Waspada Karhutla di Banjarbaru, Warga Diminta Gunakan Masker

DIAGRAMKOTA.COM – Banjarbaru kembali menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin mengkhawatirkan. Dampaknya terasa pada kualitas udara serta aktivitas masyarakat sehari-hari. Berikut adalah informasi terkini tentang situasi karhutla di wilayah ini.

Peningkatan Titik Kebakaran

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, hingga Kamis (20/8), luasan lahan yang terdampak karhutla mencapai 969 hektare. Wilayah yang paling parah terkena dampak adalah Kecamatan Landasan Ulin, disusul oleh Kecamatan Cempaka dan Liang Anggang.

Kepala BPBD Kota Banjarbaru, Zaini, menyampaikan bahwa kebakaran terjadi di lahan semi gambut dan gambut. Peningkatan intensitas kebakaran dalam tiga hari terakhir telah berdampak pada peningkatan kabut asap yang sangat pekat, terutama di pagi hari.

Dampak pada Kualitas Udara

Kabut asap yang menyebar di wilayah Banjarbaru tidak hanya mengganggu penglihatan tetapi juga menyebabkan kesulitan bernapas. Zaini menjelaskan bahwa kondisi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama bagi mereka yang harus bekerja di luar ruangan.

Selain itu, ia juga menyampaikan kendala yang dihadapi petugas pemadam kebakaran. Titik air di lokasi kejadian mulai menipis, sehingga membatasi kemampuan petugas untuk melakukan pemadaman secara efektif.

Kebakaran Merambat ke Kawasan Perkebunan

Salah satu lokasi yang terkena dampak karhutla adalah kawasan perkebunan di Jalan Caraka Jaya, Kelurahan Landasan Ulin Utara. Api dengan cepat menjalar ke area perkebunan pisang milik warga, terutama karena adanya angin kencang yang mempercepat penyebaran api.

Anggota BPBD Kota Banjarbaru, Abas, mengatakan bahwa akses jalan yang sempit menjadi hambatan besar dalam upaya pemadaman. Mobil besar penyuplai air kesulitan masuk ke lokasi kebakaran, sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.

Petani setempat, seperti Eka, mengungkapkan kekhawatiran mereka. Mereka khawatir api bisa merambat ke kebun sayuran mereka jika tidak segera dipadamkan.

Imbauan dari Menteri Kesehatan

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memberikan imbauan penting kepada masyarakat terdampak karhutla. Ia menekankan pentingnya penggunaan masker sebagai cara sederhana untuk melindungi diri dari paparan partikel halus PM2.5 yang terkandung dalam asap karhutla.

PM2.5 adalah partikel udara sangat halus yang dapat mengganggu sistem pernapasan dan menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Budi menyarankan masyarakat untuk memantau kualitas udara melalui aplikasi yang tersedia, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Langkah Pencegahan dan Kesadaran Bersama

Situasi karhutla di Banjarbaru menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat dalam mencegah kebakaran. Selain penggunaan masker, masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak.

Petugas pemadam kebakaran juga terus berupaya memadamkan api, meskipun menghadapi tantangan seperti kurangnya titik air dan akses jalan yang sempit. Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Karhutla

Q: Apa saja dampak dari karhutla?

A: Karhutla dapat menyebabkan kabut asap yang mengganggu kualitas udara, gangguan pernapasan, serta kerusakan lingkungan dan ekosistem.

Q: Bagaimana cara mencegah paparan asap karhutla?

A: Penggunaan masker, menghindari aktivitas di luar ruangan, dan memantau kualitas udara melalui aplikasi adalah beberapa cara efektif untuk mencegah paparan asap.

Q: Siapa yang bertanggung jawab atas penanggulangan karhutla?

A: BPBD dan instansi terkait memiliki peran utama dalam penanggulangan karhutla, sementara masyarakat juga harus aktif dalam mencegah kebakaran.