Puri Aksara Rajapatni: Menjaga Tradisi di Kota Lama Surabaya

BUDAYA741 Dilihat

DIAGRAMKOTA.COM – Kota Lama Surabaya, sebuah kawasan yang penuh dengan jejak sejarah dan budaya, sedang menjalani revitalisasi untuk mengembalikan kejayaannya di masa lalu.

Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan komunitas lokal dan berbagai pihak berupaya menjaga dan mempromosikan warisan sejarah ini agar tetap relevan dan menarik di era modern.

Sejarah Singkat Kota Lama Surabaya

Kota Lama Surabaya dikenal sebagai kawasan bersejarah yang mencerminkan perkembangan kota sejak era kolonial. Pada masa VOC, kawasan ini menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan.

Nama-nama jalan seperti Jalan Gelatik, yang dahulu dikenal sebagai Stadhuissteeg atau Gang Balai Kota, mengingatkan kita pada masa ketika kawasan ini dihuni oleh pejabat kota dan pusat administrasi.

Upaya Revitalisasi dan Penghijauan

Untuk mendukung revitalisasi, pemerintah kota telah melakukan berbagai langkah penataan dan penghijauan. Salah satu contohnya adalah penataan PKL di Jalan Gelatik.

Baca Juga :  Semarakkan Wisata Kota Lama Surabaya, A Hermas Thony Impikan Revitalisasi 'Jembatan Angkat' Petekan

Area lapak pedagang di jalan tersebut dipasangi pagar pembatas untuk menjaga kerapian dan keindahan. Meskipun pemasangan pagar masih dalam proses, keindahan stand PKL sudah mulai terlihat.

Para pedagang di kawasan ini juga berperan aktif dalam upaya pelestarian sejarah dan budaya lokal. Mereka belajar sejarah dan budaya lokal bersama komunitas Puri Aksara Rajapatni, memperkaya diri dengan pengetahuan tentang masa lalu kawasan ini yang dulunya merupakan tempat tinggal para pejabat kota pada era VOC.

Menghidupkan Kembali Tradisi dan Budaya

Untuk menghidupkan kembali tradisi dan budaya lokal, Puri Aksara Rajapatni telah memperkenalkan aksara Jawa di lingkungan Kota Lama Surabaya.

Penggunaan aksara Jawa pada banner-banner lapak dagangan menjadi salah satu cara praktis untuk memperkenalkan sejarah dan budaya lokal kepada pengunjung.

Baca Juga :  Semarakkan Wisata Kota Lama Surabaya, A Hermas Thony Impikan Revitalisasi 'Jembatan Angkat' Petekan

Ita Surojoyo, pendiri Puri Aksara Rajapatni, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari aksi Mapag Sura, sebuah tradisi menyambut bulan Sura.

“Mapag Sura, di tahun baru ini semoga kita semua bisa menjadikan masa lalu sebagai pelajaran berharga, merawat masa sekarang sebagai hadiah istimewa, dan menjadikan masa depan sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik setiap hari,” jelas Ita.

Edukasi dan Pengembangan Kapasitas

Selain itu, diadakan juga kegiatan Sinau Aksara Jawa untuk warga, didanai oleh pemerintah melalui dana Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas warga dalam memahami sejarah lokal dan aksara Jawa, dengan harapan dapat semakin memeriahkan kawasan Kota Lama dan mempererat hubungan antara warga dan pemerintah.

Menuju Kota Lama Surabaya Hebat

Dengan segala upaya revitalisasi, edukasi, dan pelestarian yang dilakukan, diharapkan Kota Lama Surabaya dapat kembali menjadi pusat kebudayaan dan sejarah yang menarik bagi warga lokal maupun wisatawan.

Baca Juga :  Semarakkan Wisata Kota Lama Surabaya, A Hermas Thony Impikan Revitalisasi 'Jembatan Angkat' Petekan

Semangat kebersamaan antara warga dan pemerintah menjadi kunci dalam menjaga dan memajukan warisan berharga ini.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya ini.

“Kita semua memiliki peran dalam menjaga dan memajukan Kota Lama Surabaya. Dengan bekerja sama, kita bisa mengembalikan kejayaan kawasan ini dan menjadikannya kebanggaan bersama,” ujarnya.

Kesimpulan

Kota Lama Surabaya adalah simbol kejayaan masa lalu yang terus hidup melalui upaya pelestarian dan revitalisasi. Dengan semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap sejarah, kita dapat menjaga dan memajukan warisan budaya ini untuk generasi mendatang. (dk/nw)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *