Senegal Berencana Arak-Arakan Trofi Piala Afrika 2025 di Laga Persahabatan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Senegal mengambil langkah dramatis untuk mengekspresikan kekecewaan mereka terhadap keputusan Federasi Sepakbola Afrika (CAF) yang mencabut gelar juara Piala Afrika 2025. Timnas Senegal, yang dikenal dengan julukan The Lions of Teranga, akan melakukan aksi arak-arakan trofi sebelum pertandingan persahabatan melawan Peru di Stade de France, Paris, pada Sabtu (28/3). Aksi ini menjadi bentuk protes terbuka terhadap keputusan CAF yang dinilai tidak adil.
Keputusan CAF yang Menimbulkan Kontroversi
Keputusan CAF untuk mencabut gelar juara Senegal dilakukan dua bulan setelah turnamen berakhir. Gelar tersebut diserahkan kepada Maroko, yang sebelumnya menjadi runner-up dan tuan rumah. Alasan utama dari pencabutan gelar adalah tindakan walkout yang dilakukan oleh tim Senegal saat injury time babak kedua. Saat itu, wasit memberikan hadiah tendangan penalti kepada Maroko, yang dianggap sebagai kesalahan oleh pelatih dan pemain Senegal.
Kontroversi ini memicu reaksi keras dari federasi sepakbola Senegal. Presiden Federasi Sepakbola Senegal (FSF), Abdoulaye Fall, menyatakan bahwa keputusan CAF merupakan “perampokan administratif paling terang-terangan dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah olahraga kita.”
Langkah Hukum dan Protes Massal
Untuk menuntut keadilan, FSF resmi mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada Selasa (24/3/2026). Meskipun proses hukum masih berlangsung, Senegal tetap memilih untuk mengambil langkah simbolis dengan memperingati gelar mereka lewat aksi arak-arakan trofi.
Presiden FSF juga menyatakan niatnya untuk melakukan “crusade” atau perang besar-besaran melawan keputusan CAF. Ia menegaskan bahwa federasi tidak akan menerima keputusan ini sebagai sesuatu yang tak terhindarkan.
Aksi Arak-Arakan Sebagai Pesan Keras
Aksi arak-arakan trofi akan berlangsung selama 15 menit sebelum laga Senegal vs Peru di Stade de France. Rencana ini bukan hanya sekadar upaya untuk memperingati gelar, tetapi juga menjadi pesan keras bagi CAF dan dunia sepakbola Afrika. Dengan membawa trofi, Senegal ingin menunjukkan bahwa mereka tetap bangga dengan kemenangan yang diraih, meskipun telah dicabut secara administratif.
Pemain andalan seperti Sadio Mane juga turut merespons keputusan ini. Meski tidak secara langsung berkomentar, video-video yang beredar menunjukkan sikap tenang dan profesional dari para pemain, meskipun di baliknya ada rasa kecewa yang mendalam.
Reaksi Masyarakat dan Dunia Sepakbola
Reaksi masyarakat Senegal terhadap keputusan CAF sangat beragam. Banyak warga yang marah dan menuntut agar federasi sepakbola negara mereka bertindak tegas. Di sisi lain, beberapa pengamat sepakbola Afrika menilai bahwa keputusan CAF bisa menjadi preseden buruk bagi kompetisi-kompetisi serupa di masa depan.
Perlu dicatat bahwa Piala Afrika 2025 dianggap sebagai salah satu turnamen yang paling kontroversial dalam sejarah. Tidak hanya karena hasil akhir yang dipertanyakan, tetapi juga karena cara penyelenggaraannya yang sempat dianggap tidak transparan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar