DIAGRAMKOTA.COM – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Tawangsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, menetapkan sejumlah program prioritas menjelang pelaksanaan Rapat Kerja (RAKER) 2026. Keputusan tersebut dihasilkan dalam rapat koordinasi dan konsolidasi yang digelar di kediaman Drs. H. M. Sholihin, Selasa (4/8/2026) malam.
Rapat yang dimulai pukul 20.00 WIB itu dipimpin Sekretaris Ranting NU Tawangsari, Ustadz Lutfi, serta dihadiri Rois Syuriyah Gus Farid Waji, Ketua Ranting NU Tawangsari Ustadz Kasdi, jajaran pengurus harian, dan seluruh kepala bidang.
Rois Syuriyah Gus Farid Waji membuka rapat dengan mengajak seluruh pengurus menjadikan evaluasi kepengurusan sebelumnya sebagai dasar penyusunan program kerja yang lebih terarah.
Menurutnya, evaluasi menjadi langkah penting agar organisasi mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan memperkuat peran Nahdlatul Ulama di tingkat ranting.
“Kita harus menjadikan pengalaman periode sebelumnya sebagai bahan pembelajaran. Program yang sudah berjalan baik harus dilanjutkan, sedangkan yang masih kurang harus diperbaiki agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Ranting NU Tawangsari, Ustadz Kasdi, meminta setiap lembaga dan bidang menyusun program kerja yang realistis, terukur, dan sesuai kebutuhan warga.
Ia menegaskan bahwa seluruh usulan akan dibahas secara mendalam dalam forum RAKER untuk kemudian ditetapkan sebagai agenda kerja lima tahun ke depan.
Dalam rapat tersebut, pengurus menyepakati sejumlah program prioritas. Lembaga Pendidikan dan Ma’arif akan melakukan sosialisasi serta pendataan warga NU yang kurang mampu sebagai dasar pemberian dukungan pendidikan.
Lembaga Dakwah akan mengintensifkan kegiatan Lailatul Ijtima’ secara berkala untuk memperkuat syiar Islam dan mempererat ukhuwah antar warga.
Di bidang Takmir Masjid dan Musholla, pengurus akan membuat identitas seluruh masjid dan musholla di wilayah Tawangsari, menyelenggarakan pelatihan bilal, serta mendorong proses sertifikasi rumah ibadah.
LKKNU juga akan melanjutkan pengembangan program Koin NU dan kotak infak sebagai upaya memperkuat kepedulian sosial. Selain itu, santunan bagi anak yatim piatu tetap menjadi program utama yang akan terus dijalankan secara berkesinambungan.
Pada sektor pemberdayaan ekonomi, rapat mengusulkan pembentukan bidang ekonomi yang melibatkan kolaborasi antara pengurus lama dan anggota baru.
Bidang tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai program produktif untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga Nahdliyin.
Seluruh program yang disepakati merupakan hasil evaluasi kepengurusan sebelumnya. Pengurus akan menyempurnakan setiap usulan sebelum dibahas dalam RAKER sebagai pedoman pelaksanaan organisasi selama periode 2026–2031.
Rapat juga menetapkan pelaksanaan RAKER pada September 2026 di TPQ Al Hasyimi.
Setiap seksi diminta segera menyusun formulir usulan dan rancangan program kerja sebagai bahan pembahasan. Pengurus berharap seluruh anggota dapat berpartisipasi aktif mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan RAKER agar keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan organisasi dan masyarakat.
Menutup rapat, Sekretaris Ranting NU Tawangsari, Ustadz Lutfi, berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam rapat konsolidasi dapat terus terjaga hingga pelaksanaan RAKER.
“Semoga seluruh program yang akan disahkan nanti dapat dilaksanakan secara konsisten, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta semakin memperkuat peran Ranting NU Tawangsari dalam membangun kehidupan keagamaan, sosial, pendidikan, dan ekonomi warga,” pungkasnya. (DK/yud)
