DIAGRAMKOTA.COM – Ketua Forum Komunitas dan Pemerhati Tambang (Forkompeta) Jawa Timur, Syaifudin, memberikan tanggapan terhadap polemik yang menyeret nama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.
Syaifudin membela Gus Kikin setelah muncul pernyataan Khalilur Rahman Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur yang menyinggung kemampuan Gus Kikin dalam mengaji kitab kuning.
Menurut Syaifudin, pernyataan tersebut tidak berdasar dan berpotensi merugikan reputasi Gus Kikin.
Ia meminta masyarakat tidak langsung mempercayai tudingan yang beredar tanpa melakukan tabayun atau memastikan kebenarannya.
“Pernyataan Gus Lilur itu fitnah yang sangat keji dan tidak berdasar,” ujar Syaifudin dalam keterangan pers di Surabaya, Rabu (2/9/2026).
Syaifudin menilai masyarakat perlu memahami posisi Gus Kikin sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
Ia mengatakan masyarakat sebaiknya menilai kapasitas seorang tokoh melalui rekam jejak dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Forkompeta Jatim Serukan Tabayun
Syaifudin mengingatkan warga Nahdliyin untuk mengedepankan tradisi tabayun ketika menghadapi informasi yang menyangkut tokoh NU.
Menurutnya, masyarakat harus memeriksa sumber informasi sebelum menyebarkan atau mengambil kesimpulan.
Ia juga meminta warga NU tidak mudah terprovokasi oleh pernyataan yang berkembang di media sosial maupun ruang publik.
“Tradisi pesantren itu tabayun, bukan melempar fitnah murahan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kritik terhadap tokoh NU tetap dapat disampaikan. Namun, kritik harus menggunakan argumentasi yang jelas dan tidak menyerang pribadi atau menyebarkan tudingan tanpa dasar.
Syaifudin berharap seluruh pihak dapat menjaga etika dalam menyampaikan perbedaan pandangan.
Ia menilai cara tersebut penting untuk mencegah polemik berkembang menjadi konflik di kalangan Nahdliyin.
Dukung Kepemimpinan Gus Kikin di PBNU
Selain memberikan tanggapan mengenai polemik tersebut, Syaifudin menyampaikan dukungannya terhadap kepemimpinan Gus Kikin di PBNU.
Ia berharap Gus Kikin mampu membawa PBNU memperkuat kemandirian ekonomi umat.
Menurutnya, NU membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga integritas organisasi sekaligus mendorong program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Syaifudin juga berharap PBNU dapat menjalankan pengelolaan berbagai sektor strategis secara transparan dan bertanggung jawab.
“Gus Kikin itu sosok yang bersih, berwibawa, dan punya integritas profesional,” ujarnya.
Pernyataan tersebut merupakan penilaian Syaifudin terhadap sosok Gus Kikin. Ia tetap mengajak masyarakat menyikapi setiap informasi secara kritis dan berdasarkan data yang dapat diverifikasi.
Minta Warga NU Tidak Terprovokasi
Syaifudin mengimbau warga Nahdliyin di Jawa Timur tidak ikut memperbesar polemik.
Ia meminta masyarakat menjaga persaudaraan dan memanfaatkan mekanisme organisasi untuk menyelesaikan perbedaan.
Menurutnya, NU memiliki tradisi dialog dan musyawarah yang dapat menjadi ruang untuk menyelesaikan berbagai persoalan.
“Jangan sampai perbedaan pandangan membuat warga NU terpecah. Mari kita kedepankan tabayun dan menjaga marwah NU,” tegasnya.
Forkompeta Jatim berharap polemik yang berkembang tidak mengganggu soliditas warga NU. Syaifudin mengajak seluruh elemen Nahdliyin fokus mengawal program organisasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Ia menilai tabayun, dialog, dan sikap saling menghormati menjadi langkah penting untuk menjaga marwah NU di tengah derasnya arus informasi di ruang publik.(Dk/yud)




















