Halal Bihalal LIRA Taman Pererat Kebersamaan, Tekankan Nilai Toleransi dan Gotong Royong
- account_circle Teguh Priyono
- calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal yang digelar Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Taman bersama Majelis Al-Ittihad Al Falah, Jumat (3/4/2026) malam. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Berlokasi di kawasan Jalan Raya Wonocolo Sepanjang, tepatnya di depan Kantor Pos Warkop Thoz, kegiatan tersebut dihadiri sekitar 200 peserta yang terdiri dari anggota LIRA serta masyarakat umum. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan tingginya antusiasme warga dalam menjaga tali silaturahmi dan memperkokoh hubungan sosial.
Sejumlah tokoh turut memeriahkan kegiatan ini, di antaranya Nizamuddin Awlia, Muhammad Aisy Atho’illah, Andi Prasetio, serta Adhitya Yudha. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya sinergi antara unsur pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menciptakan kehidupan yang harmonis.
Dalam sambutannya, panitia penyelenggara menekankan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana mempererat komunikasi dan membangun kembali hubungan yang sempat renggang.
“Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat solidaritas, serta membangun lingkungan yang damai dan saling mendukung,” ujarnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Nizamuddin Awlia menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kerukunan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya mengedepankan kata-kata, tetapi juga membuktikan nilai persatuan melalui sikap dan tindakan nyata.
“Kerukunan itu lahir dari hati yang lapang. Saling memaafkan, menghargai perbedaan, dan menahan diri dari sikap saling menyalahkan adalah kunci utama dalam menjaga keharmonisan,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberagaman merupakan keniscayaan yang harus diterima dengan bijak. Menurutnya, perbedaan justru menjadi kekuatan jika disikapi dengan sikap saling menghormati.
“Jangan jadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan. Justru dari keberagaman itulah kita belajar untuk saling melengkapi dan memperkuat persatuan,” imbuhnya.
Kegiatan Halal Bihalal ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi langkah nyata dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antar elemen masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan tercipta suasana yang rukun, damai, dan penuh toleransi di wilayah Sidoarjo.
(Dk/tgh)
- Penulis: Teguh Priyono

>
>