Persebaya vs Isenmulang: Tavares Ingatkan Mental Final

Ringkasan Berita:

  • Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengingatkan skuad Green Force agar pantang memandang remeh juru kunci klasemen, Isenmulang Kalteng FC.
  • Laga pekan keempat Super League 2026/27 dialihkan dari Stadion Tuah Pahoe ke Stadion PKOR Sumpah Pemuda Lampung akibat kabut asap kebakaran hutan di Palangkaraya.
  • Tavares menuntut determinasi layaknya laga final demi mengunci tiga poin penuh dan mendongkrak peringkat Persebaya dari posisi ke-10 klasemen sementara.

DIAGRAMKOTA.COM — Juru taktik Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengingatkan anak asuhnya agar tidak terkecoh oleh catatan statistik di atas kertas jelang duel kontra Isenmulang Kalteng FC pada pekan keempat BRI Super League 2026/27, Jumat (9/10/2026). Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut menegaskan bahwa posisi dasar klasemen yang kini dihuni calon lawan sama sekali tidak mencerminkan potensi bahaya yang sebenarnya di atas rumput hijau.

Pertandingan kedua tim terpaksa dipindahkan ke Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Lampung. Pemindahan venue dari markas asli Isenmulang di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, dilakukan menyusul memburuknya kualitas udara akibat pekatnya kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah.

Waspadai Ledakan Motivasi Laskar Tambun Bungai

Kendati sang lawan belum membukukan satu pun kemenangan dan terbenam di urutan terbawah tabel liga, analisis video pertandingan yang dihimpun Tavares memperlihatkan bahwa Isenmulang merupakan tim pekerja keras dengan intensitas ancaman lini serang yang tinggi.

Pelatih berusia 46 tahun itu mencatat bahwa Laskar Tambun Bungai rajin memproduksi peluang berbahaya sepanjang dua pertandingan terakhir mereka. Rasa lapar akan poin perdana berpotensi menjadi bumerang bagi Bajul Ijo jika para pemain terlena atau mengendurkan disiplin taktik.

“Mereka bisa menciptakan banyak peluang, terutama dalam dua pertandingan terakhir. Karena itu, saya memperkirakan pertandingan besok akan sulit,” ujar Coach Tavares dalam sesi konferensi pers jelang laga di Lampung, Kamis (8/10/2026).

“Itu justru menjadi masalah. Saya melihat mereka memiliki sikap dan kerja keras yang bagus, baik saat menyerang maupun bertahan. Mereka juga pasti ingin keluar dari posisi tersebut,” tambah Tavares menegaskan.

Evaluasi Green Force: Tuntut Sikap dan Mentalitas Partai Final

Persebaya saat ini masih tertahan di peringkat ke-10 klasemen sementara Super League 2026/27. Membawa pulang poin penuh dari tanah Sumatra menjadi misi wajib bagi Green Force guna memperbaiki kurva penampilan dan merangsek kembali ke persaingan papan atas.

Tavares secara khusus menyoroti penyakit inkonsistensi anak asuhnya yang kerap kehilangan fokus, terutama pada fase krusial saat sedang memimpin pertandingan atau ketika menghadapi gelombang serangan balik lawan.

“Saya ulangi, bukan karena mereka berada di dasar klasemen pertandingan ini akan menjadi mudah. Justru kami harus lebih fokus karena saya yakin mereka juga datang dengan keinginan mendapatkan poin,” tuturnya.

“Kami tidak boleh mengulangi kesalahan seperti pada pertandingan sebelumnya. Kami harus bermain dengan intensitas dan sikap seperti sedang menjalani final. Dengan mental seperti itu, kami bisa bermain lebih baik dan memiliki peluang lebih besar untuk membawa pulang tiga poin,” tandasnya lugas.

Matangkan Skema Taktikal Pasca Jeda Kalender FIFA

Mengenai kesiapan tim secara menyeluruh, Tavares mengonfirmasi bahwa skuad Persebaya telah memanfaatkan jeda kalender internasional (FIFA Matchday) dengan sangat efektif. Masa rehat tersebut dimaksimalkan untuk merehabilitasi kebugaran fisik pemain pilar serta mematangkan formula transisi permainan.

Dukungan fisik yang prima dipadukan dengan kesiapan mentalitas tempur diharapkan mampu menyegel poin penuh sebelum kembali berlaga di hadapan Bonek Mania di Surabaya pada pekan-pekan berikutnya.

“Persiapan setelah jeda FIFA berjalan sangat baik. Kami sudah menyiapkan strategi dan berusaha menjalankan apa yang kami inginkan. Para pemain juga sangat antusias,” pungkas mantan pelatih PSM Makassar tersebut.