DIAGRAMKOTA.COM— Ledakan keras mengguncang kawasan komersial San Antonio, Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 07.11 WIB.
Polisi langsung melakukan pemeriksaan untuk mengungkap penyebab peristiwa tersebut.
Ledakan merusak sejumlah bangunan di sekitar lokasi. Kaca ruko pecah, rangka bangunan terlepas, dan material bangunan berserakan di area jalan.
Petugas gabungan kemudian mengamankan dan mensterilkan lokasi.
Mereka membatasi akses warga untuk mencegah masyarakat mendekati titik kejadian selama proses pemeriksaan berlangsung.
Lima Orang Luka
Informasi sementara menyebut lima orang mengalami luka akibat ledakan. Petugas mengevakuasi korban untuk mendapatkan penanganan medis.
Petugas juga melakukan pendataan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan. Data awal menunjukkan sedikitnya 20 bangunan terdampak.
Dalam perkembangan berikutnya, pendataan petugas mencatat dampak kerusakan mencapai 41 bangunan, termasuk sejumlah rumah warga. Tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat.
Tekanan ledakan juga berdampak pada beberapa kendaraan yang berada di sekitar kawasan tersebut.
Polisi Lakukan Olah TKP
Polisi bersama tim terkait melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari sumber ledakan.
Petugas memeriksa kondisi bangunan, material, dan area di sekitar titik kejadian.
Dari pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan kandungan atau bahan peledak. Dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas yang kemudian memicu ledakan.
Meski demikian, polisi belum menetapkan penyebab pasti. Petugas masih mengumpulkan bukti dan keterangan untuk memastikan rangkaian kejadian tersebut.
Lokasi Masih Disterilkan
Petugas meminta masyarakat yang tidak berkepentingan menjauh dari lokasi.
Mereka melakukan sterilisasi untuk menjaga keselamatan warga dan mendukung proses pemeriksaan.
Petugas juga masih mendata kerusakan bangunan dan kendaraan serta memantau kondisi para korban.
Hingga berita ini disusun, polisi masih menyelidiki penyebab pasti ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya.
Data jumlah bangunan terdampak juga masih dapat berubah sesuai hasil pendataan lanjutan. (Dk/yud)
















