Aiptu M. Nor: Keterbukaan terhadap Kritik Perkuat Kepercayaan Masyarakat kepada Polri
- account_circle Teguh Priyono
- calendar_month 35 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Aiptu M. Nor menegaskan bahwa keterbukaan terhadap kritik menjadi salah satu kunci utama dalam memperkuat kepercayaan masyarakat kepada Polri.
Menurutnya, kritik yang disampaikan secara objektif, santun, dan berdasarkan fakta dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan profesionalisme serta kualitas pelayanan kepolisian.
Ia mengatakan Polri harus terus membangun budaya terbuka dalam menerima berbagai masukan dari masyarakat.
Dengan sikap tersebut, institusi kepolisian dapat melakukan pembenahan secara berkelanjutan sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dengan warga.
“Keterbukaan terhadap kritik menunjukkan komitmen Polri untuk terus belajar, berbenah, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kepercayaan publik tumbuh ketika masyarakat melihat adanya kemauan untuk memperbaiki setiap kekurangan,” ujar Aiptu M. Nor.
Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.
Sebaliknya, Polri memiliki tanggung jawab untuk mendengar setiap aspirasi dan menjadikannya sebagai dasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Aiptu M. Nor menjelaskan bahwa kritik yang membangun tidak boleh dipandang sebagai bentuk permusuhan terhadap institusi. Sebaliknya,
kritik harus dimanfaatkan sebagai cermin untuk melihat berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki agar pelayanan kepolisian semakin profesional, transparan, dan akuntabel.
Ia menilai komunikasi yang terbuka antara polisi dan masyarakat akan menciptakan hubungan yang saling percaya.
Ketika masyarakat merasa didengar dan aspirasinya mendapat perhatian, kepercayaan terhadap institusi kepolisian akan semakin meningkat.
“Polisi dan masyarakat memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan keamanan, ketertiban, dan keadilan. Karena itu, kritik yang objektif harus menjadi energi positif untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, Aiptu M. Nor juga mengajak masyarakat untuk menyampaikan kritik secara bijaksana serta mengedepankan data dan fakta.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat memicu kesalahpahaman di ruang publik.
Sementara itu, ia mendorong seluruh personel Polri agar terus meningkatkan integritas, profesionalisme, serta kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat.
Menurutnya, pelayanan yang humanis dan responsif akan memperkuat citra positif Polri di tengah masyarakat.
Aiptu M. Nor meyakini bahwa sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga keamanan serta memperkuat demokrasi.
Dengan keterbukaan terhadap kritik dan komitmen untuk terus melakukan perbaikan, Polri akan semakin dipercaya sebagai institusi yang hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat merupakan modal terbesar bagi Polri. Karena itu, kami harus terus membuka ruang dialog, menerima kritik dengan lapang dada, dan menjadikannya sebagai motivasi untuk memberikan pelayanan yang semakin baik,” pungkasnya.(Dk/yud)
- Penulis: Teguh Priyono

>
