Situbondo Bertransformasi: Kepemimpinan yang Menggerakkan Ekonomi dan Budaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kabupaten Situbondo, yang dikenal sebagai “Kota Santri”, kini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Dalam satu tahun kepemimpinan Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah, daerah ini telah mengubah pola pikir masyarakat dan mengembangkan berbagai inisiatif yang membawa perubahan nyata.
Inovasi dalam Pengembangan UMKM
Salah satu langkah utama yang dilakukan oleh pemerintah daerah adalah deklarasi Situbondo sebagai “Kabupaten UMKM”. Hal ini dilakukan pada Juli 2025, dengan dihadiri oleh Wakil Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Helvi Y Moraza. Pemkab Situbondo percaya bahwa pengembangan UMKM menjadi kunci untuk menurunkan angka kemiskinan.
Pendekatan ini tidak hanya berupa slogan, tetapi juga komitmen nyata melalui berbagai kebijakan. Antara lain, pemerintah memberikan kemudahan perizinan, akses permodalan, dan pelatihan pemasaran digital bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Akibatnya, jumlah pelaku UMKM meningkat dari sekitar 30 ribu menjadi 38 ribu.
Pertumbuhan Ekonomi yang Signifikan
Pertumbuhan ekonomi Situbondo mencerminkan dampak positif dari kebijakan tersebut. Pada triwulan II/2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,95 persen, dan naik menjadi 6,16 persen pada triwulan III/2025. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Jawa Timur yang sebesar 5,22 persen dan nasional yang mencapai 5,04 persen.
Selain itu, penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari 3,15 persen pada 2024 menjadi 3,02 persen pada 2025 juga menunjukkan peningkatan kemampuan pasar kerja dalam menyerap tenaga kerja baru.
Program Investor Day dan Investasi yang Meningkat
Program “Situbondo Investor Day” digagas oleh Bupati Rio dan Wabup Ulfiyah sebagai jembatan antara potensi alam daerah dengan investor. Program ini mempercepat realisasi investasi di berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, pariwisata, dan industri pengolahan.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Situbondo menunjukkan bahwa realisasi investasi pada 2025 meningkat menjadi Rp1 triliun dibanding 2024 di angka Rp590 miliar, atau naik 66 persen. Salah satu proyek besar adalah modernisasi pabrik gula Assembagoes senilai Rp800 miliar. Selain itu, ada juga investasi asing di bidang pengolahan rumput laut dan investasi dalam negeri seperti pusat perbelanjaan dan hotel.
Pelestarian Budaya dan Wisata
Selain fokus pada ekonomi, pemerintah daerah juga peduli terhadap pelestarian budaya. Revitalisasi Pendopo Pate Alos dan eks Kewedanan Besuki menjadi upaya pelestarian sejarah panjang yang telah ada sejak masa Hindia Belanda.
Pendopo dan Kewedanan Besuki, yang terletak di wilayah barat Situbondo, merupakan pusat administrasi dan pemerintahan di wilayah Keresidenan Besuki. Dengan pengembangan wisata budaya, daerah ini diharapkan dapat menjadi kawasan warisan budaya yang menarik minat wisatawan dan menciptakan simpul-simpul ekonomi baru.
Strategi untuk Menurunkan Kemiskinan
Pemkab Situbondo terus menekan angka kemiskinan melalui berbagai program bantuan langsung dan pemberdayaan ekonomi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa angka kemiskinan turun dari 80.170 jiwa menjadi 78.020 jiwa atau turun 0,34 persen dari sebelumnya 11,51 persen.
Bupati Rio menyatakan bahwa tujuan utama dari kepemimpinannya adalah mengurangi kemiskinan. Dengan strategi yang menggabungkan investasi, digitalisasi UMKM, dan pelestarian cagar budaya, Situbondo optimistis akan terus berkembang menuju masa depan yang lebih sejahtera.
Keterlibatan Masyarakat dan Perubahan Mindset
Keterlibatan aktif masyarakat yang telah mengubah mindset atau pola pikirnya menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program-program yang dijalankan. Dengan semangat “Situbondo Naik Kelas”, daerah ini berkomitmen untuk terus maju dan menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar