Inovboyo 2024: Pemkot Surabaya Perkuat Ekosistem Inovasi Pelayanan Publik

DAERAH715 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya menggelar Pameran dan Penganugerahan Lomba Inovasi Surabaya atau Inovboyo 2024 di Gedung Balai Pemuda Surabaya, Jumat (17/5/2024).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Plt Sekretaris Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Kemendagri RI, Abas Supriyadi.

Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menyatakan bahwa Inovboyo 2024 adalah ajang tahunan yang mempertemukan para inovator, institusi pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat umum untuk berbagi ide, pengalaman, dan karya inovasi.577

“Inovboyo 2024 ini merupakan wadah bagi inovator untuk menciptakan ekosistem inovasi di Surabaya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi platform yang efektif untuk mengakselerasi penerapan inovasi dalam pembangunan kota, serta meningkatkan sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan,” kata Irvan Wahyudrajad.

Memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731, antusiasme peserta Inovboyo meningkat. Irvan Wahyudrajad menjelaskan bahwa lomba Inovboyo 2024 mengusung tema ‘Pengembangan Pariwisata dan Lingkungan Berkelanjutan’, dengan partisipasi 325 inovator dari masyarakat serta 299 inovasi dari Perangkat Daerah (PD) Kota Surabaya.

Baca Juga :  Puncak BBGRM XXI Provinsi Jatim Tampilkan Keberhasilan dan Dedikasi Luar Biasa

“Ini sangat membanggakan karena kualitas inovasinya meningkat, terutama dalam bidang lingkungan yang berkelanjutan. Para juara tadi menunjukkan bahwa inovasi mereka mampu membawa Surabaya lebih sustainable dalam tata kelola di Pemerintahan Kota Surabaya,” jelasnya.

Lomba Inovboyo 2024 untuk kategori masyarakat mencakup inovasi di bidang teknologi, ekonomi, dan non-ekonomi. Sedangkan kategori PD mencakup inovasi di bidang tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta inovasi lainnya sesuai tugas dan fungsi PD.

“Bapak Abas Supriyadi dari Kemendagri juga menyampaikan bahwa Surabaya termasuk 10 besar kota inovatif di Indonesia. Diharapkan para inovator bisa tumbuh di Surabaya, khususnya generasi muda, sehingga dapat menyelesaikan masalah di Surabaya melalui inovasi mereka, dan meningkatkan kualitas hidup di Surabaya,” tambah Irvan.

Baca Juga :  Meningkatkan Pelayanan Kesehatan, Pustu ILP Simolawang Resmi Diluncurkan

Melalui Inovboyo, Irvan menyebut bahwa Pemkot Surabaya akan menghubungkan inovasi dengan para pengusaha di Kota Pahlawan. Tujuannya agar inovator dapat berkomunikasi dengan pengusaha sehingga inovasi yang dihasilkan memiliki nilai komersial dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Inovboyo mengandung pembaruan, relevan dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemkot Surabaya, dan dapat direplikasi,” ujarnya.

Bappedalitbang Kota Surabaya akan menindaklanjuti temuan inovasi dan memantau perkembangan inovasi tersebut. Para inovator diharapkan tidak hanya berhenti di kompetisi ini, melainkan dapat mewakili Kota Surabaya di tingkat nasional, seperti dalam ajang Innovative Government Award (IGA) yang rutin diselenggarakan oleh Kemendagri RI.

“Kami mengumpulkan inovasi sesuai dengan PD terkait, praktisi, dan akademisi perguruan tinggi untuk berembuk bagaimana membawa kesejahteraan bagi masyarakat Surabaya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Surabaya tercatat Pengaduan Korupsi Tertinggi di Jatim, Ini Klarifikasi Walikota Eri!

Plt Sekretaris Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Kemendagri RI, Abas Supriyadi, menekankan bahwa Inovboyo harus menjadi budaya yang terus dikembangkan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. “Inovasi bukan hanya urusan pemda, tetapi ada dalam setiap pelaksanaan urusan pemda.

Dalam rangka peningkatan ekosistem inovasi di lingkungan Pemkot Surabaya, perlu digencarkan ide-ide inovasi dalam penyelenggaraan pemda. Harapannya, acara pameran dan penganugerahan Inovboyo 2024 dapat memberikan stimulus. Kami dari Kementerian Dalam Negeri mengucapkan apresiasi dan selamat kepada Kota Surabaya atas capaian inovasinya,” kata Abas Supriyadi.

Menurut Abas Supriyadi, kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi pemda untuk melihat permasalahan dan mengatasinya dengan cara yang kreatif, solutif, dan inovatif.

“Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong penyelenggaraan pemda dan otonomi daerah sesuai dengan kebijakan nasional, dengan memperkuat inovasi dalam meningkatkan pelayanan publik,” pungkasnya. (dk/nw)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *