TPID Wilayah Jawa Menjaga Pasokan dan Harga Pangan Jelang Ramadhan Tetap Terkendali

PEMERINTAHAN813 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, meminta seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Jawa untuk memastikan pasokan dan harga pangan tetap terjaga.

Ferry Irawan mengatakan, sebagaimana historisnya, beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan harga karena peningkatan permintaan masyarakat saat menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

“Oleh karena itu, diharapkan seluruh TPID di Jawa terus melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan pasokan dan harga pangan tetap terjaga,” kata Ferry dalam pernyataannya yang diterima diagramkota.com, Sabtu (2/3/2024).

Ia menekankan pentingnya pemantauan intensif oleh TPID di Jawa, mengingat beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan harga saat peningkatan permintaan masyarakat.

Baca Juga :  Pertamina Menjamin Stabilitas Harga Bahan Bakar Minyak di Tengah Konflik Iran-Israel

Inflasi di beberapa provinsi di Jawa, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, ternyata lebih tinggi daripada daerah yang mayoritas dihuni oleh para konsumen, seperti Jakarta.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat inflasi tahunan (y-o-y) pada Februari 2024 mencapai 3,09 persen di Jawa Barat, 2,98 persen di Jawa Tengah, dan 2,81 persen di Jawa Timur.

Ferry Irawan menekankan pentingnya sinergi pengendalian inflasi antar provinsi di Jawa, mengingat wilayah ini merupakan satu kesatuan yang saling terhubung. Untuk menekan kenaikan harga pangan, terutama beras, pemerintah telah mengambil beberapa langkah.

Salah satunya adalah mempercepat penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasar tradisional, distributor, maupun ritel modern.

Baca Juga :  Pemerintah Akhirnya Mencabut Pembatasan Barang Bawaan PMI dari Luar Negeri

Selain itu, pemerintah juga telah menyalurkan bantuan pangan beras kepada 22 juta keluarga penerima manfaat, mengintensifkan pelaksanaan operasi pasar murah dan Gerakan Pangan Murah, serta mengalihkan alokasi cadangan beras pemerintah (CBP) ke sektor komersil untuk mengendalikan harga beras jenis premium.

“Semua langkah ini diharapkan dapat menekan kenaikan harga pangan dan menjaga inflasi wilayah Jawa tetap terkendali,” jelas Ferry.

Ia berharap bahwa sinergi program pengendalian inflasi daerah di Jawa dapat mendukung capaian inflasi nasional. Dengan menjaga pasokan dan harga pangan tetap terjaga, diharapkan masyarakat dapat merayakan Ramadhan dan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman.

“Dengan pemantauan intensif dan langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah, diharapkan kenaikan harga pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri dapat ditekan dan inflasi wilayah Jawa tetap terkendali,” ujarnya. (dk/akha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *