DPRD Surabaya: E-Sport sebagai Ruang Edukatif untuk Generasi Muda
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â E-sport kini tidak lagi dianggap sekadar permainan digital, tetapi telah berkembang menjadi industri yang menawarkan peluang karier dan prestasi. Di tengah perdebatan tentang penggunaan media sosial oleh anak-anak, e-sport sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dinilai memiliki potensi positif jika dikelola dengan baik.
Potensi Positif E-Sport dalam Pendidikan
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ais Shafiyah Asfar, menegaskan bahwa e-sport dapat menjadi ruang yang produktif bagi generasi muda. Ia menilai kegiatan ini tidak bertentangan dengan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun karena pengelolaannya berada dalam pengawasan pihak sekolah.
“E-sport sekarang bukan hanya permainan, tapi sudah berkembang menjadi industri kreatif yang juga membuka peluang prestasi dan karier seseorang,” ujar Ais. Menurutnya, kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk menyalurkan bakat dan minat siswa secara terarah.
Konteks Pembatasan Media Sosial
Pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun bertujuan melindungi mereka dari dampak negatif seperti paparan konten tidak sesuai atau risiko kecanduan digital. Namun, Ais menekankan bahwa e-sport dalam lingkungan sekolah memiliki konteks yang berbeda.
“Kebijakan itu kan pada dasarnya untuk melindungi anak dari dampak negatif penggunaan medsos seperti paparan konten dan kecanduan,” katanya. Ia menilai bahwa e-sport dalam konteks ekstrakurikuler justru menjadi contoh pemanfaatan teknologi yang lebih positif karena dilakukan secara edukatif dan terkontrol.
Pentingnya Pengawasan dan Edukasi
Meski e-sport dianggap positif, Ais mengingatkan pentingnya pengaturan waktu penggunaan gawai bagi siswa. Pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga harus diperkuat di lingkungan keluarga.
“Sosialisasi pengawasan penggunaan gadget justru paling penting saat di rumah,” tambahnya. Ia menekankan bahwa selama diawasi oleh guru dan sekolah, kegiatannya tetap bersifat edukatif dan pengembangan bakat.
Kesiapan Sekolah dalam Mengelola E-Sport
DPRD Surabaya menilai bahwa keberadaan e-sport sebagai ekskul membutuhkan persiapan yang matang dari pihak sekolah. Termasuk dalam hal pengelolaan waktu, pemantauan aktivitas, serta pendidikan karakter terhadap siswa.
Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu memberikan alternatif penggunaan teknologi yang lebih bermanfaat, menjauhkan siswa dari penggunaan media sosial yang tidak terkendali.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meski ada pro dan kontra, e-sport sebagai ekstrakurikuler menawarkan peluang besar bagi generasi muda. Dengan pengelolaan yang tepat, kegiatan ini bisa menjadi jalan untuk mengembangkan bakat, meningkatkan keterampilan, dan bahkan membuka jalan karier di bidang teknologi dan hiburan.
Seiring perkembangan dunia digital, kehadiran e-sport di sekolah bisa menjadi bagian dari strategi pendidikan yang lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan masa depan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar