Kim Byung-ji Polisikan Komentator Park Moon-sung

Ringkasan Berita:
  • CEO Gangwon FC Kim Byung-ji resmi menempuh jalur hukum terhadap komentator sepak bola Park Moon-sung dan jurnalis Park Dong-hee terkait dugaan pencemaran nama baik serta perbuatan melawan hukum.
  • Kim melayangkan gugatan perdata ganti rugi terhadap Park Moon-sung serta aduan pidana pelanggaran UU ITE/jaringan informasi terhadap Park Dong-hee.
  • Kedua belah pihak saling bantah atas serangkaian isu, mulai dari pemeriksaan Pusat Etika Olahraga Korea, kartu korporat KFA, hingga urusan personal, sementara Kim memastikan tetap fokus memimpin klub di K League dan AFC Champions League 2.

DIAGRAMKOTA.COM — Eskalasi perseteruan terbuka di panggung sepak bola profesional Korea Selatan resmi bergulir ke ranah hukum. Chief Executive Officer (CEO) Gangwon FC sekaligus mantan kiper legendaris Timnas Korea Selatan, Kim Byung-ji, mengambil langkah yudisial tegas dengan memproses dua figur media kenamaan, komentator sepak bola Park Moon-sung dan jurnalis Park Dong-hee, atas rentetan tuduhan publik yang dinilai mencemarkan integritas pribadinya.

Melalui pernyataan resmi di media sosial pribadinya pada Kamis (8/10/2026), Kim mengonfirmasi bahwa dirinya telah menunjuk kuasa hukum untuk menyelesaikan polemik tersebut melalui prosedur peradilan yang berlaku di Negeri Ginseng.

Kim menegaskan bahwa pihaknya telah menyerahkan tumpukan dokumen sanggahan serta memenuhi panggilan klarifikasi di hadapan otoritas terkait, sembari menolak keras narasi publik yang dinilainya menyimpang dari fakta hukum.

Dua Laporan Terpisah: Gugatan Perdata dan Pidana Pencemaran Nama Baik

Dalam penjelasannya, Kim Byung-ji mengonfirmasi bahwa terdapat dua instrumen hukum berbeda yang tengah diproses secara paralel terhadap kedua terlapor:

  • Gugatan Perdata terhadap Park Moon-sung: Tuntutan ganti rugi materiil dan immateriil atas dugaan perbuatan melawan hukum (PMH) akibat penggiringan opini publik yang merugikan nama baik.
  • Pengaduan Pidana terhadap Park Dong-hee: Laporan pidana atas sangkaan pencemaran nama baik melalui ruang digital, merujuk pada regulasi perundang-undangan terkait pemanfaatan jaringan informasi, komunikasi, dan perlindungan data di Korea Selatan.

Perkembangan kasus ini juga mencatat bahwa media The Gate yang dikelola oleh Park Dong-hee telah menerbitkan ralat koreksi berita pada 2 Oktober 2026 usai melalui mediasi di Komisi Arbitrase Pers Korea (Press Arbitration Commission). Koreksi tersebut berkaitan dengan narasi keliru yang menyebut Kim menerima sanksi pemecatan sepihak tanpa melalui tahapan investigasi Pusat Etika Olahraga Korea.

“Jika klaim masing-masing pihak berbeda, mereka harus menyerahkan bukti dan menerima penilaian dari lembaga penyelidikan serta pengadilan. Jika tuduhan dapat disampaikan melalui pemberitaan dan siaran, pihak yang menjadi sasaran juga harus memiliki kesempatan untuk membantah dan meminta penilaian hukum,” tegas Kim.

Saling Serang Isu: Etika KFA hingga Ranah Personal

Polemik antara kedua kubu sebelumnya berlangsung frontal di ruang publik. Park Moon-sung gencar menyoroti tata kelola manajerial Gangwon FC, dinamika internal Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA), serta kepemimpinan Kim.

Merespons hal itu, Kim balik mempertanyakan sejumlah rekam jejak Park Moon-sung, mencakup dugaan penggunaan kartu korporat federasi, polemik pemilihan pelatih tim Universitas Soongsil, desas-desus ambisi politik di Majelis Nasional, hingga pembiayaan studi putra Park di luar negeri.

Park Moon-sung sendiri telah membantah seluruh tuduhan balasan tersebut dalam klarifikasinya. Park menegaskan dirinya telah pensiun dari profesi jurnalis aktif sejak 2009, sehingga tidak bersentuhan dengan skandal kartu kredit federasi yang merebak pada 2016 silam. Ia pun memprotes keras diseretnya urusan keluarga ke dalam polemik sepak bola nasional.

“Saya ingin mempertanyakan apa relevansi kehidupan anak saya dengan kegiatan publik saya,” cetus Park seraya meminta Kim fokus mempertanggungjawabkan kinerjanya sebagai pengelola klub.

Tolak Tekanan Opini Publik, Kim Pastikan Gangwon FC Tetap Stabil

Menghadapi gelombang sorotan warganet dan pemerhati sepak bola, Kim menegaskan tidak akan menarik gugatannya hanya karena tekanan opini massa. Menurutnya, framing sepihak di kanal siaran tidak boleh mengaburkan pembuktian materiil di ruang sidang.

“Tidak adil jika persoalan yang masih diperselisihkan berulang kali ditampilkan dalam siaran dan pemberitaan seolah-olah merupakan pelanggaran yang sudah terbukti. Saya tidak akan menyerah pada tekanan semacam itu dan meninggalkan hak untuk meminta penilaian hukum,” pungkas Kim.

Fokus Hadapi Lanjutan K League 1 dan Asia

Meski terseret pusaran sengketa hukum, Kim Byung-ji memastikan operasional tim Gangwon FC tidak akan terganggu. Ia berkomitmen penuh mendampingi klub dalam persaingan ketat K League 1 serta fase krusial Liga Champions AFC 2 (ACL 2) musim 2026/2027 begitu jeda kalender internasional FIFA berakhir.