Bank Jatim Prediksi Pertumbuhan Kredit di Jawa Timur Masih Stabil
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Bank Jatim, salah satu bank daerah terkemuka di Jawa Timur, mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit di wilayah tersebut masih memiliki prospek yang baik meskipun menghadapi tantangan dari ketidakpastian geopolitik global. Hal ini disampaikan oleh RM Wahyukusumo, Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim, dalam sebuah acara di Hotel Discovery SCBD Jakarta.
Wahyukusumo menjelaskan bahwa industri-industri yang berkembang di Jawa Timur memberikan dasar kuat untuk pertumbuhan kredit. “Kredit-kredit tadi yang masih berprospek bahwa di Jawa Timur ini industrinya sangat resiliens ya. Kalau dibandingkan dengan industri-industri di daerah-daerah lain. Kita kan banyak industri-industri seperti sifatnya consumer goods, food and beverage dan sebagainya,” ujarnya.
Selain itu, Jawa Timur juga dikenal sebagai lumbung pangan nasional, yang memperkuat posisi ekonomi daerah tersebut. “Sebagai lumbung pangan nasional, pertanian di Jawa Timur itu pertanian, peternakan itu rata-rata akan menjadi penyuplai nasional, baik di pertanian padi, kemudian peternakan, ayam, sapi, susu dan sebagainya. Ini artinya bahwa potensi di Jawa Timur untuk kredit itu masih terprospek,” tambahnya.
Meski demikian, Wahyukusumo tidak menyangkal bahwa gejolak geopolitik global pasti berpengaruh pada sektor perbankan. Namun, ia menilai dampaknya tidak terlalu signifikan bagi Bank Jatim karena fokus utamanya adalah pada kredit mikro dan kecil. “Geopolitik ini memang suatu keniscayaan ya, hampir semua perbankan juga mengalami hal-hal tersebut ya. Tapi mungkin kita itu terpaparnya kalau Bank Jafri tidak terlalu signifikan beberapa bank yang ada berorientasi terhadap hubungan ekonomi dengan luar negeri, misalnya ekspor-impor dan sebagainya,” jelasnya.
Strategi Bank Jatim dalam Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi
Untuk menghadapi dinamika kondisi ekonomi, Bank Jatim memiliki strategi yang terarah. Salah satunya adalah melakukan penyaluran pinjaman yang lebih selektif pada sektor prospektif. Selain itu, bank ini juga fokus pada pengembangan bisnis kredit konsumer serta efisiensi dalam pengaturan pendapatan dan beban.
“Playing field kita ini kan di consumer dan kredit-kredit mikro kecil ya. Memang nanti ada dampaknya juga di mikro kecil, dengan penguatan-penguatan kondisi resiliens-nya Jawa Timur sebagai lumbung pangan. Insyaallah kalau pangan ini mau geopolitik, mau apa tetap pasti dibutuhkan,” ujar Wahyukusumo.
Dalam laporan terbaru, angka penyaluran kredit Bank Jatim (Bank Only) berhasil tumbuh konservatif sebesar 4,98 persen (year on year) atau Rp 67,24 triliun. Komposisinya terdiri dari kredit konsumer sebesar Rp 36,54 triliun atau meningkat 6,20 persen (yoy) dan kredit produktif sebesar Rp 30,7 triliun atau meningkat 3,55 persen (yoy).
Peran Transaksi Digital dalam Peningkatan Pendapatan Non Bunga
Bank Jatim juga memperhatikan pentingnya transaksi digital dalam meningkatkan pendapatan non bunga. Dengan semakin meningkatnya penggunaan teknologi, bank ini berupaya untuk memperluas akses layanan ke pelanggan melalui platform digital.
“Strategi kami juga mencakup agresif mengendalikan kualitas aset agar sesuai dengan risk appetite. Dengan demikian, Bank Jatim dapat tetap menjaga stabilitas dan pertumbuhan secara berkelanjutan,” tambah Wahyukusumo.
Kinerja Keuangan Bank Jatim yang Menjanjikan
Tahun lalu, Bank Jatim mencatatkan kinerja keuangan yang positif. Nilai aset bank ini mencapai Rp105,8 triliun, dengan penyaluran pinjaman yang naik sebesar 42,93 persen. Selain itu, laba yang diraih mencapai Rp1,54 triliun, yang merupakan hasil dari peningkatan transaksi digital dan pengelolaan risiko yang baik.
Dengan strategi yang matang dan komitmen untuk mendukung UMKM serta sektor-sektor strategis, Bank Jatim terus memperkuat posisinya sebagai salah satu bank daerah terdepan di Jawa Timur.***

>
>
>
>
Saat ini belum ada komentar