Ringkasan Berita:
– Kebakaran hutan kembali terjadi di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, dengan titik api muncul di Blok Gumandar (2.100 Mdpl) dan Gunung Ringgit (900 Mdpl).
– Api masih berkobar hingga Jumat malam, dengan tim pemadam terdiri dari 11 personel: 4 petugas Tahura R. Soerjo dan 7 relawan.
– Pemadaman dilakukan melalui jalur darat karena kondisi medan yang sulit, sementara lokasi kebakaran berada di wilayah Desa Jatiarjo dan Dayurejo, Kecamatan Prigen, Pasuruan.
Titik Api Berkobar di Blok Gumandar, Ketinggian 2.100 Mdpl
DIAGRAMKOTA.COM – Kebakaran hutan kembali melanda kawasan Gunung Arjuno-Welirang pada malam hari ini, Jumat (16/10/2026), dengan titik api yang terlihat jelas dari gerbang Tol Malang. Kondisi ini memicu kekhawatiran menyusul intensitas api yang terus membesar dan sulit dikendalikan akibat medan pegunungan serta cuaca kering.
Kepala Resort 03 Pasuruan Tahura R. Soerjo, Dhimas Caraka, mengonfirmasi bahwa lokasi utama kebakaran berada di Blok Gumandar, sekitar 2.100 meter di atas permukaan laut (Mdpl), masuk wilayah Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Api diketahui mulai muncul sejak Kamis sore (15/10) dan belum padam hingga saat ini.
Upaya Pemadaman Melalui Jalur Darat, Tim Gabungan Terjunkan 11 Orang
Menyikapi situasi mendesak, tim dari Tahura R. Soerjo bersama relawan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Total personel yang diterjunkan mencapai 11 orang, terdiri dari 4 petugas Tahura dan 7 relawan.
“Titik apinya besar. Proses pemadaman masih berlangsung via jalur darat,” ujar Dhimas Caraka, yang dikutip oleh detikJatim. Ia menekankan bahwa akses ke lokasi sangat terbatas, sehingga operasi pemadaman harus dilakukan secara manual dengan peralatan dasar, tanpa dukungan alat berat atau helikopter.
Kondisi medan yang terjal dan vegetasi kering menjadi tantangan utama dalam penanganan kebakaran ini. Tim juga menghadapi risiko asap tebal dan suhu tinggi saat berada di area terpapar api.
Kebakaran Lain di Gunung Ringgit, Wilayah Perhutani Terdampak
Selain di Gunung Arjuno, kebakaran juga terjadi di Gunung Ringgit, yang berada dalam kawasan administratif Perhutani KPH Pasuruan. Lokasi kebakaran terletak di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, pada ketinggian sekitar 900 Mdpl.
Administratur KPH Pasuruan, Munawar, membenarkan adanya kebakaran di area tersebut. “Petugas Perhutani bersama relawan masih melakukan upaya pemadaman di lokasi tersebut,” tegasnya.
Meski belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan infrastruktur, ancaman terhadap ekosistem lokal tetap tinggi, terlebih jika kebakaran tidak segera dipadamkan. Kawasan ini merupakan bagian dari hutan produksi yang juga memiliki fungsi perlindungan dan konservasi.
Penyebab dan Tantangan Penanganan: Cuaca Kering dan Akses Terbatas
Kebakaran hutan di kawasan ini sering kali bermula dari aktivitas manusia, seperti pembakaran lahan ilegal atau kelalaian pengunjung. Namun, faktor cuaca kering yang berkepanjangan selama beberapa pekan terakhir turut memperparah situasi.
Saat ini, suhu udara di kawasan Gunung Arjuno-Welirang cenderung panas dan kelembapan rendah, membuat vegetasi mudah terbakar. Ditambah lagi, medan yang sulit dan minimnya akses jalan memaksa tim pemadam harus menggunakan jalur darat yang panjang dan berbahaya.
Rekomendasi dan Harapan dari Pihak Terkait
Dhimas Caraka mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat berkunjung ke kawasan hutan. Ia menekankan pentingnya kesadaran lingkungan dan larangan membawa api terbuka di area rawan kebakaran.
“Kami terus memantau perkembangan api dan siaga 24 jam. Semoga cuaca membaik agar pemadaman bisa lebih efektif,” tambahnya.
Pihak BPBD Kabupaten Pasuruan juga telah siaga dan siap mendukung operasi pemadaman jika diperlukan. Namun, hingga saat ini, belum ada indikasi kebutuhan bantuan eksternal.
