Kurangnya Sosialisasi, KPU Surabaya Dinilai Tak Adil bagi Calon Independen

PEMILU 2024778 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Bakal calon Wali Kota Surabaya dari jalur independen, Asrilia Kurniati, menuding Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya tidak berlaku adil terhadap bakal calon wali kota yang memilih jalur independen.

Asrilia menganggap KPU minim dalam melakukan sosialisasi terkait tahapan bagi calon independen. “Ini benar-benar sesuatu yang tidak masuk akal, tidak rasional. Kita sudah berjuang mati-matian dan hanya diberi sedikit,” keluh Asrilia beberapa waktu lalu.

Ia juga mengaku kesulitan dalam mengakses informasi dari KPU. “Sebenarnya waktu yang terlalu sempit. Kita sudah membuat tim, berjuang namun batas waktu cuma sedikit,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan oleh bakal calon independen lainnya, Pandu Budi Raharjono dan Kusrini Purwijanti, yang juga kecewa dengan sikap KPU Surabaya. Tim mereka menilai sikap KPU menunjukkan tidak ada toleransi terkait batas waktu pendaftaran calon independen.

Baca Juga :  Menko Polhukam: Peran Penting Perangkat Desa dalam Menjaga Kondusivitas Pilkada 2024

“Sedangkan tampilnya calon independen akan menjadi warna tersendiri dalam prosesi Pilkada Surabaya, dan saya yakin itu sangat dinantikan oleh warga Surabaya,” kata Pandu Budi Raharjono, Rabu (15/5).

Menurut Pandu, mereka kesulitan mendapatkan informasi karena kurangnya sosialisasi dari KPU. “Pada tanggal 12 Mei 2024, kami sendiri yang datang ke KPU Surabaya untuk mencari informasi dan persyaratan bagi penerimaan pendaftaran pencalonan Kepala Daerah. Hal itu membuat kami hanya memiliki waktu yang sangat singkat untuk memenuhi persyaratan pecalonan tersebut,” ungkapnya.

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *