Ringkasan Berita:
- Pemkot Surabaya kembali menggelar Gerakan Pangan Murah Surabaya (GPM) di Balai RW 6 Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, untuk menekan laju inflasi saat kemarau panjang.
- Ratusan warga memadati lokasi demi menebus beras SPHP Rp58.000 per 5 kg, Minyakita Rp15.500 per liter, aneka daging, hingga hasil panen poktan lokal.
- Kepala DKPP Surabaya Nanik Sukristina menegaskan GPM digelar bergilir di 31 kecamatan guna menstabilkan harga pasar sekaligus menggerakkan ekonomi pangan warga.
DIAGRAMKOTA.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat bantalan ketahanan pangan warganya dari lonjakan harga bahan pokok di tengah musim kemarau panjang. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, program Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali dihelat dan dipusatkan di Balai RW 6 Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Surabaya, pada Rabu (7/10/2026).
Sejak pagi hari, antrean warga telah mengular rapi di halaman balai RW. Masyarakat antusias memanfaatkan momentum operasi pasar terpadu ini untuk mendapatkan aneka komoditas pangan berkualitas dengan selisih harga yang terpaut jauh di bawah harga pasar eceran reguler, dengan beras SPHP dan Minyakita sebagai komoditas buruan utama.
Kolaborasi Lintas Wilayah dan Panggung Hasil Panen Petani Kota
Kepala DKPP Kota Surabaya Nanik Sukristina mengapresiasi kesolidan kerja sama jajaran aparatur Kecamatan Bubutan, Kelurahan Jepara, serta ketua dan pengurus RT/RW setempat yang sukses mengawal jalannya penyaluran agar tertib dan lancar.
Nanik membeberkan bahwa konsep GPM Surabaya dirancang tidak sekadar menjadi etalase distribusi barang logistik BUMN seperti Perum Bulog, melainkan turut diintegrasikan sebagai sarana promosi dan penjualan langsung produk hasil panen kelompok tani (poktan) lokal.
“Alhamdulillah antusiasme warga tinggi sekali di wilayah ini. Lewat GPM, kita ingin membangkitkan ekonomi masyarakat dengan membawa produk dari kelompok tani lokal seperti Poktan Dorang Cinta, Poktan Kampung Kawak, Poktan Kedung Doro untuk menunjukan hasil produk mereka,” ujar Nanik saat ditemui di lokasi kegiatan.
Selain beras SPHP kemasan 5 kilogram yang langsung diserbu, komoditas pangan segar lainnya seperti produk perikanan dan telur ayam ras juga tercatat habis terjual dalam waktu singkat sejak stan dibuka.
Intervensi Stabilisasi Harga di 31 Kecamatan se-Surabaya
Operasi pasar pangan murah ini diposisikan sebagai instrumen vital pengendali laju inflasi daerah secara berkesinambungan di seluruh 31 kecamatan di Kota Pahlawan.
“Upaya ini kami lakukan untuk menekan angka inflasi di Kota Surabaya agar harga pangan di pasaran tidak melambung tinggi. Contohnya cabai yang harganya melonjak di pasar, di sini kami jual murah agar masyarakat tetap bisa mendapatkan produk berkualitas dengan harga terjangkau,” tegas Nanik.
Daftar Pasokan Komoditas Pokok di Balai RW 6 Jepara:
- Beras SPHP (5 kg): 200 zak (dibanderol Rp58.000)
- Beras Premium Jempol Tani (5 kg): 75 zak (seharga Rp74.500)
- Minyakita: 360 liter (seharga Rp15.500 per liter)
- Minyak Goreng Rosebrand: 120 liter
- Minyak Goreng Fortune: 120 liter
- Gula Pasir Rosebrand: 240 kilogram
- Gula Pasir Kebon Agung: 240 kilogram (seharga Rp17.000/kg)
- Telur Ayam Ras (PT Surya Kreasi Pangan): Rp23.000 per kilogram
- Daging Segar & Olahan: Daging sapi dari PD Rumah Potong Hewan (RPH) Surya serta daging ayam ras dari PT Primafood International
- Telur Padat Karya: 100 pack telur ayam produksi program Padat Karya Pemberdayaan Keluarga Miskin
Komoditas Pertanian Segar Poktan Lokal:
- Bayam Brazil dan Sawi Samhong dari Poktan Dorang Cinta
- Kangkung dan Bayam segar hasil panen Poktan Kampung Kawak
- Komoditas Bawang dari Poktan Kedung Doro
- Bunga Kol dan Jagung manis produksi kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Jambangan
Pangan Murah Surabaya: Hemat Rp3.000 per Liter Bikin Dapur Tetap Ngebul
Keringanan harga yang dihadirkan dalam gelaran GPM dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. Safiah, salah seorang warga yang berdomisili di kawasan Kemayoran, rela mendatangi lokasi acara setelah mendengar kabar dibukanya pasar sembako berharga miring di wilayah Jepara.
“Dapat minyak goreng Minyakita dua liter. Begitu dengar ada orang beli minyak murah, saya langsung ke sini,” cerita Safiah dengan wajah berseri.
Safiah mengungkapkan, disparitas harga antara stan GPM dan banderol pedagang eceran di perkampungan sangat terasa bagi pengeluaran rumah tangga sehari-hari.
“Beda harganya lumayan jauh. Biasanya beli harga Rp18.000, di sini cuma Rp15.500. Beda Rp3.000 jadi terasa jauh lebih murah,” ungkapnya seraya menambahkan selisih tersebut sangat membantu menjaga dapur keluarga tetap mengepul.
Harapan Perluasan Titik Penyelenggaraan
Melihat dampak positif yang begitu nyata, Safiah berharap Pemkot Surabaya dapat terus menggelar agenda pasar pangan murah ini secara berkesinambungan dan memperluas titik operasinya ke lingkungan tempat tinggalnya.
“Iya, harapannya kalau bisa diadakan juga di daerah Kemayoran,” pungkas Safiah.
