Ramadan Satukan Barisan, Demokrat Surabaya Bidik Kebangkitan Kursi 2029
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya, Lucy Kurniasari
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Ramadan 2026 tak sekadar menjadi bulan ibadah bagi keluarga besar Partai Demokrat Surabaya. Momentum suci ini dimanfaatkan jajaran DPC, PAC, ranting hingga relawan untuk memperkuat barisan dalam agenda konsolidasi dan buka puasa bersama, Minggu (22/2/2026).
Forum tersebut menjadi ajang merapatkan struktur sekaligus menyatukan visi perjuangan politik ke depan. Dari tingkat kota hingga anak ranting, seluruh elemen hadir menegaskan komitmen kebersamaan.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya, Lucy Kurniasari, menegaskan bahwa soliditas adalah kunci utama kebangkitan. Ia menyebut kekuatan Demokrat ada pada sinergi antarstruktur dan para wakil rakyatnya di berbagai tingkatan.
“Alhamdulillah kita semua diberi kesehatan sehingga bisa bersilaturahmi dalam acara konsolidasi sekaligus buka puasa bersama. Ini momen kebersamaan, berbagi kebahagiaan dan memperkuat kepedulian kita,” ujar Lucy.
Anggota Komisi IX DPR RI itu mengingatkan, Ramadan bukan hanya soal ibadah personal, tetapi juga ruang refleksi atas tanggung jawab politik.
“Bulan suci Ramadan adalah bulan untuk mensucikan hati, bulan untuk kita melakukan muhasabah dan introspeksi diri. Karena sesungguhnya janji adalah hutang. Dan hutang itu bukan hanya akan ditagih di dunia, tetapi juga akan kita pertanggungjawabkan di akhirat kelak,” tegasnya.
Hadir dalam konsolidasi tersebut anggota DPRD Jawa Timur Rasiyo, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Surabaya Mochammad Machmud, Herlina Harsono Nyoto, Mochamad Saifuddin, serta jajaran pengurus lengkap dari DPC hingga anak ranting.
Lucy mengajak seluruh struktur, mulai DPD, DPC, PAC, ranting hingga anak ranting, memperkuat komunikasi dan kebersamaan.
“Kita harus guyub dan rukun, kita harus solid. Melawan kekuatan yang solid jauh lebih sulit dibandingkan melawan kekuatan yang rapuh. Jangan biarkan kita rapuh karena kurang komunikasi dan kurang kebersamaan,” ujarnya mengingatkan.
Ia juga mencontohkan pentingnya respons cepat terhadap persoalan kader dan masyarakat. Salah satunya saat ada pengurus ranting yang mengalami kendala BPJS tidak aktif ketika sakit.
“Terima kasih Pak Machmud sudah membantu. Saat itu juga langsung ditindaklanjuti dan yang bersangkutan sudah pulang,” katanya, disambut tepuk tangan kader.
Tak hanya bicara konsolidasi, Lucy juga membangkitkan memori kejayaan Demokrat di Surabaya yang pernah meraih 16 kursi DPRD.
“Kita pernah berjaya. Kalau kita pernah, berarti kita bisa mengulangi kembali, bahkan lebih besar,” ucapnya optimistis.
Target pun dipasang realistis namun tegas. Setiap daerah pemilihan minimal harus menyumbang satu kursi.
“Kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Tapi kuncinya, kita sebagai wakil rakyat harus benar-benar hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya janji, tapi bukti. Karena hasil tidak mungkin mengkhianati usaha,” tegas Lucy.
Sementara itu, Machmud mengingatkan kader agar tak terlena menghadapi Pemilu 2029. Ia menyebut partai lain sudah mulai membentuk saksi hingga struktur cucu ranting.
“Partai lain sudah konsolidasi semua, sudah siap menghadapi 2029. Demokrat juga harus sama. Struktur sudah ada, tinggal jalan atau tidak. Kalau jalan, menang. Tidak cuma tiga kursi, bisa naik lagi,” tandas Machmud.
Ia mendorong PAC hingga ranting aktif menjaring tokoh masyarakat potensial. “Sayang kalau struktur sudah dibentuk tapi tidak mengoleksi sumber daya masyarakat. Inilah waktunya kita introspeksi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, dilakukan pula penyerahan tali asih kepada Ketua PAC, ranting, serta tokoh-tokoh yang berjasa bagi Surabaya. Acara ditutup dengan tausiyah dan buka puasa bersama, memperkuat nuansa religius sekaligus kebersamaan.
Mengakhiri sambutannya, Lucy kembali menegaskan pesan utama Ramadan bagi Demokrat Surabaya.
“ Mari jadikan Ramadan ini sebagai momentum memperkuat hati, memperkuat niat dan memperkuat barisan. Bersama kita kuat, bersatu kita bangkit. Demokrat bersama rakyat, Demokrat berjaya kembali.” (dk/ha)

>
>
>
