Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Dokter Ignatius Supit Meninggal Dunia, Tokoh Kemanusiaan yang Membangun Rumah Sakit untuk Orang Miskin

Dokter Ignatius Supit Meninggal Dunia, Tokoh Kemanusiaan yang Membangun Rumah Sakit untuk Orang Miskin

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Dr. Ignatius Supit adalah sosok yang tidak hanya dikenal sebagai dokter, tetapi juga sebagai pionir dalam membangun rumah sakit yang khusus melayani masyarakat kurang mampu. Keberadaannya menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama di Surabaya. Ia meninggal dunia pada hari Kamis (19/3/2026) di usia 87 tahun. Kabar ini disampaikan oleh Mgr Agustinus Tri Budi Utomo, Uskup Surabaya, melalui akun Instagramnya.

Latar Belakang dan Awal Mula Kiprah Dr. Ignatius Supit

Kepedulian Dr. Ignatius Supit terhadap masyarakat miskin lahir dari pengalamannya sendiri. Saat itu, ia mengantarkan putranya mendaftar studi ke kedokteran gigi pada tahun 1970-an. Di sana, ia menyaksikan betapa pentingnya perawatan medis yang ramah terhadap kalangan bawah. Hal ini menjadi awal mula ide pembangunan poliklinik yang khusus melayani orang-orang miskin.

Pada tahun 1979, ia mendirikan klinik umum dan klinik rehidrasi anak di Manyar, Surabaya. Setelah beberapa tahun beroperasi, klinik tersebut dipindahkan ke Medokan Semampir Indah pada tahun 1990 dan resmi menjadi Poliklinik Gigi dan Umum pada 12 November 1991.

Pembentukan Rumah Sakit Gotong Royong

Lima tahun kemudian, pada 1 Januari 1996, Rumah Sakit Gotong Royong mulai beroperasi dengan layanan rawat inap dan kapasitas 50 tempat tidur. Meski bangunan RS Gotong Royong masih sederhana, Dr. Ignatius Supit merancang sendiri gedungnya. Ia menempatkan fasilitas khusus seperti ruang penunggu dan kamar VIP untuk keluarga pasien meskipun kamar kelas ekonomi.

Selain sebagai dokter, ia juga bertindak sebagai direktur, keuangan, pemilik, hingga ketua yayasan. Ia mengajak dokter-dokter lain untuk berkarya sosial tanpa dibayar. “Pasien dengan kasus ringan, sembuh dalam tiga hari. Kalau lebih, harganya diturunkan. Lebih dari seminggu belum sembuh, digratiskan,” jelas Romo Didik, panggilan Mgr Agustinus Tri Budi Utomo.

Keputusan untuk Menyerahkan Rumah Sakit kepada Gereja

Pada tahun 2014, Dr. Ignatius Supit menyerahkan Rumah Sakit Gotong Royong kepada Keuskupan Surabaya agar bisa dikembangkan menjadi rumah sakit pendidikan. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Ia berpandangan bahwa rumah sakit ini harus dikelola gereja karena memiliki misi khusus untuk orang miskin.

“Hanya gereja yang bisa men-support supaya rumah sakit bisa tetap melayani orang miskin,” kata Romo Didik mengutip perkataan Dr. Ignatius Supit. Ia juga memiliki prinsip bahwa rumah sakit ini tidak akan mati karena Tuhan yang akan memenuhinya.

Pengembangan Rumah Sakit Gotong Royong

Setelah diserahkan kepada Keuskupan Surabaya, pada tahun 2017 keuskupan bekerja sama dengan Universitas Widya Mandala dan beberapa paroki untuk menambah bangunan untuk ruang laboratorium, Unit Gawat Darurat, Intensive Care Unit dan geriatri. Lansia yang keluarganya tidak bisa merawat karena bekerja bisa dititipkan ke geriatri dengan biaya terjangkau.

Pada tahun 2005, fasilitas rumah sakit yang terletak di Jalan Medokan Semampir Indah Nomor 97, Surabaya ini ditingkatkan menjadi bangunan empat lantai. Rumah sakit ini kini menjadi Rumah Sakit Umum Tipe C dan terakreditasi Paripurna. Kemudian sejak 2021, RS Gotong Royong resmi menjadi rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Nilai-nilai Idealisme yang Masih Hidup

Sampai hari ini, nilai-nilai idealis kemanusiaan yang diperjuangkan Dr. Ignatius Supit selalu hidup melalui pelayanan kesehatan di RS Gotong Royong. “Rumah sakit sampai sekarang defisit. BPJS hanya menanggung perawatan sampai titik tertentu. Saat pasien tidak bisa dirujuk atau rumah sakit rujukan tidak menerima. Biaya di luar BPJS, dibantu yayasan,” kata Romo Didik.

Bahkan sampai Dr. Ignatius Supit tutup usia, pihak keluarga mengumumkan dana kedukaan yang terkumpul akan digunakan sebagai subsidi biaya pasien di RS Gotong Royong. Dengan demikian, nilai-nilai kemanusiaan yang diperjuangkannya akan terus berlanjut.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peluang Spartak Moscow dalam Pertandingan Lawan Akron Togliatti

    Peluang Spartak Moscow dalam Pertandingan Lawan Akron Togliatti

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 14
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pertandingan antara Spartak Moscow dan Akron Togliatti dalam babak ke-20 Liga Premier Rusia (RPL) menjadi perhatian besar bagi para penggemar sepak bola. Banyak analis dan bandar taruhan memprediksi bahwa Spartak memiliki peluang yang cukup tinggi untuk memenangkan pertandingan ini. Menurut data dari Betonmobile, peluang kemenangan Spartak dihitung dengan koefisien 1.39, sementara hasil imbang memiliki […]

  • Shayne Pattynama ,Buriram United

    Perjalanan Shayne Pattynama di Buriram United Berakhir

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 56
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Shayne Pattynama, pemain sepak bola asal Indonesia yang bermain sebagai bek sayap kiri, telah resmi berpisah dari klub Thailand, Buriram United. Pemutusan kontrak ini terjadi lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya direncanakan. Informasi ini disampaikan langsung oleh situs resmi klub, yang mengungkapkan bahwa kontrak Shayne akan berakhir pada 30 Juni 2026, tetapi kini […]

  • Bahaya Duduk Terlalu Lama bagi Kesehatan

    Bahaya Duduk Terlalu Lama bagi Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 243
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Duduk Terlalu Lama: ‘Silent Killer’ Modern yang Mengancam Kesehatan Anda Di era digital dan gaya hidup modern ini, duduk telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian kita. Dari bekerja di depan komputer, menatap layar smartphone, hingga bersantai di sofa menonton serial favorit, sebagian besar waktu kita dihabiskan dalam posisi duduk. Kenyamanan yang […]

  • Gerakan Cuti Bersama Hakim Se-Indonesia, Menuntut Kesejahteraan dan Integritas

    Gerakan Cuti Bersama Hakim Se-Indonesia, Menuntut Kesejahteraan dan Integritas

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 179
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ribuan hakim di seluruh Indonesia akan melakukan Gerakan Cuti Bersama pada tanggal 7-11 Oktober 2024. Gerakan ini merupakan bentuk protes kolektif para hakim terhadap ketidaksejahteraan dan kurangnya perhatian pemerintah terhadap lembaga peradilan. Juru Bicara Solidaritas Hakim Indonesia, Fauzan Arrasyid, menyatakan bahwa gerakan ini bertujuan untuk memperjuangkan kesejahteraan, independensi, dan kehormatan lembaga peradilan. “Bahwa selama […]

  • PO Bagong Luncurkan Rute Baru: Surabaya-Ambulu

    PO Bagong Luncurkan Rute Baru: Surabaya-Ambulu

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 331
    • 0Komentar

    PO Bagong Perkenalkan Rute Baru Surabaya – Ambulu DIAGRAMKOTA.COM – PO Bagong, salah satu perusahaan angkutan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) yang cukup dikenal di Jawa Timur, baru saja meluncurkan rute baru yang akan melayani perjalanan antara Surabaya dan Ambulu. Rute ini juga berlaku sebaliknya, sehingga penumpang bisa memilih arah sesuai kebutuhan. Rute baru ini […]

  • DPR Persetujui Dana Rp 2 Triliun untuk Lunasi Utang ke Spanyol

    DPR Persetujui Dana Rp 2 Triliun untuk Lunasi Utang ke Spanyol

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 150
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Komisi IV DPR menyetujui usulan anggaran tambahan sebesar Rp 2 triliun dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk melunasi utang dari Spanyol dalam proyek Sistem Pengawasan Terpadu Maritim dan Perikanan (MFISS). “Komisi IV DPRRI menyetujui proposal tambahan anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2025 sebesar Rp 2 triliun yang berasal dari pinjaman luar negeri pemerintah […]

expand_less