Pemain Keturunan yang Menolak Naturalisasi Jadi Bintang di Klub Inggris
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemain keturunan yang menolak tawaran naturalisasi untuk membela Timnas Indonesia kini menjadi bintang utama di klubnya. Salah satu contohnya adalah Pascal Struijk, bek Leeds United yang sebelumnya sempat digadang-gadang akan bergabung dengan Timnas Indonesia. Meski gagal meyakinkan pemain tersebut, PSSI justru merasa menyesal karena keputusan Struijk berdampak positif bagi klubnya.
Struijk, yang saat ini menjadi bagian dari skuad Leeds United, pernah menerima tawaran untuk dinaturalisasi dan memperkuat Timnas Indonesia. Namun, ia memilih untuk fokus pada karier klubnya di Liga Inggris. Keputusan ini terbukti menguntungkan bagi Leeds United, karena Struijk menjadi salah satu pembelian terbaik dalam sejarah klub tersebut.
Program Naturalisasi PSSI: Kesuksesan dan Tantangan
Sejak beberapa tahun lalu, PSSI aktif menjalankan program naturalisasi untuk meningkatkan kualitas Timnas Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, sekitar 15 pemain berhasil didapatkan dan telah debut bersama skuad Garuda. Beberapa nama seperti Kevin Diks, Jay Idzes, dan Calvin Verdonk menjadi bukti bahwa program ini memberikan dampak signifikan.
Hasilnya, Timnas Indonesia berhasil mencapai berbagai prestasi yang membuat dunia sepak bola terkejut. Tim Merah Putih berhasil lolos hingga babak 16 besar Piala Asia 2023 dan naik drastis dalam ranking FIFA. Bahkan, mereka berhasil melaju hingga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Antusiasme Masyarakat Indonesia Terhadap Sepak Bola
Meski banyak pemain yang sukses dinaturalisasi, tidak semua pemain keturunan tertarik bergabung dengan Timnas Indonesia. Salah satu yang menolak adalah Pascal Struijk. Ia mengaku sering melihat komentar netizen Indonesia di akun media sosialnya. Menurutnya, antusiasme tersebut menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola.
“Saya senang melihat bagaimana para penggemar di sana dan betapa mereka sangat ingin saya ke sana,” ujar Struijk sembari tertawa. Ia juga menyebut bahwa komentar-komentar tersebut cukup lucu dan menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara sepak bola yang sangat besar.
Fokus pada Karier Klub
Meski tersanjung dengan antusiasme masyarakat Indonesia, Struijk menegaskan bahwa ia belum menjadikan opsi membela Timnas Indonesia sebagai prioritas. Ia lebih memilih fokus membantu klubnya bertahan di Premier League musim ini. “Itu bukan sesuatu yang saya fokuskan. Saya ingin mengakhiri musim ini dengan kuat bersama Leeds United. Kami ingin bertahan di Premier League dan finis setinggi mungkin.”
Pembelian Terbaik Klub Inggris
Keputusan Struijk untuk menolak naturalisasi ternyata memberikan dampak positif bagi Leeds United. Sejak bergabung dengan klub, ia menjadi bagian penting dari skuad dan membantu klub mencapai prestasi yang baik. Hal ini membuat banyak pihak menyebutnya sebagai pembelian terbaik sepanjang sejarah klub tersebut.
Dengan performa yang konsisten, Struijk membuktikan bahwa keputusan untuk tetap bermain di Liga Inggris adalah langkah yang tepat. Meskipun tidak bisa membela Timnas Indonesia, ia tetap menjadi salah satu pemain terbaik di Eropa dan memberikan kontribusi besar bagi klubnya.
Peran Pemain Naturalisasi dalam Prestasi Timnas Indonesia
Program naturalisasi PSSI berhasil membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi. Para pemain yang berhasil dinaturalisasi memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan standar sepak bola nasional. Mereka tidak hanya membantu Timnas meraih prestasi, tetapi juga meningkatkan reputasi sepak bola Indonesia di kancah internasional.
Namun, keberhasilan ini juga menghadirkan tantangan. PSSI harus terus mencari pemain-pemain berkualitas yang siap dinaturalisasi dan siap berkompetisi di level internasional. Selain itu, mereka juga harus memastikan bahwa pemain-pemain tersebut memiliki komitmen yang kuat untuk membela negara dan timnas.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meski ada pemain yang menolak naturalisasi, PSSI tetap optimistis untuk terus menjalankan program ini. Mereka percaya bahwa masih banyak pemain keturunan yang bisa diajak untuk bergabung dan membantu Timnas Indonesia meraih prestasi lebih besar lagi.
Selain itu, PSSI juga berupaya meningkatkan kualitas pelatihan dan pengembangan pemain lokal. Dengan kombinasi pemain naturalisasi dan pemain lokal, Timnas Indonesia diharapkan bisa menjadi kekuatan yang lebih kuat di tingkat regional maupun internasional.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar