Perlu Standar Nasional dan Platform Berbagi Data China untuk Mendorong Pengembangan Asuransi Kendaraan Listrik
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pengembangan teknologi kendaraan otonom menuntut perubahan dalam sistem asuransi kendaraan listrik. Seorang anggota Komite Nasional Rakyat (NPC) mengusulkan penerapan standar nasional dan pembangunan platform berbagi data sebagai infrastruktur pendukung untuk mempercepat pertumbuhan industri asuransi kendaraan listrik.
Peran Data dalam Penentuan Risiko dan Klaim
Data operasi kendaraan menjadi fondasi utama dalam penentuan kecelakaan, penilaian risiko, dan penyelesaian klaim. Dalam sebuah pidato di sidang NPC, Zhou Yanfang, yang juga direktur pusat riset strategi ESG di China Pacific Insurance, menjelaskan bahwa perkembangan pesat teknologi pengemudi cerdas telah mengubah paradigma industri asuransi.
“Kami membutuhkan standar keselamatan bersama antara lembaga regulasi dan pemangku kepentingan industri untuk menciptakan platform interaksi data nasional,” ujarnya. Dengan menghilangkan hambatan informasi antara produsen mobil, perusahaan asuransi, dan lembaga pengujian, lingkaran data yang dapat dipercaya dapat terbentuk sepanjang siklus hidup kendaraan.
Perlu Revisi Hukum dan Regulasi
Selain itu, Zhou menyarankan revisi hukum dan regulasi yang relevan, termasuk Undang-Undang Keselamatan Lalu Lintas Jalan dan Undang-Undang Asuransi, sesuai dengan perkembangan teknologi pengemudi cerdas. “Aturan hukum terkait penentuan tanggung jawab kecelakaan lalu lintas belum lengkap,” katanya. Tanpa norma jelas tentang skenario pengemudi cerdas, sulit menentukan tanggung jawab antara manusia dan mesin.
Zhou juga menyoroti pentingnya menetapkan kerangka kerja pembagian tanggung jawab untuk mode pengemudi cerdas tingkat 3 dan di atasnya. Selain itu, ia mengusulkan studi tentang inklusi pengemudi yang terluka akibat kegagalan sistem pengemudi otomatis dalam cakupan asuransi dan meningkatkan aturan keterlambatan pihak ketiga.
Standarisasi Teknis dan Peningkatan Efisiensi Klaim
Selain itu, Zhou merekomendasikan percepatan penyusunan spesifikasi teknis untuk perawatan sistem tiga listrik (baterai, motor, dan kontrol elektronik), standar penilaian kerusakan, dan panduan daur ulang bagian bekas. Tujuannya adalah menciptakan standar penilaian kerusakan yang seragam dan dasar harga untuk mengurangi perselisihan antara perusahaan asuransi dan bengkel selama penyelesaian klaim, sehingga meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Inovasi Produk dan Pendekatan Harga yang Berbeda
Zhou juga menyarankan penerapan pedoman inovasi produk dan harga yang berbeda, serta meluncurkan desain produk dan mekanisme harga yang lebih rinci. Misalnya, pengembangan produk asuransi baru yang memasukkan teknologi pengemudi cerdas, teknologi pertukaran baterai, dan penggunaan kendaraan-baterai terpisah segera diperlukan.
“Perbedaan struktur risiko, pihak bertanggung jawab, dan batasan cakupan antara kendaraan listrik dan kendaraan konvensional membawa tantangan baru dalam pengembangan produk asuransi, inovasi model bisnis, dan manajemen risiko,” kata Zhou.
Tantangan dan Peluang di Pasar Kendaraan Listrik
Tantangan utama berasal dari kesulitan asuransi tradisional dalam menyesuaikan diri dengan karakteristik risiko kendaraan listrik dan adanya celah institusional dalam kerangka hukum dan pasokan produk asuransi saat popularitas pengemudi cerdas meningkat.
Data dari Kementerian Keamanan Publik menunjukkan bahwa jumlah kendaraan listrik di Tiongkok mencapai 43,97 juta unit pada akhir tahun lalu, menyumbang 12% dari total kendaraan. Selain itu, sekitar 12,93 juta kendaraan listrik baru terdaftar pada 2025, mencakup hampir setengah dari registrasi baru.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar