Aspirasi Generasi Muda Menjadi Fokus Utama dalam Kegiatan Reses DPRD Jatim
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 21 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Plt Ketua DPC PDIP Surabaya. Yordan Batara Goa.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat, Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa, menggelar kegiatan reses di kawasan Dukuh Kalikendal, Surabaya. Acara ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai keluhan dan harapan terkait isu-isu penting yang mereka alami sehari-hari.
Salah satu tema utama yang muncul adalah kebutuhan pengembangan diri bagi generasi muda atau Gen-Z. Warga menyampaikan bahwa banyak anak muda memiliki potensi dan minat yang ingin dikembangkan, namun kurangnya akses informasi membuat mereka kesulitan memperoleh pelatihan yang relevan. Hal ini menunjukkan pentingnya program pemerintah yang dapat memberdayakan pemuda dengan berbagai keterampilan sesuai minat mereka.
Program Pelatihan Gratis untuk Anak Muda
Menanggapi aspirasi tersebut, Yordan menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan beberapa program pelatihan gratis yang bisa dimanfaatkan oleh generasi muda. Di tingkat kota, setiap RW mendapatkan alokasi dana sebesar Rp5 juta yang dapat digunakan untuk kegiatan pengembangan potensi pemuda. Sementara itu, di tingkat provinsi, tersedia berbagai pelatihan melalui BLK Jawa Timur, Millennial Job Center (MJC), serta pelatihan vokasi dan industri nasional.
Beberapa pelatihan yang ditawarkan mencakup berbagai bidang seperti otomotif, administrasi perkantoran, tata boga, pengelolaan media sosial, desain grafis, hingga pendidikan kecakapan kerja. Contohnya, ada pelatihan barbershop selama dua hari dan pelatihan barista selama 23 hari agar peserta benar-benar siap bekerja.
Isu Lain yang Disampaikan Warga
Selain fokus pada pengembangan Gen-Z, warga juga menyampaikan berbagai isu lain yang menjadi perhatian. Salah satunya adalah lambannya penanganan perbaikan gorong-gorong di lingkungan permukiman. Masalah ini berdampak pada kenyamanan dan keamanan warga, terutama saat musim hujan.
Selain itu, kendala administrasi kependudukan juga menjadi salah satu topik yang dibahas. Beberapa warga mengeluhkan bahwa KTP mereka menjadi tidak aktif akibat proses perpindahan domisili antar daerah. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan dalam pengurusan dokumen-dokumen penting.
Tindak Lanjut dari DPRD Jatim
Yordan menegaskan bahwa semua aspirasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan dinas dan pemerintah daerah terkait. Ia menekankan bahwa DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap pemerintah dan akan terus mendorong agar pelayanan publik dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Ia juga menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya maupun Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mencari solusi atas masalah administrasi kependudukan. Tujuannya adalah agar warga tetap memiliki KTP yang aktif dan dapat memperoleh hak identitasnya.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar