Ringkasan Berita:
- Achmad Mosoddik, Bos Surya Entertainment Surabaya (SME), resmi terpilih secara aklamasi menakhodai DPC PAMDI Kota Surabaya periode 2026–2031.
- Kepengurusan baru memprioritaskan advokasi kemudahan izin pentas hiburan rakyat di kampung-kampung agar musisi dan seniman panggung merasa aman.
- DPC PAMDI Surabaya berkomitmen memperjuangkan payung hukum hak cipta karya lagu serta mencetak ikon pedangdut muda baru asal Kota Pahlawan.
Surabaya, Diagramkota.com – Musyawarah Daerah (Musda) dan pelantikan serentak pengurus cabang Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia (PAMDI) di Jawa Timur menjadi babak baru bagi ekosistem panggung hiburan Kota Pahlawan.
Achmad Mosoddik, sosok pegiat industri hiburan yang dikenal luas sebagai Bos Surya Music Entertainment Surabaya (SME), resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAMDI Kota Surabaya untuk masa bakti 2026–2031.
Prosesi pelantikan DPC PAMDI Kota Surabaya dipusatkan bersamaan dengan pelantikan kepengurusan DPD PAMDI Jatim serta tiga cabang lainnya, yakni Kabupaten Sampang, Mojokerto, dan Tulungagung. Momentum ini disaksikan langsung oleh jajaran tokoh seniman, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Ketua Umum DPP PAMDI H Rhoma Irama.
Mengawali nahkoda barunya, Achmad Mosoddik yang didampingi Sekretaris DPC Djoko Ady Purnomo langsung menegaskan arah gerak organisasi: memperkuat konsolidasi internal serta menghadirkan perlindungan nyata bagi para musisi, penyanyi, hingga pemain kibor di Surabaya.
Perjuangkan Kemudahan Izin Pentas Rakyat hingga Pelosok Gang
Salah satu fokus mendesak yang disorot oleh Achmad Mosoddik adalah persoalan izin pertunjukan panggung di tingkat akar rumput. Ia memaparkan bahwa denyut musik dangdut di Surabaya tidak bisa dilepaskan dari tradisi hajatan warga di perkampungan padat.
“Musik dangdut ini setiap hajatan pasti ada di pelosok gang, di kampung, pasti dangdut. Nah, itu tentunya kadang-kadang berkaitan dengan perizinan kan susah. Itu yang kita akan perjuangkan, artinya bagaimana setiap hiburan itu aman dan menghibur, tentunya dengan izin-izin yang mudah sehingga para seniman, para pemain keyboard, artis, semua itu ketika ada pertunjukan merasa nyaman dan merasa terlindungi,” ungkap Achmad Mosoddik.
Mosoddik menilai, kendala perizinan selama ini timbul akibat kekhawatiran aparat terhadap potensi gesekan antarmassa. Menjawab hal tersebut, PAMDI Surabaya akan mengedukasi para pelaku seni agar selalu mengedepankan etika penampilan yang santun dan berakhlak mulia di atas pentas.
“Dangdut itu pasti melibatkan orang banyak, penggemarnya banyak. Kalau penyanyinya secara pakaian santun, menjaga akhlak dengan penampilan yang bagus, para penonton yang tadinya punya pikiran kurang baik akan jadi lebih berakhlak. Gesekan dan kerusuhan tidak akan terjadi,” tegasnya.
Suarakan Payung Hukum Hak Cipta bagi Pencipta Lagu Lokal
Sebagai figur yang berkecimpung langsung di dunia manajemen panggung melalui Surya Entertainment, Mosoddik menaruh empati mendalam terhadap nasib para pencipta lagu dan penata aransemen lokal yang karyanya kerap di-cover pihak lain tanpa kompensasi hak cipta yang adil.
“Harus ada payung hukumnya. Kita menyuarakan dari PAMDI ini bahwa terkait hak cipta, aransemen lagu, itu wajib diperjuangkan menjadi payung hukum. Supaya siapapun pencipta lagu dan aransemen merasa nyaman serta punya hak. Jangan sampai yang meng-cover viral dan terkenal, padahal orang yang memikirkan dan memunculkan ide pertama lagu itu terabaikan bahkan tidak dapat hak sama sekali dari karyanya,” tandas Mosoddik.
DPC PAMDI Surabaya berkomitmen menyuarakan perlindungan hak cipta ini secara berjenjang ke DPD Jawa Timur hingga DPP di tingkat pusat agar lahir regulasi perlindungan royalti yang tegas dan aplikatif.
Mencetak Ikon Baru Musik Dangdut dari Kota Surabaya
Menutup pemaparannya, Mosoddik optimistis bahwa Surabaya memiliki gudang talenta muda potensial yang siap bersinar di panggung musik dangdut nasional. Melalui wadah PAMDI, pembinaan dan regenerasi artis panggung akan menjadi agenda berkelanjutan.
“Di Surabaya ini kita harapkan ke depan dengan kepengurusan PAMDI yang baru bisa mengakomodasi artis-artis yang selama ini belum muncul agar bisa naik, menjadi ikon musik dangdut Surabaya dan membawa harum nama kota di kancah nasional,” pungkasnya.
