeriksaan Suspek Capai 71,54 Persen

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • account_circle Diagram Kota
  • visibility 20
  • 0Komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan tracing dan screening yang dilakukan secara rutin di sejumlah wilayah. Hingga Mei 2026, capaian pemeriksaan suspek TBC di Kota Pahlawan menunjukkan perkembangan yang signifikan dan menjadi bagian dari upaya mendukung target nasional eliminasi TBC pada 2030. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota […]

Pemkot Surabaya, PKL,

Pemkot Surabaya Tertibkan Lapak PKL Gembong Tebasan, Kembalikan Fungsi Saluran

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • account_circle Diagram Kota
  • visibility 15
  • 0Komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Gembong Tebasan, pada Rabu (10/6/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya penegakan aturan serta pengembalian fungsi saluran air dan bahu jalan yang selama ini digunakan untuk berjualan. Dalam operasi gabungan ini, Satpol PP Surabaya […]

Perlindungan Konsumen, Pemkot Surabaya,

Perkuat Perlindungan Konsumen, Pemkot Surabaya Sidak dan Pelayanan Tera Timbangan

  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • account_circle Diagram Kota
  • visibility 17
  • 0Komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat perlindungan konsumen sekaligus menjaga keadilan bagi pedagang melalui program inspeksi mendadak (sidak) pasar dan pelayanan tera timbangan. Upaya itu kembali dilakukan di Pasar Pahing Rungkut, Surabaya, Rabu (10/6/2026), dengan memeriksa akurasi timbangan milik para pedagang secara gratis. Koordinator Sidak Pasar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta […]

Kekerasan Remaja

Kekerasan Remaja di Surabaya Memicu Keprihatinan Serius dari Anggota DPRD

  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • account_circle Diagram Kota
  • visibility 4
  • 0Komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Kasus kematian Thomas Julius Kristianto (19), seorang pelajar SMAN 11 Surabaya, akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan rekan sebayanya, memicu perhatian serius dari anggota DPRD Surabaya. Josiah Michael, anggota Komisi C DPRD Surabaya, menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap insiden kekerasan remaja ini, yang menurutnya melampaui batas kenakalan remaja biasa. Peristiwa yang Menimbulkan Kekhawatiran Menurut informasi yang […]

Seleksi Anggota Direksi, PDAM Surya Sembada, Kota Surabaya

DPRD Surabaya Minta PDAM Surya Sembada Selesaikan Keluhan Warga Maksimal 1×24 Jam

  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • account_circle Diagram Kota
  • visibility 7
  • 0Komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Kebutuhan akan layanan air bersih yang cepat dan efisien menjadi fokus utama dalam rapat Komisi B DPRD Surabaya. Anggota Komisi B, Bagas Iman Waluyo, mengingatkan PDAM Surya Sembada untuk meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam menangani aduan masyarakat. Dalam keterangannya, Bagas menekankan bahwa setiap laporan harus ditangani dalam waktu maksimal 1×24 jam. Permasalahan Distribusi Air […]

DPRD Surabaya ,

DPRD Surabaya Siapkan Solusi Mediasi 600 Kepala Keluarga Terdampak Sengketa Tanah di Bulak

  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • account_circle Diagram Kota
  • visibility 5
  • 0Komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Sengketa tanah yang terjadi di kawasan Bulak, Surabaya, telah berdampak pada kehidupan masyarakat dan pembangunan infrastruktur. Sebanyak 600 kepala keluarga (KK) tinggal di RT 05/RW 06 Bulak menghadapi ketidakpastian status lahan yang mereka tempati selama bertahun-tahun. Pemilik lahan mengklaim memiliki dokumen Petok D dan Petok C sebagai dasar penguasaan lahan. Namun, muncul pihak lain […]

KIP, Kuliah , DTSEN

KIP Kuliah 2026: Jadwal dan Cara Daftar untuk Seleksi Mandiri PTS

  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • account_circle Diagram Kota
  • visibility 15
  • 0Komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Program KIP Kuliah 2026 menjadi salah satu solusi pendidikan bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan tinggi secara merata, terutama bagi lulusan SMA, SMK, atau MA. Salah satu jalur yang bisa diikuti adalah seleksi mandiri PTS (Perguruan Tinggi Swasta). Berikut informasi lengkap mengenai jadwal pendaftaran […]

DPRD Surabaya

DPRD Surabaya: Jalan, Saluran dan Penerangan Jalan Terbanyak Diminta Warga

  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • account_circle Diagram Kota
  • visibility 14
  • 0Komentar

DIAGRAMKOTA.COM – DPRD Kota Surabaya telah melakukan reses sebagai bentuk tanggung jawab konstitusional dalam menyerap aspirasi masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga sarana penting untuk memastikan kebutuhan warga terwakili dalam perencanaan pembangunan daerah. Sebanyak 50 anggota DPRD Surabaya turun langsung ke masyarakat guna menyerap berbagai masalah yang mereka hadapi. Hasilnya, sejumlah usulan […]

expand_less