Lonjakan Penjualan Kurma di Lumajang Selama Ramadan 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Penjualan kurma di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami peningkatan yang signifikan pada awal bulan suci Ramadan 2026. Data menunjukkan bahwa penjualan melonjak hingga 15 kali lipat dibandingkan dengan hari biasa. Fenomena ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat terhadap kurma sebagai bahan takjil dan untuk keperluan donasi ke masjid-masjid di wilayah tersebut.
Kenaikan Omzet Pedagang
Para pedagang di pusat perbelanjaan melaporkan kenaikan omzet yang sangat signifikan sejak hari pertama puasa. Volume penjualan yang biasanya hanya puluhan kilogram, kini menyentuh angka ratusan kilogram setiap harinya. Luluk Masulah, salah satu penjual kurma di Toko Haikal Lumajang, mengungkapkan bahwa toko miliknya kini mampu menjual hingga 300 kilogram kurma per hari. Padahal, pada hari biasa di luar bulan Ramadan, rata-rata penjualan hanya mencapai 20 kilogram saja.
“Biasanya kalau di luar bulan puasa cuma terjual 20 kilogram sehari, kecuali kalau ada orang pulang umroh. Sekarang di awal Ramadan sampai kewalahan karena sehari bisa 300 kilogram,” ujar Luluk.
Alasan Meningkatnya Permintaan
Meningkatnya penjualan ini disebabkan oleh tradisi masyarakat yang menjadikan kurma sebagai hidangan wajib saat berbuka puasa. Selain untuk konsumsi rumah tangga, banyak warga memborong kurma untuk dibagikan sebagai takjil jemaah di masjid.
“Kalau rata-rata itu untuk kebutuhan bahan baku takjil, jadi diborong untuk bisa dibagi-bagi juga ke masjid,” tambah Luluk. Fenomena ini menunjukkan tingginya semangat berbagi masyarakat Lumajang di awal bulan suci.
Variasi Kurma yang Tersedia
Toko Haikal menyediakan berbagai varietas kurma yang didatangkan langsung dari negara-negara produsen seperti Mesir, Tunisia, hingga Palestina. Ketersediaan stok yang beragam ini memberikan banyak pilihan bagi konsumen sesuai dengan selera masing-masing. Harga yang dipatok sangat bervariasi tergantung pada jenis dan kualitas kurma yang dipilih pembeli. Konsumen bisa mendapatkan kurma mulai dari harga paling murah Rp30 ribu per kilogram hingga kualitas premium seharga Rp240 ribu per kilogram.
Kurma Sukari Paling Banyak Diburu
Di tengah beragamnya pilihan, kurma jenis Sukari tercatat sebagai varian yang paling banyak diburu oleh warga Lumajang. Paket kurma Sukari yang dibanderol seharga Rp170 ribu per 3 kilogram menjadi produk paling laris di pasaran saat ini.
Kurma Sukari sangat digemari karena memiliki rasa manis yang khas serta tekstur daging buah yang sangat lembut. Karakteristik tersebut membuatnya sangat cocok dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
“Minat pembeli itu biasanya paling banyak cari kurma jenis Sukari, kemarin hari pertama puasa aja sampai lebih dari 50 kilogram,” ungkap Luluk.
Budaya Berbagi dan Kebersamaan
Peningkatan penjualan kurma tidak hanya menjadi indikator ekonomi, tetapi juga mencerminkan budaya berbagi dan kebersamaan yang kental dalam masyarakat Lumajang. Kurma menjadi simbol kebersihan dan kesederhanaan dalam tradisi Ramadan, yang membawa makna spiritual dan sosial yang mendalam.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar