PKK Bersholawat Surabaya, Eri Cahyadi Sorot Kemiskinan

RINGKASAN Berita:

  • Wali Kota Eri Cahyadi hadiri agenda PKK Bersholawat di Convention Hall Surabaya pada Rabu (2/9/2026).
  • Kader PKK di tingkat RW diterjunkan mengawal validasi data kemiskinan dan ketepatan bansos lewat Kampung Pancasila.
  • Eri menekankan pentingnya sinergi ulama, umara, serta doa mustajabah kaum ibu demi kedamaian dan kesejahteraan Kota Pahlawan.

Surabaya, Diagramkota.com — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menghadiri perhelatan keagamaan bertajuk “PKK Bersholawat, Meraih Cinta dan Syafaat Nabi Muhammad SAW” yang dihelat di Convention Hall Surabaya, Rabu (2/9/2026). Dalam forum tersebut, Eri menegaskan posisi strategis Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai garda terdepan dalam merawat rajutan kegotongroyongan serta mengikis angka kemiskinan di Kota Pahlawan.

Agenda syiar yang diinisiasi oleh Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, ini dihadiri ribuan jajaran pengurus PKK mulai dari tingkat kota hingga tataran Rukun Warga (RW), alim ulama, serta jajaran pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Dalam arahannya, Eri mengingatkan bahwa esensi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak boleh direduksi semata-mata menjadi seremoni tahunan atau pembacaan selawat belaka, melainkan manifestasi nyata meneladani akhlak Rasulullah dalam tata kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Ketika kita memperingati Maulid Nabi, bukan hanya kita bersholawat atau memperingati dengan perayaan. Tapi bagaimana kita meneladani Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad itu jujur, artinya warga Surabaya jangan sampai terpecah belah,” ujar Eri di hadapan ribuan kader.

Kawal Data Kemiskinan di Tingkat RW Lewat Kampung Pancasila

Eri menaruh harapan besar pada kepekaan para kader PKK di tataran akar rumput untuk mengambil bagian aktif dalam instrumen Kampung Pancasila. Kader PKK dinilai memiliki kedekatan emosional dan interaksi langsung dengan warga sehari-hari, sehingga mampu memverifikasi secara presisi kondisi riil keluarga prasejahtera agar penyaluran bantuan sosial (bansos) tidak meleset.

Keterlibatan langsung kader lingkungan ini dipandang krusial untuk menjembatani sinkronisasi data kemiskinan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) serta Kementerian Sosial, sehingga intervensi pembiayaan dari kas daerah benar-benar menjangkau warga yang paling berhak.

“Saya butuh PKK di setiap RW bergerak pada Kampung Pancasila untuk memastikan data di lapangan. Lewat gotong royong dan penguatan infak-sedekah, kita ingin mengikis kemiskinan di Surabaya,” tegas Eri.

Eri Cahyadi: Kekuatan Doa Kaum Ibu dan Kolaborasi Ulama-Umara

Selain mengandalkan peran kerja sosial, Eri menyoroti dimensi spiritual dari ribuan kader PKK yang mayoritas merupakan kaum ibu. Keberadaan para ibu dengan segenap ketulusan dinilai memiliki keutamaan doa yang mustajabah sebagai tameng penolak bencana dan perajut kedamaian kota.

“Doa seorang wanita itu mustajabah karena surga ada di telapak kaki ibu. Perjuangan mengandung selama sembilan bulan sangat luar biasa. Karena itu, saya titipkan Kota Surabaya kepada jenengan (Anda sekalian). Tolong doakan Surabaya agar selalu rukun, guyub, dan semakin kuat gotong royongnya,” ungkap Eri dengan nada haru.

Menutup sambutannya, Eri menegaskan bahwa kemakmuran dan keberkahan berkelanjutan di Surabaya hanya dapat terwujud lewat keselarasan tiga pilar penopang, yakni ulama yang membimbing umat, umara (pemerintah) yang mengayomi, serta partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat termasuk barisan penggerak PKK.