DIAGRAMKOTA.COM – Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, bersama 13 orang lainnya, ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). OTT ini dilakukan di Purwokerto dan Jakarta, dengan dugaan keterlibatan akademikus dalam penerimaan suap terkait proses penerimaan mahasiswa baru.
Dalam pernyataannya, Jubir KPK Budi Prasetyo menyebutkan bahwa salah satu yang diamankan adalah Rektor Unsoed. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai latar belakang dan kekayaan pria yang kini menjadi sorotan publik.
Riwayat Pendidikan Akhmad Sodiq
Akhmad Sodiq lahir pada 28 Januari 1969, di Batang. Ia memulai pendidikannya di Fakultas Peternakan Unsoed, tempat ia juga menyelesaikan studi S1-nya. Setelah itu, ia melanjutkan studi S2 di Der-Georg August Universitaet Goettingen, Jerman, dengan program studi Animal Science.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktoralnya di Kassel University, Jerman, dengan fokus pada bidang Animal Science. Riwayat pendidikannya mencerminkan dedikasi tinggi terhadap ilmu peternakan.
Pengalaman Organisasi dan Karier
Selain berkiprah di dunia pendidikan, Akhmad Sodiq memiliki pengalaman luas dalam organisasi. Beberapa posisi penting yang pernah ia jabat antara lain:
- Dewan Pembina, Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Unsoed
- Dewan Pengawas, DPW Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Jawa Tengah
- Dewan Pakar, Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI)
- Dewan Pembina, Asosiasi Sarjana Membangun Desa (SMD)
- Dewan Kehormatan, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Banyumas
Karier akademiknya dimulai dari staf pengajar hingga menjabat sebagai dekan Fakultas Peternakan Unsoed selama dua periode (2010–2017). Ia juga pernah menjabat rektor UNU Purwokerto (2017–2018) dan Wakil Rektor Unsoed Bidang Akademik (2018–2022).
Pada 2022, Akhmad Sodiq terpilih sebagai rektor Unsoed untuk masa bakti 2022–2026. Pada Mei 2026, ia kembali dilantik untuk periode 2026–2030.
Laporan Harta Kekayaan di LHKPN
Dalam laporan terbaru yang tersedia di situs E-LHKPN KPK, Akhmad Sodiq terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 19 Maret 2026. Total kekayaan bersihnya mencapai Rp3.124.541.326.
Berikut rincian asetnya:
- Tanah dan Bangunan
- Tanah 505 m²/416 m² di Banyumas: Rp1.300.000.000
- Tanah 1.051 m² di Banyumas: Rp395.000.000
- Tanah 1.129 m² di Banyumas: Rp510.000.000
-
Tanah 1.050 m² di Banyumas: Rp295.000.000
-
Alat Transportasi dan Mesin
- Motor Yamaha 1993: Rp1.200.000
- Motor Honda 2006: Rp4.500.000
- Mobil Toyota Agya 2015: Rp75.000.000
- Mobil Toyota Grand New Innova 2014: Rp180.000.000
- Motor Yamaha BBP A/T 2023: Rp25.000.000
Analisis dan Penutup
Peristiwa OTT yang menimpa Rektor Unsoed Akhmad Sodiq menjadi peringatan bagi institusi pendidikan tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, laporan kekayaan yang terbuka memberikan gambaran jelas tentang kondisi finansial seorang pejabat.
Bagi masyarakat, kasus ini menjadi momentum untuk lebih waspada terhadap praktik korupsi di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Dengan adanya mekanisme seperti LHKPN dan KPK, harapan besar terhadap sistem pemerintahan yang bersih dan berintegritas tetap terjaga.
