Prakiraan Cuaca Jawa Timur untuk Hari Selasa, 17 Februari 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Hampir seluruh wilayah di Jawa Timur diperkirakan akan mengalami hujan pada pagi hingga siang hari pada hari Selasa, 17 Februari 2026. Perubahan cuaca ini menjadi perhatian khusus bagi masyarakat setempat yang harus tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Wilayah dengan Prediksi Cuaca Cerah Berawan
Beberapa daerah di Jawa Timur tidak mengalami hujan pada hari tersebut, melainkan hanya berawan. Daerah-daerah tersebut antara lain Banyuwangi, Blitar, Jember, Kota Blitar, dan Tulungagung. Masyarakat di wilayah ini dapat merencanakan aktivitas luar ruangan tanpa kekhawatiran terhadap hujan.
Aktivitas Cuaca di Wilayah Surabaya dan Sekitarnya
BMKG Juanda memprakirakan bahwa wilayah Surabaya dan sekitarnya akan lebih aktif dalam hal cuaca pada periode 11 hingga 20 Februari 2026. Hal ini menunjukkan kemungkinan adanya perubahan cuaca yang signifikan dalam beberapa hari mendatang.
Daerah Rawan Banjir dan Longsor
BMKG juga memberikan informasi mengenai daerah-daerah yang rawan banjir dan longsor akibat kondisi cuaca ekstrem. Berikut adalah daftar wilayah yang termasuk dalam kategori rawan banjir:
- Kecamatan Kasiman, Bojonegoro
- Kecamatan Wonosari, Madiun
- Kecamatan Bagor, Nganjuk
- Kecamatan Babat, Lamongan
- Kecamatan Benowo, Surabaya
- Kecamatan Jrengik, Sampang
- Kecamatan Rejoso, Nganjuk
- Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi
- Kecamatan Tempeh, Lumajang
- Kecamatan Durenan, Trenggalek
Sementara itu, daerah yang rawan longsor antara lain:
- Pujon, Kabupaten Malang
- Junrejo, Kota Batu
- Binakal, Kabupaten Bondowoso
- Klabang, Kabupaten Situbondo
- Ledokombo, Kabupaten Jember
- Arjosari, Kabupaten Pacitan
Puncak Musim Hujan di Jawa Timur
Sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan. Dalam 10 hari ke depan, diprediksi akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Faktor-faktor seperti monsun Asia, konvergensi angin, dan gangguan gelombang atmosfer MJO (Madden Julian Oscillation) turut berkontribusi pada kondisi ini.
Selain itu, suhu muka laut di perairan Selat Madura masih cukup tinggi serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menyebabkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Imbauan BMKG untuk Warga Jawa Timur
BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak. Mereka diminta untuk memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca secara berkala agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem
Kondisi cuaca ekstrem di Jawa Timur dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain:
- Aktivitas monsun Asia yang meningkat
- Pola pertemuan angin (konvergensi) yang berpotensi memicu hujan intens
- Gangguan gelombang atmosfer MJO yang melintasi wilayah Jawa Timur
- Suhu muka laut yang masih stabil di sekitar Selat Madura
- Atmosfer lokal yang cenderung labil
Tips untuk Menghadapi Cuaca Ekstrem
Masyarakat di Jawa Timur disarankan untuk:
- Memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca secara rutin
- Menyimpan perlengkapan darurat seperti senter, makanan siap saji, dan alat komunikasi
- Menghindari area yang rawan banjir atau longsor
- Menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan
Dengan persiapan yang matang dan kesadaran akan risiko cuaca ekstrem, masyarakat dapat lebih aman dan nyaman dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar