Ringkasan Berita:
- Disbudpar Jatim bersama DPRD Jatim gelar Pagelaran Seni Budaya Campursari di Kampoeng Sepoloh, Krembangan, Surabaya.
- Kabid Kebudayaan Disbudpar Jatim Sadari ungkap Jatim tempati peringkat ke-3 Indeks Kemajuan Kebudayaan nasional dengan 158 WBTb.
- Acara rakyat yang dimeriahkan Guyon Maton Cak Percil CS dan Dike Sabrina ini dukung Nawa Bhakti Satya dan geliat ekonomi UMKM.
Surabaya, Diagramkota.com — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur menggelar Pagelaran Seni Budaya Jawa Timur “Campursari” di Kampoeng Sepoloh, Jalan Gadukan Utara VII, RT 10 RW 05, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Rabu (2/9/2026) malam.
Perhelatan kesenian rakyat yang disajikan gratis dan disiarkan secara langsung melalui YouTube ini menjadi ikhtiar nyata dalam melestarikan seni tradisi sekaligus menghidupkan ekosistem ekonomi mikro di perkampungan.
Mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Jatim, Sadari, menyampaikan salam takzim dari pimpinan dinas serta apresiasi mendalam atas sinergi bersama pimpinan legislatif dan antusiasme warga yang memadati lokasi acara.
Sadari menegaskan bahwa penyelenggaraan panggung seni tradisi ini merupakan wujud pengamalan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Inisiatif kegiatan ini terwujud berkat kolaborasi dan dukungan penuh dari Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Blegur Prijanggono, S.H.
“Kegiatan ini merupakan salah satu dari upaya kami yang diinisiasi oleh DPRD Jawa Timur. Tentu mari kita mengucapkan terima kasih kepada beliaunya, Pak Blegur, yang sudah memberikan ide, support, menemani kita semua sebagai mitra dalam membangun pemajuan kebudayaan,” ungkap Sadari dalam sambutannya di hadapan warga Krembangan.
Capaian Prestisius: Jatim Raih Peringkat Tiga Indeks Kemajuan Kebudayaan
Di hadapan para tokoh masyarakat dan jajaran Forkopimcam yang hadir, Sadari membeberkan capaian membanggakan kebudayaan Jawa Timur di kancah nasional.
Hingga tahun 2025, Provinsi Jawa Timur berhasil mengukuhkan diri di peringkat ketiga nasional untuk Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK), berada tepat di bawah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali.
Tak hanya itu, Jawa Timur telah mengoleksi 158 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang resmi ditetapkan secara nasional. Pada tahun anggaran berjalan, Disbudpar Jatim kembali mengajukan 77 usulan karya budaya baru demi memperluas inventarisasi kekayaan lokal.
“Alhamdulillah, sidang penetapan pertama kemarin sudah lolos 12 warisan budaya takbenda kita. Kemudian kemarin, pada sidang yang kedua, kita usul dan presentasikan ada 23. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa menambah apa yang kita harapkan bersama,” beber Sadari.
Sokong Nawa Bhakti Satya dan Angkat Derajat Seniman Lokal
Sadari menguraikan bahwa gelaran seni budaya di tengah permukiman warga ini selaras dengan program prioritas Gubernur Jawa Timur melalui payung Nawa Bhakti Satya, khususnya pilar Jatim Harmoni yang menaungi pelestarian seni waris.
Skema ini dirancang agar karya adiluhung warisan leluhur tidak punah tergerus zaman modern.
Melalui panggung apresiasi semacam ini, para seniman dan budayawan diberikan ruang berekspresi secara profesional dan bermartabat, sehingga kesenian daerah dapat terus diwariskan ke generasi muda secara menggembirakan.
“Maka kita semua mempunyai tugas bersama, bagaimana kita bisa melestarikan seni-seni yang masuk dalam seni waris. Di dalamnya termasuk juga bagaimana seniman bisa bahagia, bisa tampil, sehingga Jawa Timur melalui Ibu Gubernur juga memberikan apresiasi kepada rekan-rekan para seniman,” tuturnya.
Campursari Dimeriahkan Guyon Maton Cak Percil CS hingga Berkah Lapak UMKM
Pagelaran campursari di Kampoeng Sepoloh ini kian semarak dengan hadirnya bintang tamu ternama Guyon Maton Cak Percil CS bersama penyanyi Dike Sabrina.
Selain menyuguhkan hiburan guyonan dan tembang campursari bagi ribuan masyarakat, acara ini terbukti menggerakkan roda perputaran transaksi bagi para pedagang UMKM di sekitar lokasi kegiatan.
“Kegiatan ini mudah-mudahan bisa menghibur kita semua, bisa memberikan manfaat tentunya, yang terpenting bisa memberikan manfaat buat kita semua. UMKM yang ada di belakang mudah-mudahan juga laris dagangannya,” harap Sadari.
Sadari menutup sambutan resminya dengan membacakan bait pantun khas Surabaya yang disambut riuh tepuk tangan warga:
“Surabaya kota indah berseri,
Jangan lupa mencoba rawon dan rujaknya.
Ayo nonton pergelaran seni campursari,
Bersama Guyon Maton dan Dike Sabrina.”




















