DIAGRAMKOTA.COM – Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Haqqul Amin, Wonokromo, Surabaya, mendorong para santri semakin gemar bersholawat melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah sejak usia dini.
TPQ Haqqul Amin menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad di lingkungan Masjid Haqqul Amin, Wonokromo, Surabaya, Sabtu, 5 September 2026.
Warga RT 07 RW 05 turut memberikan dukungan terhadap kegiatan yang berlangsung setelah salat Isya tersebut.
Para santri mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Mereka melantunkan sholawat dan menampilkan seni Al-Banjari serta Hadrah yang selama ini mereka pelajari melalui kegiatan pembinaan di TPQ Haqqul Amin.
Takmir Masjid Haqqul Amin, Ustadz Slamet Hariono, S.Ag., mengatakan masyarakat rutin menggelar peringatan Maulid Nabi setiap tahun.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memberikan ruang kepada para santri untuk menunjukkan kemampuan mereka.
“Alhamdulillah, jumlah santri TPQ saat ini mencapai 65 anak. Mereka adalah penerus dan generasi yang kelak akan melanjutkan dakwah di wilayah Wonokromo ini,” ujar Slamet.
Kenalkan Al-Banjari Sejak Dini
Kepala TPQ Haqqul Amin, Ustadzah Hamidah, S.Ag., mengatakan pihaknya terus mengembangkan kegiatan positif bagi para santri.
Salah satunya melalui pembentukan kelompok seni Banjari dan Hadrah.
Hamidah bersyukur karena para santri menunjukkan semangat untuk mempelajari seni sholawat tersebut. Dukungan para donatur dan masyarakat juga membantu TPQ dalam mengembangkan kegiatan.
“Alhamdulillah, dengan segala rahmat dan anugerah Allah SWT, keinginan para santri untuk belajar seni Banjari dan Hadrah sedikit demi sedikit dapat terwujud,” kata Hamidah.
Ia menjelaskan, para santri memiliki kemampuan yang beragam.
Sebagian anak sudah mulai mampu melantunkan sholawat dan memainkan alat musik Banjari.
Sementara sebagian lainnya masih belajar dari dasar.
Para santri menjalani latihan secara bertahap di bawah bimbingan pelatih, Mas Afa atau Wafara Attannury.
Ketekunan para santri membuat kemampuan mereka terus berkembang.
“Sebagian anak memang sudah mulai mampu melantunkannya meski belum sempurna, sebagian lainnya belajar dari nol hingga akhirnya mampu menabuh alat musik Banjari.
Semua berkat kegigihan mereka untuk belajar di bawah bimbingan pelatih,” jelas Hamidah.
Tanamkan Mahabbah kepada Rasulullah
Hamidah menegaskan, TPQ Haqqul Amin menggunakan seni sholawat sebagai salah satu media untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah .
Ia berharap para santri tidak hanya terampil memainkan Al-Banjari, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung dalam sholawat.
“Oleh sebab itu, kami terus berupaya menanamkan cinta kepada Rasulullah pada seluruh santri TPQ Haqqul Amin, sekaligus meneladani sifat-sifat beliau melalui mukjizat terbesarnya, yaitu Al-Qur’an,” tuturnya.
Menurut Hamidah, pembelajaran Al-Qur’an tetap menjadi bagian penting dalam pembinaan para santri.
Ia ingin anak-anak membiasakan diri membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, bismillah, mereka, kami, dan kita semua semakin gemar membaca Al-Qur’an, mentadabburi maknanya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui lantunan Kalamullah maupun melalui syair-syair sholawat yang merdu untuk Nabi Muhammad ” tambahnya.
Peringatan Maulid Nabi juga menjadi momentum bagi TPQ Haqqul Amin untuk menjaga tradisi sholawat dan seni Al-Banjari di tengah generasi muda.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran TPQ dalam membentuk karakter religius anak sejak dini.
TPQ Haqqul Amin berharap para santri tumbuh menjadi generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, gemar bersholawat, mencintai Rasulullah serta mampu meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.(Dk/yud)



















