Penetapan Awal Ramadan 1447 H/2026 M Masih Menunggu Hasil Sidang Isbat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 23 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Pengumuman resmi mengenai awal bulan Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026 masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar oleh pemerintah. Meski sejumlah lembaga dan organisasi seperti Muhammadiyah telah menentukan tanggal awal puasa, kepastian tetap bergantung pada keputusan resmi dari Kementerian Agama.
Metode Penentuan Awal Puasa
Penentuan awal Ramadan dilakukan melalui metode Rukyatul Hilal, yaitu pengamatan bulan sabit setelah matahari terbenam. Proses ini kemudian diverifikasi berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria baru MABIMS mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi (jarak sudut bulan-matahari) minimal 6,4 derajat agar dapat dilihat dengan mata telanjang.
Jadwal Sidang Isbat Pemerintah
Sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026. Acara ini akan diadakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB. Hasilnya akan menjadi dasar penetapan awal Ramadan 1447 H.
Perbedaan Pendapat Antara Pemerintah dan Muhammadiyah
Sementara pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Namun, perkiraan awal puasa yang diberikan oleh pemerintah adalah Kamis, 19 Februari 2026. Perbedaan ini terjadi karena perbedaan metode pengamatan dan kriteria yang digunakan.
Jadwal Buka Puasa dan Imsakiyah
Meskipun kepastian awal puasa masih menunggu pengumuman resmi, Kementerian Agama telah menyiapkan jadwal lengkap buka puasa dan imsakiyah selama Ramadan 1447 H. Imsak merupakan waktu penanda berhentinya sahur, yaitu 10 menit sebelum masuk waktu Subuh.
Jadwal tersebut dapat diakses melalui tautan resmi yang disediakan oleh Kemenag. Tautan ini mencakup informasi lengkap untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk waktu salat dan kegiatan ibadah lainnya.
Persiapan Menghadapi Ramadan
Dalam menyambut Ramadan, masyarakat diminta untuk mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
– Memastikan kesiapan mental dan fisik untuk menjalankan puasa.
– Memperbanyak amalan kebaikan, seperti berbagi dan membantu sesama.
– Memperhatikan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.
Rekomendasi untuk Masyarakat
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk:
– Membaca dan memahami panduan puasa yang dikeluarkan oleh Kemenag.
– Memperhatikan jadwal imsak dan buka puasa agar tidak terlewat.
– Berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang diselenggarakan oleh komunitas setempat.
Dengan persiapan yang matang, masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan penuh makna.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar