Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » Bumi Perubahan Rotasi dan Dampaknya pada Evolusi Kehidupan

Bumi Perubahan Rotasi dan Dampaknya pada Evolusi Kehidupan

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Bumi tidak selalu berputar dengan kecepatan yang sama sepanjang waktu. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dalam masa jutaan tahun, durasi satu hari di planet ini pernah lebih pendek dari 24 jam. Fenomena ini memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan kehidupan di Bumi, termasuk produksi oksigen oleh mikroba fotosintetik.

Penelitian yang dipimpin oleh Ross Mitchell, seorang geofisikawan dari Institute of Geology and Geophysics, Chinese Academy of Sciences, mengungkap bahwa rotasi Bumi mengalami fluktuasi yang tidak linear. Dalam periode tertentu, seperti antara dua hingga satu miliar tahun lalu, durasi hari di Bumi stabil di sekitar 19 jam. Hal ini disebabkan oleh keseimbangan antara gaya gravitasi Bulan, atmosfer, dan lautan.

Mekanisme yang Mengatur Rotasi Bumi

Para peneliti menggunakan metode siklostratigrafi untuk menganalisis catatan geologis dari batuan sedimen yang mencakup sejarah Bumi selama 2,5 miliar tahun. Dengan mempelajari pola berulang dalam lapisan batuan, mereka dapat memahami perubahan orbit dan rotasi Bumi. Hasilnya menunjukkan bahwa rotasi Bumi tidak selalu melambat secara bertahap, tetapi mengalami fase “datar” yang panjang, diikuti oleh periode perlambatan yang lebih cepat.

Menurut Mitchell, pada periode 19 jam, dorongan pasang surut atmosfer akibat pemanasan Matahari hampir sepenuhnya mengimbangi efek pengereman dari Bulan. Hal ini menciptakan kondisi resonansi yang menjaga kestabilan rotasi Bumi. Fenomena ini ternyata memberi pengaruh besar terhadap evolusi kehidupan.

Pengaruh pada Produksi Oksigen

Pada masa itu, produksi oksigen di Bumi didominasi oleh mikroba fotosintetik yang hidup di dasar laut dangkal. Lamanya waktu siang sangat memengaruhi jumlah oksigen yang dilepaskan ke lingkungan. Eksperimen menunjukkan bahwa hari yang terlalu pendek menyebabkan ekosistem mikroba menyerap lebih banyak oksigen daripada yang dihasilkan.

Dengan hari yang “terkunci” di 19 jam, suplai oksigen global tetap stabil. Namun, setelah Bumi keluar dari kondisi resonansi dan durasi hari kembali mendekati 24 jam, produksi oksigen meningkat signifikan. Tambahan waktu siang memberi ruang bagi fotosintesis yang lebih intens, membuka jalan bagi munculnya kehidupan kompleks.

Perubahan Rotasi Bumi Saat Ini

Meski peristiwa 19 jam terjadi dalam skala miliaran tahun, rotasi Bumi hingga kini masih terus berubah. Data jam atom menunjukkan bahwa panjang hari modern bisa berfluktuasi dalam hitungan milidetik akibat dinamika atmosfer, laut, dan pergerakan logam cair di inti Bumi.

Studi sebelumnya juga menemukan osilasi rutin selama 5,9 tahun serta lonjakan mendadak yang berkaitan dengan perubahan medan magnet Bumi, dikenal sebagai geomagnetic jerks. Studi ini disebut secara fundamental mengubah pemahaman tentang dinamika jangka pendek pada inti fluida Bumi.

Temuan ini juga mengindikasikan bahwa mantel bawah Bumi mengantarkan listrik dengan buruk, sehingga membatasi interaksi antara inti yang bergerak dan mantel. Hal ini memberi wawasan baru tentang bagian terdalam planet.

Dampak Jangka Panjang pada Sains

Hasil penelitian ini menjadi penting karena memberikan perspektif baru tentang bagaimana Bumi berubah seiring waktu. Dari segi sains, hal ini membuka peluang untuk memahami lebih dalam tentang dinamika planet dan hubungan antara rotasi Bumi dengan evolusi kehidupan.***

Tags

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Sumenep Amankan Tersangka Pengedar Sabu di Talango

    Polres Sumenep Amankan Tersangka Pengedar Sabu di Talango

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 47
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Satresnarkoba Polres Sumenep Polda Jatim bersama Polsek Talango berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu. Pada Selasa tanggal 27 Januari 2026 pukul 03.00 WIB dini hari petugas melakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial AW (48), yang terbukti memiliki dan mengedarkan sabu. Kasat Narkoba Polres Sumenep, AKP Anwar Subagyo menegaskan penangkapan ini merupakan langkah […]

  • Kapolri Tinjau Pelaksanaan SPPG Polrestabes Medan, Pastikan MBG Tepat Sasaran

    Kapolri Tinjau Pelaksanaan SPPG Polrestabes Medan, Pastikan MBG Tepat Sasaran

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 204
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaksanakan peninjauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Porestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (11/7/2025). Hal itu dilakukan untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan tepat sasaran. Kapolri melakukan peninjauan ke seluruh fasilitas SPPG. Ia juga menyerahkan Bantuan kepada petugas di dapur SPPG Polrestabes Medan. Sigit mengapresiasi jajaran […]

  • Struktur dan Fungsi Direktorat Jenderal KSDAE

    Struktur dan Fungsi Direktorat Jenderal KSDAE

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 34
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) merupakan bagian penting dari Kementerian Kehutanan yang bertanggung jawab atas perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam serta ekosistem di Indonesia. Organisasi ini memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memastikan keseimbangan antara kebutuhan manusia dengan kebutuhan ekologis. Struktur organisasi KSDAE mencakup berbagai satuan kerja […]

  • Polres Probolinggo Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Banjir di Tiris

    Polres Probolinggo Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Banjir di Tiris

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 87
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polres Probolinggo Polda Jatim bergerak cepat membantu warga yang terdampak banjir dan jembatan putus di Kecamatan Tiris pada Kamis (11/12/2025) malam. Banjir yang terjadi akibat intensitas hujan tinggi mengakibatkan sejumlah jembatan penghubung antar desa di wilayah Andungbiru putus serta beberapa rumah warga terdampak. Adapun tiga jembatan yang terdampak banjir yakni Jembatan Kedaton, jembatan […]

  • Jadwal Siaran TV Terlengkap untuk Hari Spesial Kamis 25 Desember 2025

    Jadwal Siaran TV Terlengkap untuk Hari Spesial Kamis 25 Desember 2025

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 272
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Berikut adalah rangkuman jadwal tayangan televisi yang menarik untuk disaksikan pada hari spesial. Tidak hanya film-film populer, tetapi juga berbagai acara hiburan dan edukasi yang bisa menjadi pilihan hiburan keluarga. Film-Film Populer yang Layak Ditonton Salah satu tayangan yang sangat dinantikan adalah film Kung Fu Hustle yang akan tayang di Bioskop Trans TV. Film […]

  • Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio Gelar Ritual Memandikan Rupang, Termasuk Rupang Tertua Warisan Leluhur

    Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio Gelar Ritual Memandikan Rupang, Termasuk Rupang Tertua Warisan Leluhur

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Diagramkota.com – Klenteng Tri Dharma Teng Swie Bio di Krian, Sidoarjo, melaksanakan tradisi sakral memandikan rupang (patung dewa-dewi), (Sabtu 25/01/2025)menjelang Tahun Baru Imlek 2576. Ritual ini menjadi bagian penting dari persiapan menyambut Tahun Ular Kayu, sekaligus simbol pembersihan spiritual umat Tri Dharma. Ketua Klenteng Teng Swie Bio, Lilian Anggraheni, menjelaskan bahwa tradisi ini diawali dengan […]

expand_less