DIAGRAMKOTA.COM – Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tidak hanya menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin. Gelaran tersebut juga membawa berkah bagi para pelaku usaha kecil yang berjualan di sekitar lokasi acara.
Salah satunya Haji Ade, penjual tas lipat yang membawa produk hasil produksi dari Garut, Jawa Barat. (29/08/26)
Ia memanfaatkan ramainya Muktamar NU ke-35 untuk menawarkan dagangannya kepada para peserta dan pengunjung.
Haji Ade mengaku memilih tas lipat sebagai produk dagangan karena barang tersebut praktis dan mudah dibawa.
Produk yang ia jual juga berasal dari produksi Garut sehingga sekaligus memperkenalkan hasil usaha daerah kepada masyarakat dari berbagai wilayah.
Selama pembukaan hingga rangkaian kegiatan Muktamar NU ke-35 berlangsung, Haji Ade terus melayani pembeli yang datang ke lapaknya.
Ramainya peserta muktamar memberikan peluang tersendiri bagi dirinya untuk meningkatkan penjualan.
“Selama Muktamar NU ke-35 ini saya berjualan tas lipat produksi Garut,” ujar Haji Ade.
Kehadiran pedagang seperti Haji Ade turut mewarnai suasana Muktamar NU ke-35.
Ribuan peserta dan pengunjung yang datang dari berbagai daerah tidak hanya mengikuti agenda organisasi, tetapi juga berinteraksi dengan pelaku UMKM yang menawarkan beragam produk.
Bagi Haji Ade, momentum Muktamar NU ke-35 menjadi kesempatan untuk memperluas pasar.
Ia dapat memperkenalkan tas lipat produksi Garut kepada masyarakat yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain memenuhi kebutuhan peserta, aktivitas perdagangan di sekitar lokasi muktamar juga menunjukkan bahwa gelaran berskala besar dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil.
Haji Ade berharap kegiatan seperti Muktamar NU ke-35 terus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan dan memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat luas.(Dk/yud)
