Yuk Cilik Budaya Sidoarjo 2024, Khezia Maharani, Sampaikan Makna Hari Raya Kuningan dan Nyepi

BUDAYA765 Dilihat

Diagram kota Sidoarjo– Hari Raya Kuningan dan Nyepi memberikan arti tersendiri oleh Yuk Cilik Budaya Sidoarjo 2024, Ni Made Khezia Maharani (8),  siswi kelas 3 SDN Wadung Asri warga Evergreen Regency Tambak sumur Waru Sidoarjo.

 

Khezia yang keluar sebagai pemenang Yuk Cilik Budaya dari 218 peserta se-kabupaten Sidoarjo 2024 menjelaskan

keistimewaan Hari Raya Kuningan yang berdekatan dengan Nyepi di tahun ini.

” Hari Raya kuningan adalah resepsi atau perayaan dari Hari Raya Galungan, dimana kemenangan dharma atau kebaikan melawan adharma atau kejahatan yang ditujukan untuk para dewa. Biasanya selalu ada nasi kuning di Hari Raya Kuningan sebagai persembahan,” ucapnya kepada Diagramkota.com , Minggu (10/3/2024).

Baca Juga :  Merawat Bersama Kebudayaan Melalui Adeging Mangkunegaran ke-267
Khezia Maharani, Pemenang Yuk cilik Budaya (foto : Achmad Adi Nurcahya/diagram kota)

Ia melanjutkan di tahun ini, Hari Raya Kuningan menjadi istimewa karena berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.

 

” Tahun 2024 ini sangat istimewa karena Hari Raya Kuningan berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, jadi nuansa untuk membersihkan  diri lebih berasa,” ujarnya.

 

Ia melanjutkan mengenai Hari Raya Kuningan diartikan sebagai perayaan dan Nyepi sebagai bentuk pembersihan diri dari Bhuta kala (sifat-sifat butha kala atau sifat-sifat jahat atau sifat tidak baik).

 

Sebagai Yuk Cilik Budaya Sidoarjo 2024, Khezia menegaskan menjadi bagiannya untuk membawa visi misi dalam memperkenalkan segala bentuk keberagaman yang ada di masyarakat.

 

” Jadi sudah kewajiban saya ikut mengenalkan keberagaman ke masyarakat luas tentang budaya di Sidoarjo dan mengajak generasi muda untuk berevolusi agar menjadi semakin cinta dengan kebudayaan lokal,” ujarnya.

Baca Juga :  Korupsi Terungkap: Bupati Sidoarjo ditetapkan menjadi Tersangka oleh KPK dalam Skandal Gelap

 

” Tidak itu saja termasuk juga ikut menjelaskan seperti Hari Raya Kuningan juga Nyepi, agar masyarakat mengerti tentang indahnya perbedaan beragama, mungkin teman-teman lainnya yang berbeda keyakinan bisa turut memberikan pemahaman ke umat lainnya mengenai Hari Raya keagamaan yang dianutnya, supaya lainnya paham dan semakin rukun hidup berdampingan ,” tambah Khezia.

 

Ia berharap tidak hanya dirinya, namun juga para anak Sidoarjo turut mengenal dan berpartisipasi dalam mengembangkan budaya serta menyampaikan pemahaman luas mengenai segala keberagaman yang ada di kabupaten Sidoarjo agar lebih dikenal di Indonesia dan lebih mendunia.

 

” Selain bersama menyampaikan tentang indahnya perbedaan. Yang harus bersama dilakukan adalah juga melestarikan budaya lain di Sidoarjo seperti Lelang Bandeng, Nyadran, Tarian asli dari Sidoarjo dan masih banyak lagi yang harus dikenalkan ke masyarakat karena banyak sekali budaya di Sidoarjo,” tutup putri kedua dari I Ketut Agustika dan Ni Nyoman Diah Triyani ini.(Dk/di)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *