Dalam kesempatan tersebut, H. Muhaimin mengikuti prosesi Buka dan Lelang Selambu, salah satu tradisi yang paling dinantikan dalam rangkaian haul. Tradisi ini merupakan prosesi penggantian kain penutup makam (selambu/luwur) yang kemudian dilelang kepada jamaah dan peziarah sebagai simbol kecintaan kepada para wali serta upaya melestarikan tradisi keagamaan yang telah berlangsung turun-temurun.
Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kawasan makam Mbah Syekh Ahmad Mutamakin untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung khidmat. Selain lelang selambu, rangkaian haul juga diisi dengan tahlil, khataman Al-Qur’an, pembacaan burdah, pengajian umum, serta berbagai kegiatan sosial dan budaya yang mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
H. Muhaimin menyampaikan bahwa kegiatan haul seperti ini memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi karena menjadi sarana mengenang perjuangan para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam serta memperkuat silaturahmi antarumat. Menurutnya, keteladanan Mbah Syekh Ahmad Mutamakin harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan yang religius, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Melalui haul ini kita diajak untuk meneladani perjuangan para wali dan ulama. Semoga nilai-nilai dakwah, persatuan, dan kepedulian sosial yang diajarkan Mbah Syekh Ahmad Mutamakin dapat terus hidup di tengah masyarakat,” ujar H. Muhaimin.
Haul Mbah Syekh Ahmad Mutamakin merupakan agenda tahunan yang selalu menarik perhatian ribuan peziarah dari berbagai daerah. Selain menjadi momentum spiritual, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar melalui berbagai aktivitas keagamaan dan budaya yang berlangsung selama peringatan haul.(dk/tgh)
