DIAGRAMKOTA.COM – Pada hari ini, Sabtu, 17 Oktober 2026, Presiden Republik Indonesia ke-10, Prabowo Subianto, genap berusia 75 tahun. Perayaan ulang tahun yang penuh makna ini tak hanya menjadi momen refleksi atas perjalanan panjangnya sebagai tokoh militer, politik, dan pemimpin bangsa, tetapi juga mengungkapkan sisi personal yang sangat dekat dengan masyarakat melalui selera kuliner sederhana yang ia miliki.
Makanan Favorit yang Tak Pernah Jauh dari Negeri Ini
Prabowo dikenal tidak hanya sebagai sosok yang tegas dalam kebijakan, tetapi juga pribadi yang rendah hati dan mudah akrab dengan budaya rumahan. Hal ini tercermin dari daftar makanan favoritnya yang justru sangat familiar di setiap dapur keluarga Indonesia.
Salah satu hidangan yang paling sering disebut oleh Prabowo adalah gado-gado. Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Raffi Ahmad, ia menyampaikan bahwa gado-gado merupakan salah satu menu yang selalu menemani santapannya. Hidangan tradisional berbahan sayuran segar, tahu, tempe, telur rebus, serta saus kacang yang kental ini bukan hanya lezat, tapi juga simbol dari keragaman kuliner nusantara yang ia junjung tinggi.
Bubur Ayam dan Kebiasaan Unik Saat Menyantapnya
Selain gado-gado, bubur ayam juga menjadi salah satu makanan andalan Prabowo. Ia memiliki kebiasaan unik saat menyantap bubur ini: ia lebih suka yang diaduk sebelum dimakan. Dalam sesi tanya jawab dengan Najwa Shihab, ia menjelaskan bahwa adukan bubur membuat teksturnya lebih merata dan rasa bumbu lebih menyatu dengan nasi, sehingga memberikan pengalaman makan yang lebih memuaskan.
Ini menunjukkan bahwa meski berstatus kepala negara, Prabowo tetap menjaga kebiasaan sederhana dan tidak terlalu formal dalam hal makan.
Nasi Goreng Megawati: Simbol Hubungan Khusus dan Keakraban
Tak kalah menarik adalah preferensi Prabowo terhadap nasi goreng buatan Megawati Soekarnoputri, mantan Presiden RI ke-5. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra dan Ketua MPR RI periode 2024–2029, Ahmad Muzani, pernah mengungkapkan bahwa Prabowo sering menyebut nasi goreng buatan Ibu Mega sebagai salah satu masakan paling berkesan dalam hidupnya.
Menurut Muzani, ada tiga varian nasi goreng buatan Megawati yang paling disenangi Prabowo:
– Nasi goreng ikan asin
– Nasi goreng ayam
– Nasi goreng kambing
“Ketiganya, kata Pak Prabowo, enak sekali,” ujar Muzani, menambahkan bahwa hubungan antara dua tokoh penting ini bukan hanya politis, tetapi juga penuh kehangatan emosional yang terwujud dalam bentuk masakan rumahan.
Mie Instan dan Lauk Rumahan yang Tak Pernah Hilang dari Meja Makan
Di tengah kesibukan negara, Prabowo ternyata juga menyukai makanan praktis seperti mie instan, khususnya merek Indomie. Ia diketahui sering menyantap mie instan sebagai menu cepat saat sedang sibuk atau melakukan perjalanan dinas. Ini menunjukkan bahwa ia tetap menghargai kenyamanan dan kemudahan tanpa harus meninggalkan nilai-nilai sederhana.
Lauk-lauk rumahan seperti telur dadar, cah kangkung, ikan asin, dan terong balado juga termasuk dalam daftar makanan favoritnya. Semua ini merupakan bagian dari warisan kuliner Indonesia yang sederhana namun kaya rasa.
Inspirasi dari Kebiasaan Makan: Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Prestasi Prabowo dalam bidang sosial pun turut terinspirasi dari gaya hidupnya yang sederhana. Pada perayaan ulang tahunnya pada 2025, pemerintah mengumumkan bahwa menu nasi goreng menjadi andalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa di seluruh Indonesia. Menu ini dipilih karena mencerminkan selera presiden dan juga sebagai bentuk komitmen untuk menyediakan makanan bergizi bagi generasi muda.
Program ini menjadi bukti bahwa kebiasaan pribadi sang presiden bisa menjadi gerakan nasional yang membawa dampak positif bagi banyak orang.
Kesimpulan: Makanan Sederhana, Nilai Besar
Dari gado-gado hingga mie instan, semua makanan yang disukai Prabowo Subianto menggambarkan filosofi hidup yang sederhana, autentik, dan berakar pada budaya lokal. Di usia 75 tahun, ia bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga simbol dari keberagaman, kebersamaan, dan kecintaan terhadap warisan kuliner Indonesia yang tak ternilai.
