Peluang Usaha di Tengah Ketidakpastian: Kisah Sofi yang Berani Terjun ke Peternakan Sapi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 21 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Saat banyak pelaku usaha terpuruk akibat dampak pandemi, ada yang justru menemukan jalan baru. Salah satunya adalah Sofi Indriasari, anggota DPRD Bondowoso dari Fraksi PDI Perjuangan. Di tengah ketidakpastian ekonomi, ia memilih untuk mengambil risiko dengan memasuki dunia peternakan sapi kontes. Keputusan ini berawal dari tawaran seorang teman, yang membuatnya membeli seekor sapi limosin seharga Rp43 juta.
Awal yang Tak Terduga
Pada awalnya, Sofi tidak memiliki pengalaman dalam bidang peternakan. Namun, ia memutuskan untuk mencoba, meski dengan rasa ragu. Setelah enam bulan merawat sapi tersebut, ia mengikutkannya dalam kontes di Jember dan berhasil meraih juara pertama. Hasilnya sangat menguntungkan, karena sapi itu kemudian dilelang dengan harga lebih dari Rp120 juta.
Keberhasilan ini menjadi titik balik dalam perjalanan bisnis Sofi. Ia mulai serius menekuni dunia peternakan, khususnya dalam kontes sapi. Dengan strategi yang matang, ia memperluas usahanya hingga ikut serta dalam kompetisi di Karawang, Jawa Barat.
Kenaikan Nilai Jual Sapi
Nilai jual sapi yang dikelola Sofi terus meningkat. Ada sapi yang dibeli dengan harga Rp23 juta lalu terjual dengan harga Rp80 juta. Bahkan, sapi yang awalnya dibeli Rp40 juta mampu mencapai harga di atas Rp160 juta setelah melalui proses perawatan intensif.
Tidak hanya fokus pada kontes, Sofi juga memperluas usahanya ke perdagangan sapi kurban menjelang Idul Adha. Pola usahanya sederhana namun disiplin: membeli sapi sekitar enam bulan sebelum hari raya, merawat secara intensif, lalu menjual saat permintaan mencapai puncak. Dalam satu siklus usaha, ia bisa memperdagangkan hingga 20 ekor sapi secara bertahap.
Mendorong Generasi Muda untuk Berani Berkarya
Bagi Sofi, keberhasilan di sektor peternakan bukan semata soal modal besar, tetapi lebih pada ketelatenan dan keberanian mengambil risiko. Ia percaya bahwa sektor riil seperti peternakan masih menyimpan peluang besar, terutama bagi generasi muda yang ingin mandiri secara ekonomi.
Ia mengingatkan bahwa banyak anak muda masih ragu terjun ke sektor peternakan karena gengsi atau takut kotor. Padahal, peluang keuntungan justru terbuka lebar bagi mereka yang mau belajar dan konsisten.
“Tangan kotor tidak masalah, yang penting hasilnya bersih dan halal,” ujarnya.
Sofi juga mendorong generasi muda, khususnya Gen Z, agar berani mencoba berwirausaha sejak dini. Menurutnya, modal tidak selalu harus besar, selama ada kemauan belajar dan mental yang kuat.
Kunci Bertahan dalam Usaha
Menurut Sofi, kunci bertahan dalam usaha bukan hanya keuntungan, tetapi kecintaan pada bidang yang dijalani. Dengan begitu, tekanan dan tantangan justru menjadi bagian dari proses belajar.
“Mulai saja dari kecil. Konsisten, mental kuat, dan telaten. Pilih bidang yang kamu senangi supaya tidak mudah menyerah,” pungkasnya.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar