Cuaca Buruk Gangguhi Kompetisi Snowboarding di Olimpiade Milan Cortina 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Cuaca buruk yang tiba-tiba mengguncang kawasan Livigno, Italia, menyebabkan penundaan kompetisi big air putri dalam Olimpiade Musim Dingin Milan Cortina 2026. Acara yang seharusnya dimulai pada pukul 21.00 waktu setempat akhirnya digelar pada pukul 20.45, setelah para petugas membuang salju berlebih dari lintasan dengan menggunakan alat bantu seperti sekop dan mesin penghisap salju portabel.
Kondisi cuaca yang tidak menentu ini menjadi perhatian serius bagi para atlet dan panitia penyelenggara. Selain mengganggu jadwal kompetisi, hujan salju yang tiba-tiba juga meningkatkan risiko cedera bagi para peserta. Dalam latihan sebelum final, atlet Swiss Mathilde Gremaud terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami cedera paha akibat kecelakaan. Hal serupa juga terjadi pada Anouk Andraska, atlet asal Swiss lainnya yang harus mundur dari kompetisi setelah terjatuh saat latihan.
Kekuatan dan Risiko dalam Kompetisi Big Air
Kompetisi big air adalah salah satu acara paling menantang dalam olahraga snowboarding. Atlet harus melompat dari ketinggian 55 meter, melesat turun lereng miring 40 derajat, lalu melesat dari kicker atau titik lompatan setinggi lima meter untuk melakukan trick. Kecepatan yang diraih oleh atlet bisa mencapai lebih dari 50 km/jam, sehingga setiap kesalahan bisa berakibat fatal.
“Ini adalah kompetisi untuk orang-orang berani,” kata salah satu pelatih yang hadir di lokasi. “Mereka harus siap menghadapi rasa sakit dan bahaya.”
Dalam kompetisi ini, atlet dinilai berdasarkan kesulitan, eksekusi, amplitudo, serta bagaimana mereka mendarat. Meskipun demikian, struktur lintasan yang panjang dan kompleks membuat banyak atlet mengalami cedera. Contohnya, pada hari sebelumnya, atlet muda Finlandia Elias Lajunen mengalami kecelakaan parah saat kualifikasi, dan harus dikeluarkan dari lapangan oleh tim medis.
Atlet Kanada Tampil Mengesankan
Di antara atlet yang ikut dalam kompetisi, dua atlet Kanada, Megan Oldham dan Naomi Urness, berhasil masuk ke babak final. Oldham, yang berasal dari Parry Sound, Ontario, telah memenangkan medali perunggu dalam slopestyle sebelumnya. Ia berhasil bangkit setelah mengalami kecelakaan parah pada lari kedua dan memberikan performa luar biasa di babak final.
“Saya harus percaya pada diri sendiri,” ujar Oldham dalam wawancara singkat. “Setiap kali saya naik ke atas, saya tahu bahwa saya bisa melakukan itu.”
Selain Oldham, beberapa atlet Kanada lainnya juga menunjukkan performa yang mengesankan. Misalnya, Mikaël Kingsbury dan Marielle Thompson, yang ditunjuk sebagai pembawa bendera Kanada dalam Olimpiade ini, juga mendapat perhatian besar dari publik.
Peristiwa Penting dalam Olimpiade Milan Cortina 2026
Olimpiade Milan Cortina 2026 terus menarik perhatian dunia, baik karena prestasi atlet maupun peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar kompetisi. Beberapa peristiwa penting telah tercatat, termasuk kecelakaan serius yang dialami atlet dan penundaan kompetisi akibat cuaca buruk.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar