YA Ibad Konsolidasikan Kepengurusan dalam Muktamar ke-4 di Surabaya

DIAGRAMKOTA.COM – Pengurus Pusat Yayasan Almukhlashin Ibadurrahman (YA Ibad) menggelar Muktamar ke-4 di Hall Muzdalifah, Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Jalan Manyar Kertoadi, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Sabtu (5/9/2026).

Muktamar tersebut menjadi forum penting bagi YA Ibad untuk memperkuat konsolidasi kepengurusan sekaligus mengevaluasi perjalanan organisasi.

Para pengurus membahas arah organisasi dan pengembangan program agar semakin memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.

Ketua Pelaksana Muktamar ke-4 YA Ibad, KH Muhammad As,ad syukur Fauzani,menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada UPT Asrama Haji Embarkasi Surabaya, PMI Jawa Timur, PMI Kota Surabaya, dan insan media.

Konsolidasi Kepengurusan
Yusuf menjelaskan, Muktamar ke-4 menjadi momentum bagi jajaran pengurus untuk memperkuat koordinasi organisasi.

Forum tersebut membahas berbagai agenda internal sekaligus menyusun langkah strategis YA Ibad untuk menghadapi perkembangan kebutuhan masyarakat.

YA Ibad telah menjalankan tiga muktamar sebelumnya. Organisasi menggelar Muktamar pertama di Surabaya pada 2005, kemudian Muktamar kedua pada 2012 di Jakarta, dan Muktamar ketiga juga berlangsung di Jakarta.

Kini, YA Ibad kembali menggelar muktamar di Surabaya. Forum tersebut sekaligus mempertemukan jajaran pengurus dari berbagai daerah untuk menyatukan visi dan memperkuat pelaksanaan program organisasi.

Berdasarkan laporan organisasi, YA Ibad saat ini memiliki kepengurusan di 27 kabupaten. Jaringan tersebut menjadi modal penting bagi organisasi untuk memperluas kegiatan dakwah, pendidikan, sosial, dan lingkungan.

Perkuat Arah Organisasi
YA Ibad berdiri pada 29 Desember 1982 atas prakarsa KH Muhammad As’ad Syukur Khawiyani.

Sejak awal, yayasan mengembangkan berbagai kegiatan yang bertujuan membentuk generasi yang taat beragama, berilmu, berprestasi, dan bermanfaat bagi umat.
Dalam bidang pendidikan, YA Ibad mengelola sejumlah lembaga, antara lain Taman Kanak-Kanak (TK), Taman Kanak Al-Qur’an (TKA), dan Pondok Pesantren Almukhlashin Ibadurrahman.

Sementara dalam bidang dakwah, YA Ibad mengembangkan pendekatan yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Fauzani menyebut organisasi mengedepankan metode dakwah yang baik dengan mengacu pada penelitian serta keteladanan yang dicontohkan pendiri.

Muktamar ke-4 juga membahas penguatan kegiatan sosial. YA Ibad menjalankan program pendampingan masyarakat serta mendorong pencegahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.

Pada Agustus 2026, YA Ibad menggelar kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi memperkuat pengabdian secara langsung.

Perhatian pada Lingkungan
Selain konsolidasi organisasi, YA Ibad juga terus mendorong kepedulian terhadap lingkungan.

Organisasi mengembangkan kegiatan lingkungan melalui edukasi, aksi, kolaborasi, dan evaluasi.

Program tersebut mencakup pemilahan dan pengelolaan sampah, pembuatan kompos, penghijauan, serta kegiatan lingkungan di berbagai daerah.

YA Ibad mendorong pengurus dan masyarakat menjalankan peran sebagai khalifah di bumi dengan menjaga kelestarian lingkungan.

Organisasi juga mengembangkan kegiatan tersebut dalam rangka memperkuat kesadaran masyarakat terhadap persoalan lingkungan.

Pelantikan Pengurus dan Pengawas
Muktamar ke-4 juga membahas agenda pelantikan pengurus dan pengawas YA Ibad di berbagai wilayah Indonesia.

Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi memperkuat struktur kepengurusan dan koordinasi antar daerah.

Fauzani berharap hasil Muktamar ke-4 dapat memperkuat soliditas jajaran pengurus.

Ia juga berharap seluruh pengurus mampu menjalankan keputusan muktamar secara konsisten dan menerjemahkannya ke dalam program yang nyata.

Melalui konsolidasi kepengurusan, YA Ibad menargetkan penguatan organisasi sekaligus memperluas kontribusi dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan lingkungan.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan perjuangan organisasi sekaligus meningkatkan manfaatnya bagi masyarakat. (Dk/yud)