Kritik terhadap Ring Magazine Muncul dari Berbagai Pihak
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pengkritikan terhadap Ring Magazine, majalah ikonik dalam dunia tinju, tidak hanya datang dari satu pihak. Banyak tokoh dan pengamat olahraga menyampaikan kekecewaan terhadap perubahan yang terjadi setelah kepemilikan baru. Salah satu tokoh yang paling dikenal adalah Oscar de la Hoya, pendiri Golden Boy Promotions dan mantan juara bertingkat lima.
De la Hoya mengungkapkan penyesalan atas penjualan Ring Magazine kepada Turki Alalshikh pada tahun 2024 dengan harga sekitar $10 juta. Ia mengatakan bahwa ia merasa menyesal karena melihat bagaimana majalah ini kini tidak lagi menjaga integritasnya seperti dulu.
“Apakah saya menyesal? Dengan perkembangan yang terjadi saat ini, saya memang merasa menyesal,” ujarnya dalam wawancara dengan Ariel Helwani. “Dan saya tidak pernah menyesal apa pun.”
Ia menegaskan bahwa selama ia memegang Ring Magazine, ia menjaga integritas publikasi tersebut. “Saya menjaga panel penulis dari seluruh dunia yang menentukan siapa yang berada di posisi pertama atau kedua, memastikan integritasnya tetap terjaga,” katanya.
Namun, ia mengaku bahwa ia salah dalam memilih pembeli. “Turki datang dan saya pikir saya menjualnya kepada seseorang yang benar-benar peduli pada olahraga dan akan menjaga integritasnya, tapi ternyata saya salah.”
Perubahan yang Menimbulkan Kekhawatiran
Selain de la Hoya, media mainstream juga memberitakan bahwa Ring Magazine kini dianggap tidak lagi netral. Laporan dari The Telegraph menyebutkan bahwa publikasi yang telah berusia ratusan tahun ini diklaim telah “dimanipulasi” sejak diambil alih oleh Turki Alalshikh.
Dalam laporan itu, disebutkan bahwa Ring Magazine pernah mempublikasikan informasi tanpa sumber yang menyebutkan bahwa Queensberry sedang dalam kesulitan keuangan dan tiket pertandingan Fabio Wardley vs Daniel Dubois sulit terjual, meskipun hanya dalam tahap pre-sale.
Thomas Hauser, seorang jurnalis tinju berpengalaman dan penulis biografi Muhammad Ali, juga menyampaikan pandangannya. Ia mengatakan bahwa versi cetak Ring Magazine masih relatif bersih, tanpa konten editorial yang secara terbuka mendukung pihak tertentu. Namun, versi digitalnya berbeda.
“Sangat tidak mungkin Anda akan melihat apa pun yang kritis tentang program tinju Saudi di situs web,” kata Hauser. “Dan itu bukan hal baru. Saat ini dimiliki oleh Golden Boy, mereka tidak akan menghina Golden Boy.”
Kehadiran Ring Magazine dalam Dunia Tinju
Ring Magazine sebelumnya dianggap sebagai “Bible of Boxing” dan menjadi referensi utama bagi para penggemar dan petinju. Namun, kini banyak orang merasa bahwa reputasi dan integritasnya mulai tergerus.
De la Hoya menegaskan bahwa Ring Magazine dulu memiliki makna besar dalam dunia tinju. “Ring belt dan Ring Magazine adalah segalanya selama ratusan tahun. Sekarang bisa jadi hanya sampah. Mungkin lebih baik dibuang saja. Itu tidak berarti apa-apa.”
Ia bahkan menyamakan nilai Ring Magazine dengan sabuk Zuffa. “Sabuk Zuffa lebih bernilai daripada sabuk Ring. Ini lebih bernilai daripada sabuk Zuffa. Itu tidak berarti apa-apa, hanya sebuah nama.”
Peran Media dalam Tinju Modern
Kritik terhadap Ring Magazine mencerminkan pergeseran dalam cara media memandang olahraga tinju. Dulu, majalah ini menjadi acuan utama untuk peringkat dan penilaian petinju. Kini, banyak orang meragukan objektivitasnya, terutama setelah kepemilikan baru.
Perubahan ini juga menjadi perhatian banyak pengamat, termasuk jurnalis dan mantan atlet. Mereka khawatir bahwa kepercayaan publik terhadap media olahraga akan semakin berkurang jika tidak ada upaya untuk menjaga integritas dan kredibilitas.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar