Peningkatan Permintaan Bahan Es Selama Ramadan di Pasar Tanjung Jember
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Bulan Ramadan selalu menjadi momen penting bagi para pelaku usaha, khususnya di sektor makanan dan minuman. Salah satu yang mengalami peningkatan permintaan adalah bahan-bahan es, seperti kolang-kaling, rumput laut, dan cincau. Di Pasar Tanjung, Jember, pedagang bahan es mengalami lonjakan omzet hingga 10 kali lipat dibanding bulan biasa.
Kenaikan Harga Bahan Es Akibat Permintaan Tinggi
Salah satu bahan es yang paling terasa naik harganya adalah kolang-kaling. Dari harga Rp15.000 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp22.000 per kilogram. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga dari sumber petani, yang juga meningkat akibat tingginya permintaan selama bulan puasa.
“Kolang-kaling dan rumput laut harganya melambung tinggi karena dari petani juga sudah dinaikkan seperti itu. Mungkin ini disebabkan banyaknya permintaan juga di bulan Ramadhan,” ujar Yeni Agustin, salah satu pedagang bahan es di Pasar Tanjung.
Sementara itu, bahan es jenis laut mutiara masih stabil, tidak mengalami perubahan harga sejak sebelum puasa hingga saat ini.
Lonjakan Omzet dan Strategi Penyesuaian
Yeni mengungkapkan bahwa selama Ramadan, kunjungan pembeli ke tokonya meningkat hampir sepuluh kali lipat dibanding bulan-bulan biasa. Untuk menghadapi lonjakan permintaan tersebut, ia menambah jumlah karyawan dari dua orang menjadi delapan orang selama masa puasa.
Tokonya juga beroperasi lebih lama, mulai dari pukul 02.00 WIB dini hari hingga pukul 22.00 WIB malam. Ia optimis bahwa omzet tahun ini akan lebih tinggi dibanding Ramadhan tahun lalu.
“Insyaallah lebih ramai sekarang, karena ini panas. Kalau tahun lalu kan hujan,” katanya.
Produk Terlaris dan Sumber Pasokan
Menurut Yeni, produk yang paling diminati oleh konsumen adalah cincau. Harganya terbilang terjangkau, hanya Rp4.000 per kilogram, sehingga menjadi produk terlaris di lapaknya.
Untuk memastikan ketersediaan pasokan, Yeni langsung mengambil cincau dan dawet dari pabrik di kawasan Gading Joyo, Tegal Besar, Jember. Hal ini membuatnya menjadi tangan pertama dalam rantai distribusi.
Pengalaman Penjual Es Campur Musiman
Selain Yeni, penjual es campur musiman di Kecamatan Arjasa, Putri, juga mengakui adanya kenaikan harga beberapa bahan es. Meski begitu, ia tetap menjual produknya karena permintaan meningkat.
“Namanya juga jualan, apalagi di bulan puasa ini permintaannya meningkat, sehingga kita tetap jual, selagi harganya tidak terlalu mahal sekali,” kata Putri.
Peran Ramadan dalam Pertumbuhan Usaha
Bulan Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk beribadah, tetapi juga memberikan peluang besar bagi para pelaku usaha. Seperti yang dialami oleh Yeni, peningkatan permintaan dan omzet menjadi bukti bahwa Ramadan memiliki dampak ekonomi yang signifikan.
Dengan strategi penyesuaian, pengelolaan stok yang baik, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar, para pedagang bisa memaksimalkan potensi bisnis mereka selama bulan suci ini.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar