Inisiatif Pemkot Surabaya Membangun Kemitraan Ekonomi Berkelanjutan Pasok Hotel dan UMKM
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 25 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya memperkuat ekonomi lokal melalui inisiatif yang menggabungkan sektor perhotelan dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama (NKB) antara 38 hotel di Kota Pahlawan dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur, langkah ini menjadi salah satu bentuk implementasi instruksi Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya kehadiran negara dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Sinergi Antara Hotel dan UMKM Lokal
Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok, tetapi juga memberikan peluang bagi UMKM Surabaya untuk memenuhi permintaan besar dari industri perhotelan. Dari bahan pangan hingga perlengkapan kamar, semua kebutuhan hotel akan dipenuhi oleh pelaku usaha lokal yang telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Hal ini membuka peluang besar bagi pengembangan usaha mikro dan kecil, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menekankan bahwa kesepakatan ini adalah wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam memastikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. “Investasi ini harus bermanfaat untuk warga sekitar,” ujarnya. Dengan demikian, program ini tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada kesejahteraan sosial.
Strategi Peningkatan Tingkat Hunian Pasca-Pandemi
Selain memperkuat hubungan antara hotel dan UMKM, kolaborasi ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan tingkat hunian hotel setelah masa pandemi. Pemkot Surabaya berencana mengintegrasikan berbagai kegiatan kota melalui jaringan hotel, sehingga potensi promosi wisata dan ekonomi bisa lebih luas lagi. “Ketika hotel punya jaringan, maka kegiatan di Surabaya juga bisa dimunculkan di tempat-tempat mereka,” kata Wali Kota Eri.
Dalam rangka menciptakan keterlibatan yang lebih aktif, Pemkot Surabaya juga memberikan kemudahan perizinan bagi pelaku industri perhotelan dan restoran. Namun, hal ini dilakukan dengan syarat bahwa manfaatnya harus dirasakan oleh masyarakat sekitar.
Kebutuhan Hotel yang Dipenuhi oleh UMKM Lokal
Data yang dikumpulkan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya menunjukkan bahwa kebutuhan bulanan hotel sangat besar. Dari daging ayam dan sapi hingga sayuran, buah-buahan, dan produk kebutuhan kamar seperti slipper, kue kering, serta amenities seperti sabun dan sampo, semuanya akan dipenuhi oleh UMKM lokal.
“Beragam kebutuhan itu diharapkan dapat dipenuhi oleh supplier lokal khususnya UMKM, yang telah memenuhi standar yang ditetapkan serta berkelanjutan ke semua usaha hotel dan pariwisata di Kota Surabaya,” ujar Plt. Kepala Disbudporapar Surabaya, Herry Purwadi.
Peran Investor dalam Pembangunan Surabaya
Wali Kota Eri juga menyampaikan apresiasi kepada para investor yang telah berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya. Ia menjelaskan bahwa pajak dari para pelaku usaha menjadi sumber utama pembiayaan infrastruktur, layanan pendidikan, dan kesehatan gratis. “Untuk membangun infrastruktur, untuk orang miskin, untuk sekolah gratis, itu semuanya dari pajak. Dan pajak itu dari para investor,” tambahnya.
Ketua PHRI Jawa Timur, Puguh Sugeng Sutrisno, menyambut baik kolaborasi ini dan berharap jumlah hotel yang bekerja sama dengan UMKM terus meningkat. “Semoga yang 38 ini semakin hari, semakin bulan, akan bertambah untuk yang bekerjasama dengan UMKM,” ujarnya.
Tantangan dan Peluang Masa Depan
Meski ada tantangan dalam memenuhi standar kualitas dan kapasitas produksi, peluang yang ditawarkan oleh kolaborasi ini sangat besar. Dengan dukungan pemerintah dan komitmen dari pelaku UMKM, harapan besar terbuka untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Program ini juga menjadi contoh bagaimana kemitraan antara sektor swasta dan pemerintah dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. Dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan kesejahteraan bersama, Surabaya berupaya menjadi model kota yang mandiri dan berkembang secara harmonis.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar